logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Swasembada Pangan, Momentum bagi Jagung Pakan

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 31 January 2025
in Persepsi
0
M. Rafid Farhan

M. Rafid Farhan

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
M.Rafid Farhan

 

”Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru” begitulah bunyi satu dari delapan misi Asta Cita yang diusung oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudukan Indonesia Emas 2045. Mari fokus pada kalimat ”swasembada pangan”, secara global ketahanan pangan masih diselimuti berbagai isu, mulai dari fragmentasi perdagangan dunia sampai ke isu geopolitik dan konflik antar negara.

Melihat situasi yang berkembang, Presiden RI menargetkan swasembada pangan tercapai paling lambat pada tahun 2026 melalui penguatan pada komoditas beras, jagung dan garam. Langkah tersebut juga sebagai salah satu upaya untuk mengandalikan inflasi pada tahun mendatang. Meskipun komoditas jagung tidak memberikan efek langsung terhadap inflasi, namun apabila harganya meningkat, komoditas jagung dapat mempengaruhi harga dari daging ayam dan telur ayam.

Related Post

Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo: Apakah Sudah Inklusif?

Ketika Minyak Mahal

Sintesis Tradisi dan Disrupsi: Peran Strategis Pemuda Gorontalo dalam Inovasi Estetika Karawo Kontemporer

Melampaui Polemik Rumah Jawatan Kantor Pos

Sebagai langkah awal mendorong terbentuknya swasembada pangan, Menteri Koordinator Pangan memangkas kuota impor jagung pada tahun 2025 menjadi hanya sebesar 900 ribu ton, dari semula diusulkan sebesar 1,7 juta ton. Kebijakan swasembada pangan Pemerintah Pusat diprakirkaan dapat mendorong perekonomian Provinsi Gorontalo yang kerap dikenal sebagai provinsi penghasil jagung.

Berdasarkan wilayah, Provinsi Gorontalo merupakan salah satu produsen komoditas jagung di Pulau Sulawesi, hanya tertinggal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Di Level Nasional, Provinsi Gorontalo bahkan menempati peringkat ketujuh sebagai Provinsi penghasil jagung terbanyak. Namun demikian, produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo masih tertinggal atau sebesar 48.19 Ku/Ha dibandingkan Provinsi Sulawesi Selatan yang produktivitasnya mencapai 58,99 Ku/Ha diatas rata-rata Nasional yang sebesar 58,86 Ku/Ha.

Rendahnya produktivitas disebabkan oleh jagung yang ditanam pada lahan miring seiring dengan terbatasnya lahan dan kondisi geografis Provinsi Gorontalo yang didominasi oleh daerah perbukitan sehingga meningkatkan risiko terjadinya gagal panen akibat bencana longsor pada periode curah hujan yang tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa sisi infrastruktur pertanian khususnya terasering di Provinsi Gorontalo masih terbilang terbatas. Lalu, bagaimana Provinsi Gorontalo dapat memanfaatkan program swasembada pangan dan turut berkontribusi mewujudkan misi tersebut?

 Provinsi Gorontalo haruslah memanfaatkan setiap program Pemerintah Pusat tahun 2025. Kementerian Pertanian selaku pemilik proyek swasembada pangan memliki pagu anggaran mencapai Rp29,37 triliun, lebih banyak dibandingkan usulan awal yang sebesar Rp7,91 triliun. Penambahan anggaran yang signifikan tersebut sebagai salah satu upaya penguatan sisi hulu sektor pertanian melalui operasionalisasi lahan, bantuan benih, dan pembangunan infrastruktur pertanian.

Kementerian Pertanian pun turut meningkatkan alokasi pupuk subsidi Provinsi Gorontalo sampai dengan 17,26% dengan skema penyaluran yang lebih sederhana dan berlaku mulai 1 Januari 2025. Penyederhanaan penyaluran tersebut memegang peran yang vital sebab pada tahun 2024 berdasarkan data dari PT Pupuk Indonesia, pupuk subsidi di Provinsi Gorontalo hanya tersalurkan sebesar 60,7% dari total alokasi. Lebih lanjut, hanya 61,0% petani yang menebus pupuk subsidi. Selain itu, Pemerintah juga meningkatkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung pakan menjadi Rp5.500/kg dari yang semula sebesar Rp5.000/kg sehingga meningkatkan semangat petani.

Dengan berbagai macam program untuk mendorong swasembada pangan pada tahun 2025, Pemerintah Daerah Gorontalo perlu memanfaatkan program dimaksud sehingga masyarakat khsususnya yang bekerja pada sektor pertanian menerima manfaatnya. Perbaikan infrastruktur pertanian khususnya infrastruktur terasering menjadi kunci peningkatan produksi dan produktivitas pada tahun 2025.

Berdasarkan riset yang dilakukan Universitas Negeri Gorontalo, penanaman jagung pada lahan terasering dapat meningkatkan produksi jagung semula 6,26 ton/Ha menjadi 7,10 ton/Ha (H. Diu, Ramli et al, 2023) Apabila dapat dimanfaatkan dengan baik, pertumbuhan ekonomi lebih dari 5% seperti masa pra-pandemi dapat diperoleh dengan pasti. (*)

 

Penulis adalah ekonom yunior

Tags: Harian PersepsiM. Rafid FarhanpersepsiTulisan M. Rafid Farhantulisan persepsi

Related Posts

Hendri Cahyo Dwi Safitri

Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo: Apakah Sudah Inklusif?

Tuesday, 15 September 2026
Muh. Amier Arham

Ketika Minyak Mahal

Tuesday, 15 September 2026
NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

Sintesis Tradisi dan Disrupsi: Peran Strategis Pemuda Gorontalo dalam Inovasi Estetika Karawo Kontemporer

Monday, 14 September 2026
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Melampaui Polemik Rumah Jawatan Kantor Pos

Thursday, 10 September 2026
Politisi Bisa Berganti, Rakyat Tetap Berdaulat

Politisi Bisa Berganti, Rakyat Tetap Berdaulat

Wednesday, 9 September 2026
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Mengukur Sisa Waktu Kepala Daerah

Wednesday, 9 September 2026
Next Post
SELALU RAMAI - Kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Gorontalo selalu ramai pengunjung. Di tempat ini, warga tak sekadar berbelanja ikan segar, tapi bisa kebutuhan dapur lainya seperti rempah-rempah. (foto : Facebook/Rahmat Aprilianto Adam)

Beli Ikan di TPI Minimal 5 Kg, Pedagang Rempah-rempah Tak Diizinkan di Kawasan TPI

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Muh. Amier Arham

Ketika Minyak Mahal

Tuesday, 15 September 2026
PISA BBM

PISA BBM

Tuesday, 15 September 2026
Resmi Pimpin PB ESI, Herindra Perkuat Prestasi dan Ekosistem Esports Nasional

Resmi Pimpin PB ESI, Herindra Perkuat Prestasi dan Ekosistem Esports Nasional

Tuesday, 15 September 2026
Harfest 2026 Terbukti Perkuat Daya Saing UMKM

Harfest 2026 Terbukti Perkuat Daya Saing UMKM

Tuesday, 15 September 2026

Pos Populer

  • Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Ketika Minyak Mahal

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PISA BBM

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • 300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.