logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Letkol Piper

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 6 November 2023
in Disway
0
Bangkai pesawat yang dipiloti Doug Larsen.--

Bangkai pesawat yang dipiloti Doug Larsen.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

Pilot itu tidak mau menyalakan lampu di landasan. Padahal sudah jam 8 malam. Sudah gelap. Tidak pula ada cahaya bulan.

Ia pilih menerbangkan pesawat pribadinya dalam kegelapan seperti itu.

Related Post

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Bom Suci

Petir Agrinas

Satu menit setelah terbang, pesawat balik arah, melewati atas bandara itu lagi. Lalu… pyaaaang…menabrak bukit. Mental.

Menabrak bukit satunya lagi. Hancur. Pilotnya tewas. Demikian juga Amy, istrinya. Pun dua anak laki-lakinya yang masih berumur 11 dan 8 tahun. Cures. Satu keluarga.

Di bandara ini semuanya serba dilakukan sendiri. Oleh pilot. Self service. Termasuk kalau harus isi bahan bakar.

Kalau perlu penerangan pun harus menyalakan listrik sendiri. Termasuk lampu landasan.

Ini hanya bisa terjadi di Amerika Serikat. Di bandara-bandara kecil. Di pedalaman. Termasuk di Canyonlands Regional Airport di dekat kota kecil Moab ini.

Anda sudah tahu di mana Moab: di dataran tinggi Utah, 4 jam naik mobil dari Salt Lake City. Ke arah tenggara.

Yang dimaksud bandara kecil itu, panjang landasannya 2.100 meter. Lebih panjang dari bandara baru Singkawang. Itu pun masih ditambah landasan gravel sepanjang 600 meter.

Doug Larsen, pilot malam itu, baru berusia 47 tahun. Bung Mirza tahu siapa Doug: anggota senat negara bagian North Dakota. Periode pertama. Terpilih dua tahun lalu.

Larsen juga seorang militer. Pangkatnya letnan kolonel. Kesatuannya: penerbangan angkatan darat. Jam terbangnya sudah panjang: 1.800 jam. Di pesawat militer.

Termasuk ketika terlibat dalam perang di Iraq –lebih tepatnya serbuan ke Iraq.

Mungkin karena jagoan terbang itu Larsen merasa biasa saja: take off dalam kegelapan. Bahwa tupai pun bisa jatuh Larsen merasa ia bukanlah tupai.

Tidak ada tupai yang bisa jadi pilot –apalagi jadi ketua mahkamah konstitusi.

Hari itu Larsen hanya mampir di bandara Canyonlands. Ia terbang dari Scottsdale. Anda juga sudah tahu di mana Scottsdale: di pinggir kota Phoenix, Arizona.

Ada acara keluarga di situ. Makanya Larsen datang sekeluarga.

Ia pilih datang menggunakan pesawat pribadi. Kecil. Berbaling-baling satu. Jenis Piper.

Anda pun sudah tahu piper: jenis burung yang badan dan kakinya panjang tapi sayapnya pendek.

Yakni burung yang hidup dalam koloni besar, kebanyakan di daerah dingin di utara.

Tapi pabrik pesawat Piper sudah pindah ke negara bagian panas: di Florida. Panas cuacanya, panas politiknya.

Inilah jenis pesawat yang populasinya luar biasa banyak di dunia: 140.000 lebih. Anda pun bisa beli pesawat ini.

Tidak lebih mahal dari Tesla di harga yang pertama-tama dulu. Apalagi kalau di pasar bekas.

Kini pabrik pesawat Piper itu milik pemerintah Brunei Darussalam. Sejak 2009.

Yakni sejak perusahaan itu mengalami kesulitan keuangan akibat krisis moneter tahun 2008 –bersamaan dengan ambruknya Bank Century di Indonesia.

Tentu ketika CG Taylor mendirikan perusahaan itu, di New York tahun 1927, tidak menyangka kalau orang Melayu mampu membelinya di suatu saat.

Memang ketika Taylor tewas di kecelakaan pesawat bikinannya itu keluarga menjualnya ke William Piper. Sejak itu nama jenis pesawatnya diganti Piper.

Tidak banyak orang Indonesia yang beli Piper: mau parkir di mana. Dan lagi untuk dapat SIM-nya tidak mudah.

Saya jadi ingat ketika ke Alaska. Saya lewat satu perumahan di Anchorage: semua rumah punya pesawat jenis ini.

Berderet di halaman masing-masing. Lebih 50 rumah. Tidak satu pun yang tidak terlihat pesawat parkir di halamannya.

Pun di negara bagian seperti North Dakota. Berbatasan dengan Kanada. Penduduknya jarang. Tidak punya kota besar. Jarak antar kota kecilnya jauh-jauh.

