Gorontalopost.id, GORONTALO – Sejumlah Masyarakat dan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Dewan Perlawanan Rakyat (DPR) Gorontalo berunjukrasa ke Balai Wilayah Sungai Sulawesi II (BWS Sulawesi II). Tujuannya tak lain menyoroti kinerja BWS yang dinilai lambat dalam penanganan sejumlah proyek.
Pantauan Gorontalo Post, Kamis, (8/8) setelah melakukan aksi dititik pertama, yakni di Kantor BWS Sulawesi II, masa aksi kembali melanjutkan aksinya di depan Polda Gorontalo, dan di depan kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Gorontalo.
Tujuan aksi tersebut tidaklah lain, membawa aspirasi masyarakat yang menduga adannya korupsi di beberapa pekerjaan yang menjadi tanggung jawab BWS Sulawesi II.
“Ada dua pintu air yang ada di kanal Tapodu untuk menampung air di Danau Limboto, itu tidak berfungsi ketika itu dinaikan maka akan roboh bangunan, ini artinya gagal konstruksi.
Pintu air yang kedua itu ada di kanal Tamalate, itu yang menyebabkan banjir di Kota Gorontalo, karena itu tidak ada pemeliharan dari Balai Sungai, terus dikemanakan anggaran pemeliharaan ini,”tanya masa aksi.
Selanjutnya, terkait dengan proyek revitalisasi Danau Limboto, yang dikatakan disitu ada kapal keruk tapi sampai sekarang tidak ada kapal keruk di lapangan, “jelas Koordinator Lapangan, Mahul Lutfi.
Lanjut, dirinya juga menambahkan, bahkan hingga saat ini pembangunan Waduk Bendungan Ulu yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Jokowi Widodo, tak kunjung rampung, yang dari rencananya tiga tahun (multiyears) tapi sekarang sudah mau enam tahun belum juga selesai.
“Kami menduga ada galian C ilegal di Waduk Bulongo Ulu, yang kemudian ini merugikan masyarakat karena masyarakat hanya dibayar gaji bulan, yang harusnya mereka bayar ke masyarakat itu tanah masyarakat mereka gali alasannya untuk penataan, tetapi penataan seperti apa. Galian C itu di luar dari lokasi penlok yang ditetapkan,” tambahnya.
Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, Dadang Djafar, mengatakan telah menerima tuntutan yang dibawah oleh masa aksi, yang insya Allah akan segera ditindaklanjuti.
“Yang pertama kami sudah menerima laporan dalam bentuk tertulis dan insya allah kami akan mempelajari dan tentunya mengharapkan kepada adik sekalian dukungan dalam mengawasi proyek yang ada di Gorontalo ini.
Dan laporan ini akan kami teruskan kepada pimpinan dalam hal ini kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, dan Insya Allah juga dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti.
Kami sekali lagi berharap dukungan kalau ada bukti-bukti selain yang diserahkan hari ini kami mohon supaya membuka tabir ini sejelas-jelasnya supaya kita juga selaku aparat maupun penyidik bisa sama-sama menangani atau menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam proye kini,”pungkasnya (Tr-76)












Discussion about this post