logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Headline

Dianggap Meresahkan, Vietnam Blokir Telegram Mulai Juni Mendatang

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 26 May 2025
in Headline
0
Pemerintah Vietnam blokir Telegram mulai Juni mendatang karena dianggap meresahkan.--

Pemerintah Vietnam blokir Telegram mulai Juni mendatang karena dianggap meresahkan.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, DISWAY.ID – Pemerintah Vietnam blokir Telegram mulai Juni mendatang karena dianggap meresahkan. Aplikasi percakapan ini diblokir karena pihak pemerintahan Vietnam menganggap Telegram tidak bekerja sama dalam memerangi dugaan kejahatan yang dilakukan oleh pengguna platform tersebut.

Sebuah laporan di portal berita pemerintah pada hari Jumat lalu mengatakan departemen telekomunikasi Vietnam di Kementerian Sains dan Teknologi mengirim surat kepada penyedia layanan internet yang memperingatkan bahwa adanya tanda-tanda pelanggaran hukum di Telegram.

Kementerian tersebut mengatakan penyedia layanan internet harus menyebarkan solusi dan tindakan untuk mencegah aktivitas Telegram di Vietnam.

Surat tertanggal 21 Mei tersebut memerintahkan penyedia layanan untuk mengambil tindakan terhadap Telegram dan melaporkan kembali ke kementerian tersebut paling lambat tanggal 2 Juni. “Hampir 70 persen dari 9.600 saluran di Telegram di Vietnam berisi informasi yang beracun dan buruk,” ungkap pihak pemerintah.

Related Post

Wakil Gubernur Idah Syahidah Ikuti Diskusi Terpumpun Terkait Transpormasi Sulampua

Pemprov Gorontalo Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Gubernur Gusnar Ismail Canangkan Gerakan ASN Pemprov Mengaji

Kantor Wali Kota Baru, Adhan Targetkan Rampung Sebelum 2029

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Kelompok dan asosiasi di Telegram, yang melibatkan puluhan ribu orang, telah menyebarkan “dokumen antinegara” dan terlibat dalam “aktivitas reaksioner”, pemerintah menambahkan.

Pemerintah juga mengklaim bahwa beberapa kelompok di Telegram juga menggunakan aplikasi tersebut untuk menjual data pengguna, dan terlibat dalam perdagangan narkoba atau memiliki hubungan dengan teroris.

Pemerintahan garis keras Vietnam umumnya bergerak cepat untuk memberantas perbedaan pendapat dan menangkap para pengkritik, terutama mereka yang menemukan audiens di media sosial.

Aturan baru mulai berlaku di Vietnam tahun lalu yang mengharuskan platform seperti Facebook dan TikTok untuk memverifikasi identitas pengguna dan menyerahkan data kepada pihak berwenang. Namun aturan tersebut dianggap sebagai serangan terbaru terhadap kebebasan berekspresi di negara yang diperintah komunis tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pihak Telegram mengatakan mereka terkejut oleh langkah pemerintah Vietnam. “Kami telah menanggapi permintaan hukum dari Vietnam tepat waktu. Batas waktu tanggapan adalah 27 Mei, dan kami sedang memproses permintaan tersebut,” kata perwakilan Telegram.

Seorang pejabat di Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam bahwa keputusan tersebut menyusul kegagalan Telegram untuk membagikan data pengguna dengan pemerintah sebagai bagian dari penyelidikan kriminal.

Menurut situs web Data Report, terdapat 79,8 juta orang yang menggunakan internet di Vietnam pada awal tahun 2025, dan menurut perusahaan ekstraksi data SOAX, terdapat 11,8 juta pengguna Telegram.

Dengan hampir satu miliar pengguna di seluruh dunia, Telegram telah terlibat dalam kontroversi di seluruh dunia terkait dengan masalah keamanan dan pelanggaran data.

Pendiri dan kepala eksekutif Telegram kelahiran Rusia, Pavel Durov, ditahan di bandara Paris dan kemudian didakwa dengan beberapa tuduhan gagal mengekang konten ekstremis dan “teroris” di aplikasi tersebut. Ia dilaporkan masih berada di Prancis dan tidak dapat pergi tanpa izin dari pihak berwenang.(*)

Tags: Berita InternasionalBlokir TelegramPemerintah VietnamTelegram

Related Posts

Pelaksanaan Diskusi Terumpun terkait Transformasi Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Menuju Global Logistics Hub yang digelar di Aula Lantai 6 Gedung Keuangan Negara (GKN) Manado, Senin (19/1/2025). (Foto – Fadly-Diskominfotik).

Wakil Gubernur Idah Syahidah Ikuti Diskusi Terpumpun Terkait Transpormasi Sulampua

Tuesday, 20 January 2026
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pencanangan gerakan membaca Al-Qur’an di kalangan ASN oleh Gubernur Gusnar Ismail, bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (16/1/2025). (Foto : Dok-Pemprov/Valen)

Pemprov Gorontalo Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Gubernur Gusnar Ismail Canangkan Gerakan ASN Pemprov Mengaji

Monday, 19 January 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea tengah melihat denah tanah Terminal 42 yang akan dijadikan kantor wali kota, Kamis (15/1/2026). (Foto: Pemkot Gorontalo)

Kantor Wali Kota Baru, Adhan Targetkan Rampung Sebelum 2029

Monday, 19 January 2026
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026
Ilustrasi--

ASN Pemprov, Duh, Gaji Blum Maso

Thursday, 15 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Next Post
Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap seorang remaja berusia 18 tahun yang diduga sebagai anggota kelompok teroris online afiliasi ISIS di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan-Istimewa-

Remaja 18 Tahun di Sulsel Diringkus Densus 88, Diduga Terafiliasi ISIS

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

    Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.