Pun kota terbesarnya di situ: Bismarck. Letaknya di pertengahan jalur timur-barat yang membelah North Dakota. Kecil. Sepi. Lengang.

Di kota Bismarck inilah Larsen sekeluarga tinggal. Bahkan kampung kelahirannya lebih dalam lagi. Sudah dekat garis perbatasan dengan Kanada: Minot.

Jarak Bismarck dengan Scottsdale terlalu jauh. Paling utara ke paling selatan: sekitar 3.000 km. Kalau naik mobil perlu waktu 24 jam.

Itu pun kalau tidak mampir-mampir di rest area untuk 小片。

Pun kalau naik pesawat komersial. Tidak akan ada penerbangan langsung. Jam transitnya pun belum tentu singkat. Maka Larsen setir sendiri Piper-nya.

Tidak ada yang bisa ditanya: waktu berangkat ke acara keluarga di mana isi bahan bakar. Apakah juga di Canyonlands.

Antara Bismarck dan Scottsdale, kalau ditarik garis lurus, Canyonlands memang di garis lurus itu –kalau bikin garisnya tidak pakai penggaris.

Larsen tidak mungkin terbang nonstop: 4 jam. Tidak akan cukup bahan bakar. Pun pulangnya. Jarak Scottsdale ke Canyonlands mungkin 1,5 jam terbang.

Larsen mendarat di Canyonlands pukul 17.00. Parkir. Isi bahan bakar. Lalu pinjam mobil di persewaan. Self service juga.

Dengan mobil itu sekeluarga ini ke kota terdekat: Moab. Mungkin untuk makan malam. Jaraknya hanya 15 km.

Terbang rendah dari Scottsdale ke Canyonlands Anda bisa membayangkan: alangkah dramatiknya. Hanya ada gunung dan canyon.

Canyon dan gunung. Selebihnya adalah bukit-bukit. Seperti terbang di atas bukit-bukit kecil yang telentang bejejer tak berkesudahan. Tanpa rumput pula. Tampa pohon.

Arizona!

Alangkah seksinya.

Pun Canyonlands.

Bandara kecil itu sendiri berada di ketinggian 1.400 meter. Dikelilingi bukit. Pun kota kecil Boam, tempat mereka makan malam.

Boam hanya berpenduduk 6.000 orang. Tidak lebih. Pun bila Bung Mirza menghitungnya dengan kalkulator.

Kota ini hampir 100 persen dihuni orang kulit putih. Di pinggir sungai Colorado yang paling indah aliran airnya: dilihat dari atas.

Festival musik diadakan tiap tahun. Demikian juga kayuh sepeda.

Pukul 20.00 Larsen kembali ke bandara. Melihat kegelapan, adrenalinnya naik. Harusnya Larsen memencet satu tombol untuk menghidupkan lampu bandara.

Setidaknya lampu di landasan. Ia tidak menyalakan lampu sama sekali. Hasil penyelidikan kecelakaan 1 Oktober 2023 itu menyatakan begitu.

Saya punya pengalaman mendarat di bandara seperti itu. Di pedalaman Amerika. Jauh lebih besar.  Pegawainya hanya satu orang.

Ia yang melakukan check in, timbang bagasi, angkut barang itu ke dekat pesawat, menjadi pemandu parkir pesawat, dan menjadi petugas boarding.

Waktu itu saya menengok cucu Mbah Iskan. Ia lagi sekolah SMA di pedalaman Kansas. Satu orang itu hanya pakai kaus dan celana pendek –sebatas lutut.

Ketika pesawat sudah terbang ia mengunci terminal: pulang. Ia akan datang ke bandara lagi kalau akan ada pesawat yang datang.

Beberapa hari kemudian saya mau terbang dari bandara itu lagi. Ketika tiba di bandara terminalnya masih terkunci. Menunggu di halaman.

Tak lama kemudian orang itu tiba. Buka kunci pintu terminal.

Larsen tentu akrab dengan bandara-bandara jenis Canyonlands. Yang seperti itu ada ribuan di Amerika. Ada satu di Jawa Barat: di Pangandaran.

Milik Bu Susi. Saat mendarat di situ saya merasa mendarat di pedalaman Amerika. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayharian disway

Related Posts

Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Next Post
MATERI. Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat menerima materi beserta peserta lainnya.

Nelson Usulkan Desentralisasi Bagi Hasil, Undang dan Bahas Bersama Tiga Capres

Discussion about this post

Rekomendasi

Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026
BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

Tuesday, 3 March 2026
Airlangga Hartarto

Cek Rekening THR so Cair, ASN/TNI/Polri Mulai Dibayarkan, Ojol Juga Dapat

Wednesday, 4 March 2026

Pos Populer

  • BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

    10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.