logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Mega Jibao

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 22 September 2023
in Disway
0
Mega Jibao

Dahlan Iskan dan Menhub Budi Karya Sumadi di gerbong kereta feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung. (Raka Denny-Harian Disway)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

NAMANYA saja KCIC. Pramugarinya pun pakai batik yang dibentuk model gadis Shanghai: model jibao.

“Kita upayakan ada paduan budaya Indonesia-Tiongkok,” ujar Allan Tandiono, project management and business development director PT Kereta Cepat Indonesia-China.

Corak batiknya megamendung khas Jawa Barat, Cirebon. Pun pembalut tempat duduknya: batik megamendung. Semua itu atas saran Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga seorang arsitek. Perancang seragamnya Didiet Maulana. Desain finalnya di-acc oleh Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.

Saya diajak naik kereta cepat Ya-wan (Jakarta-Bandung) itu kemarin. Bersama Menteri Perhubungan Budi Karya.

Related Post

Amang Waron

Reflek Radjimin

Gagal Sukses

Jane Moses

Kami, 300 orang, berangkat pukul 09.00. Dari Stasiun Halim di Jakarta Timur ke Stasiun Padalarang di Bandung Barat. Benar-benar hanya 30 menit.

Satu jam sebelumnya Presiden Jokowi juga ke Bandung. Dengan kereta cepat. Turun di stasiun Tegalluar di Bandung Timur. Stasiun terakhir itu kini sudah bisa bisa dipakai. Sejak sebulan yang lalu.
“Akses dari jalan tol ke Stasiun Tegalluar sudah jadi,” ujarnya.
Saya termasuk belakangan diajak mencoba kereta cepat. Sudah ribuan orang yang mencoba lebih dulu. Gelombang pertama adalah justru orang-orang kampung. Yakni mereka yang kampungnya dilewati rel.

“Uji coba pertama, kedua, dan ketiga khusus untuk mereka,” ujar Allan.

Yang bersama saya kemarin banyak sekali artis terkenal. Ada Roy Marten, Ita Mustafa, Piu.

Ada Cagub Banten Airin.

Ada wartawan seperti Ilham Bintang.

Banyak juga pengurus Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), UI (Iluni), Undip (IKA-Undip), dan ITS (IKA-ITS).

Total 300 orang. Itu berarti separo dari kapasitas. Rangkaian 8 gerbong ini berisi 601 kursi. Termasuk VIP dan kelas bisnis.

Saya sempat ngobrol dengan salah satu masinis dari Tiongkok. Kebetulan asal Tianjin. Rumahnya tidak jauh dari rumah sakit tempat saya operasi ganti hati 17 tahun lalu.

“Begitu orang Indonesia bisa menjalankan kereta ini kami serahkan ke mereka,” katanya.

Secara formal tenaga kerja Tiongkok itu akan dua tahun di Indonesia. Tapi bisa lebih pendek kalau yang sedang dilatih ini lebih cepat mampu.

“Kelihatannya mereka bisa belajar lebih cepat,” katanya.

Waktu berangkat ke Bandung saya naik di gerbong kelas 1. Bersama menhub yang pernah terkena Covid-19 sangat parah. Kini ia sehat sekali. Tidak ada tanda-tanda pernah masuk ICU 20 hari.

Kembali ke Jakarta saya duduk di kelas ekonomi. Yang kelak harga tiketnya Rp 300.000. Itu sudah termasuk tiket untuk kereta ke bandara, kereta LRT, maupun KRL.

Ada yang bertanya ke saya, apa perbedaan dengan kereta cepat yang di Tiongkok.

Saya jawab: tidak ada bedanya.

Gerbong ini, misalnya, utuh buatan Qingdao, kota pantai di provinsi Shandong. Hanya selera warnanya yang tidak sama. KCIC memilih sentuhan nuansa merah.

