Gorontalopost.co.id, POHUWATO — Pembangunan pompanisasi lahan persawahan seluas 6,5 hektare di Desa Omayuwa, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato terus berjalan hingga saat ini.
Proyek yang dibiayai oleh Kementerian Pertanian sebesar Rp 118.800.000,- ini ditargetkan dapat mengatasi masalah pangan dan meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.
Irman yang merupakan Bendahara Kelompok Tani Cahaya 3, mengungkapkan, saat ini progres pembangunan sudah mencapai 65 persen. “Pemilihan Desa Omayuwa sebagai lokasi proyek ini didasari oleh beberapa faktor, salah satunya adalah belum adanya area persawahan di desa ini,” jelasnya.
Selain Desa Omayuwa, Desa Imbodu juga masuk dalam rencana pembangunan serupa. Alasan utama pemilihan kedua desa ini adalah ketersediaan sumber air yang mudah diakses. Air akan dialirkan melalui pipa berukuran 3 inci untuk mengairi sawah.
Selain itu, jenis padi yang akan ditanam adalah padi gogo, yaitu jenis padi yang cocok untuk lahan kering namun tetap membutuhkan pengairan. Pilihan padi gogo ini didasarkan pada karakteristik lahan di wilayah ini.
“Proyek ini diinisiasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato dan di danai langsung oleh Kementerian Pertanian. Petani setempat, khususnya anggota Kelompok Tani Cahaya 3, juga terlibat aktif dalam proses pembangunan dan nantinya akan menjadi pengguna utama fasilitas ini,” ungkapnya.
Ditambahkan pula, proyek pompanisasi ini telah dimulai sejak diresmikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato pada tanggal 9 November 2024. Lokasi proyek berada di Desa Omayuwa, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.
Tujuan utama dari pembangunan pompanisasi ini adalah untuk meningkatkan produksi padi di Kecamatan Randangan, yang selama ini mayoritas petani fokus pada tanaman jagung dan sayur. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat diversifikasi komoditas pertanian dan meningkatkan pendapatan petani.
“Sebelum proyek dimulai, para petani telah diberikan pembekalan mengenai teknik penanaman dan perawatan padi gogo. Hal ini bertujuan agar petani siap mengelola lahan baru mereka secara efektif dan efisien,” paparnya.
Irman berharap proyek ini dapat segera selesai sehingga petani dapat segera memanfaatkan fasilitas pompanisasi untuk mengairi sawah mereka. “Dengan demikian, produksi padi di Kecamatan Randangan dapat meningkat dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (Mg-13)










