Perajin Diminta Ciptakan Karawo Berdaya Saing

Gorontalopost.id, GORONTALO – Kain sulam khas Gorontalo, karawo, kini menjadi primadona fesyen di dalam negeri, bahkan mulai memasuki pasar luar negeri.

Pj Gubernur Rudy Salahuddin, senang dengan itu. Ia berharap karawo terus berkembang, para desainer maupun pengrajin karawo diminta meningkatkan kapasitas, mode hingga kualitas kain. Apalagi, kata dia, karawo sudah pernah tampil diajang fesyen dunia, seperti New York Fashion Week.

“Sudah banyak intervensi yang dilakukan khususnya untuk karawo. Tinggal bagaimana kita bisa meningkatkan lagi karawo ini sampai dikenal di level dunia.

Mode karawo jangan hanya jadi monoton. Kalau sekarang ini hanya dipakai di kemeja dan itu juga hanya dipakai satu kali seminggu oleh para ASN, harus kita luaskan lagi,” kata Rudy saat membuka kegiatan Workshop Diversifikasi Produk Kain Karawo tahun 2024, Kamis, (25/7).

Hadirnya workshop diversifikasi produk kain karawo ini, memiliki tujuan meningkatkan sumber daya yang tersedia. Agar dapat menghasilkan produk kerajinan yang berdaya saing.

Olehnya, Deputi IV Kemenko RI itu mengingatkan kepada seluruh desainer maupun IKM yang hadir setelah kegiatan ini bisa menciptakan kain karawo yang berkelas. Kegiatan ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pengrajin dan desainer.

“Kita juga harus bisa meluaskan lagi penggunaan karawo, usahakan anak-anak mulai menggunakan karawo juga masyarakat lainnya. Ini yang mungkin nantinya bisa meningkatkan atau menambah kepercayaan orang untuk menggunakan produk – produk karawo,”tandasnya.

Workshop Diversifikasi Produk Kain Karawo ini telah berlangsung selama empat hari sejak 22 Juli 2024. Adapun tujuh brand IKM yang mengikuti workshop di antaranya, Rahma Collection, Al Wardah, Naning Karawo, dan Zivana Karawo. Ada juga Santi Karawo, R2 Karawo, serta Rumah Karawo. (tro)

Comment