Relnya pun bikinan Tiongkok. Utuh. Lebar rel juga sama dengan yang di Tiongkok: 1.435 mm. Di Eropa juga selebar itu. Hampir 39 cm lebih lebar dari rel kereta api Indonesia yang lambat itu: 1.067 mm.

Di dunia kini tinggal Indonesia, Afrika Selatan, dan sebagian Jepang yang lebar relnya 1.067.

Jepang pun, yang Sinkansen, juga menggunakan lebar rel 1.435. Semua rel kereta cepat memang harus lebar. Agar dalam kecepatan tinggi tidak mudah terguling.

Yang berbeda dengan di Tiongkok adalah cara pasangnya. Itu karena potongan rel yang didatangkan ke Indonesia berukuran 50 meter.

Setiba di Indonesia, di area depo KCIC, rel itu disambung-sambung. Dilas. Menjadi panjang 500 meter. Lalu diangkut ke lokasi untuk dipasang. Tiap 500 meter dilas lagi dengan rel berikutnya.

Maka rel di jarak Jakarta-Bandung itu sama sekali tidak ada putusnya. Utuh. Sudah dilas jadi satu. Karena itu naik kereta cepat ini tidak terasa ada geronjalan sama sekali.

Mulus. Lebih mulus dari paha ayam pop. Tidak ada suara roda glek-glek seperti dalam ilustrasi lagu

‘Kereta Malam-nya Frangky & Jane. Suara glek-glek itu datang dari roda yang melewati sambungan rel.

Maka tidak relevan lagi pertanyaan seperti yang saya dapatkan waktu sekolah di SD dulu: mengapa ada jarak di tempat sambungan rel. Saya masih ingat jawabnya hingga sekarang: agar ketika terkena panas matahari, rel tidak melengkung. Besi akan memuai bila terkena panas.

Apakah rel sekarang tidak bisa memuai? Tentu masih sama. Yang beda adalah kualitas bajanya. Ada yang untuk dipanaskan sampai 50 derajat masih belum memuai.

Di Tiongkok panjang potongan rel 100 meter. Lalu disambung dengan las. Menjadi 500 meter. Lalu dibawa ke lokasi untuk dipasang. Untuk dilas dengan 500 meter berikutnya.

Dengan panjang 100 meter pemasangannya lebih cepat. Tidak banyak pekerjaan las. “Yang dikirim ke kita 50 meter karena jalan kita banyak belokan. Sulit mengangkutnya dari pelabuhan,” ujar Allan.

Allan lahir di Jakarta. Sejak SD sekolah di Singapura. Pun SMP, SMA, Universitas, dan Masternya. Ia sarjana teknik sipil NUS, lalu manajemen proyek di Nanyang Technological University (NTU), dan master lagi di bidang manajemen bisnis pada program kerja sama antara Northwestern University, Amerika Serikat dan Peking University, Tiongkok.

Umur 25 tahun Allan bekerja di Singapura. Yakni di proyek pembangunan kereta MRT. Yang lebih banyak bikin terowongan bawah tanah.

Suatu saat Pak Jokowi ke Singapura: meninjau proyek itu. Allan ditunjuk perusahaannya untuk menjadi penerjemah. Saat itulah ia bertemu Pak Jokowi yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Beliau ingin membangun kereta bawah tanah di Jakarta.

“Asal Indonesia?,” tanya pak Jokowi.

Allan mengangguk.

“Masih cinta Indonesia?”

Allan mengangguk.

“Pulanglah. Ikut membangun Indonesia,” pinta pak Jokowi.

Allan memutuskan pulang. Masih bujangan. Lalu terjun di proyek MRT Jakarta. Ia-lah yang saat itu sudah punya pengalaman langsung membangun kereta bawah tanah. Di Singapura.

Setelah MRT tahap 1 Jakarta selesai Allan diminta menangani proyek LRT. Khususnya di seksi Jakarta utara. Selesai di situ Allan diminta terjun ke proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Saya heran, meski sejak SD sudah di Singapura bahasa Indonesianya sangat bagus.

“Saya penggemar sepak bola,” kata Allan yang bermarga Tan. “Saya selalu minta kiriman Tabloid Bola dari Jakarta,” tambahnya.

Liverpool? MU?

“Maaf, Saya fans Arsenal”.

Lalu, di usia 28 tahun, ia kawin dengan noni Jakarta. Ketemunya di Singapura juga.

“Saya ingin tambah satu anak, biar tiga,” kata Allan. Istrinya tidak setuju. Alasan sang istri: siapa yang jaga. “Suami di stasiun terus”, ujar istri seperti ditirukan Allan.

Harapan Allan, KA cepat ini bisa sampai Surabaya. Demikian juga kata Adhi Priyanto Putro, yang juga direktur KCIC. “Kami sudah belajar banyak. Orang-orang Tiongkok sangat terbuka. Gambar pun langsung diserahkan pada kami,” ujar Adhi.

Adhi sudah berpengalaman ikut Jepang. Yakni saat membangun MRT Jakarta. “Tidak pernah kami diserahi gambar-gambar seperti sekarang ini,” kata Adhi.

Baik Allan maupun Adhi berkesimpulan untuk Bandung-Surabaya elevated semua saja. Keretanya di atas. Seperti di Tiongkok. “Saya kira 5 tahun bisa selesai,” tambah Adhi.

Lewat pantai utara atau selatan?

“Lewat mana saja kami siap. Saya dengar pemerintah pilih lewat selatan,” ujar Allan. Artinya, dari Bandung sambung ke Kertajati. Lalu ke Cirebon. Dari Cirebon turun ke selatan ke Purwokerto. Lalu ke timur: Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya.

Atau dari Cirebon ke Semarang, lalu ke arah selatan, ke Solo, terus ke timur sampai Surabaya.

“Surabaya-Jakarta kalau direct bisa kurang dari 3 jam,” ujar Allan.

Soal sulitnya pembebasan tanah, mereka punya kiat yang sama. Kereta cepat itu bisa dibangun di sepanjang jalan tol. Akan lebih cepat. Di sebelah tol. Cukup sewa tanah ke pemilik tol. Pembebasan tanahnya tidak banyak. Hanya di beberapa lokasi yang jalan tolnya terlalu berkelok.

Wow, 5 tahun bisa selesai.

Dalam perjalanan kemarin kami hanya 45 menit di Bandung. Dari Stasiun Padalarang kami naik kereta feeder ke Stasiun Kereta Bandung.

Anda sudah tahu: ada sate kambing terkenal di dekat stasiun. Semua makan sate: 300 orang. Tambah gule dan sop kambing. Enak semua.

Saya makan 10 tusuk. Satu mangkok gule. Satu mangkok sop kambing.

Saya lihat Tantowi Yahya di sebelah saya: 8 tusuk. Saya lirik Pak Menhub: 12 tusuk.(Dis)
Gerbong yang untuk kelas ekonomi tempat duduknya jejer lima (dua di kanan, tiga di kiri. Yang kelas 1 hanya dua kursi –mirip first class-nya pesawat terbang. (dis)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian diswayMega Jibao

Related Posts

--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--

Tiga Serangkai

Sunday, 4 January 2026
--

Bintang 2025

Wednesday, 31 December 2025
Next Post
Dua Tahun Merger Pelindo, Port Stay Singkat, Tinggal Klik Urusan Bongkar Muat Beres

Dua Tahun Merger Pelindo, Port Stay Singkat, Tinggal Klik Urusan Bongkar Muat Beres

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

Wednesday, 14 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    589 shares
    Share 236 Tweet 147
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Excapator dan Ratusan Alat PETI Diamankan, Hasil Operasi Tim Gabungan Selama Enam Hari, Forkopimda Segera Lakukan Evaluasi

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Bupati-Bupati Kita

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.