logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

YourwayMyway

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 30 January 2023
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Sel Janin

Bagi Hasil

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Oleh

DahlanIskan

MINGGU depan, genap lima tahun saya menulis di Disway. Setiap hari. Tanpa absen satu hari pun. Pun ketika saya di pedalaman Amerika. Atau Tiongkok. Atau India. Atau Pakistan. Atau pun ketika sedang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19.

Anda pun sudah hafal gaya tulisan saya. Mungkin sudah ada yang mulai bosan. Atau terganggu. Atau ketagihan. Mulailah muncul komentar-komentar yang isinya seperti masakan Thailand: pedas, kecut, renyah, gurih, hambar, jadi satu. Dan yang paling menghibur ini: banyak komentar yang lucunya membuat saya tertawa sendiri. Pun ketika di sebelah penumpang di dalam pesawat.

Tentu saya punya banyak masalah rumit di kehidupan ini. Yang memakan energi. Mengerutkan wajah. Memutihkan rambut. Tapi begitu sering kelucuan di komentar itu yang melonggarkan saraf-saraf tegang saya. Mungkin karena itu wajah saya gagal berkerut. Dan rambut saya gagal memutih semua.

Tentu banyak juga tulisan yang isinya lebih bagus dari isi tulisan saya sendiri. Yang gaya bahasanya juga punya ciri khas tersendiri. Sampai-sampai saya sering terpikir: selamat akan saya coba Disway terbit tanpa tulisan saya. Atau hanya berisi judul saja, tanpa isi. Pasti tidak ada yang terasa hilang. Toh banyak pembaca yang memulai membaca Disway justru dari komentarnya dulu. Ini penghinaan yang jujur sebenarnya. Tapi kalau faktanya begitu maka saya tidak bisa mengenakan pasal penghinaan. Penghinaan yang benar adalah kebenaran. Maka pasal yang harus dikenakan bukanlah pasal penghinaan tapi pasal introspeksi.

Dari pertemuan “Perusuh”Disway di Agrinex, Banten Selatan, tutup tahun lalu saya pun sadar: level pembaca Disway ternyata begitu tingginya. Tanpa pertemuan itu sebenarnya sudah bisa diketahui: dari membaca kualitas komentar di Disway. Pertemuan Agrinex hanyalah konfirmasi belaka.

Berarti pembaca Disway sudah pada tingkat tidak layak didikte. Terutama oleh opini saya. Berarti Anda, dengan latar belakang seperti itu, adalah orang-orang yang berpikir sangat independen.

Berarti sudah waktunya saya merenungkan suara-suara di komentar Disway. Terutama suara ini: berikanlah wadah ekspresi bagi pembaca. Diwadahi hanya di kolom komentar tidak lagi memadai.

Saya serius sekali memperhatikan suara itu.

Maka mulai terbitan 9 Februari depan, akan ada rubrik baru di Disway: ekspresi pembaca. Ekspresi Anda. Nama rubriknya belum diputuskan. Mungkin itu tadi: Ekspresi Publik. Atau Yourway. Atau Myway. Atau Pryway. Atau apa pun yang Anda usulkan.

Silakan Anda menulis: mengekspresikan pikiran di Disway. Tentu ada aturan mainnya. Lagi dipikirkan. Yang jelas, panjang tulisan tetap dibatasi. Tanpa pembatasan, rubrik itu akan penuh tulisan ngelantur. Kita juga sudah harus terbiasa mengurangi ”banyak bicara” apalagi bicara yang tidak penting.

Yang juga lagi dipikirkan adalah, apakah perlu moderator. Tanpa moderator bisa seperti salah satu ciri medsos: hanya membangun kekacauan. Medsos ibarat sepakbola yang tanpa wasit. Betapa kacaunya.

Tapi saya juga tidak ingin moderator itu seorang diktator yang represif.

(Bisa saja menurut Leong Putu, di suatu mimpi saya, ”diktator” itu berasal dari kata ”diktat”. Diktat adalah satu jenis buku yang diajarkan di sekolah. Berarti ”diktator” adalah pembuat diktat: para guru).

Saya pun menghubungi Sahabat DiswayJokoIntarto (JTO). Ia bukan sahabat Disway biasa. Ia yang memaksa saya membuat Disway dan menulis setiap hari. Enam tahun lalu. Ia yang kini sukses jadi pengusaha Jagaters, juga ikut mengusulkan dilahirkannya rubrik seperti yang kita bahas ini.

Ia usul: pakai moderator. Agar sampah jangan masuk mesin intelektual di otak pembaca. Kalau bahan bakunya sampah, produk berpikirnya nanti juga sampah. Ralat: bahan baku pabrik PLTSm adalah sampah, produknya listrik.(*)

Komentar Pilihan DahlanIskan*

Edisi 28 Januari 2023: Uya Utama

nengbonita

Wah tdk sangka pak dahlan menonton ytuyakuya. Memang benar pak, uyakuyayg dulu dijuluki artis “alay” dan raja settingansdh berubah banyak. Saya termasuk ygtdk sengaja mengikuti kira2 setahun terakhir ini. Transformasinya dimulai ketika dia berperkaradgn medina zein. Lalu ribut2 dengan pengacaranya. Dan sepertinya pamor dia sebagai artis, membuat banyak org akhirnya datang utk mengadu ataupunsekedar bercerita. Sekaliber alvinlim pun pernah membawa kliennya utk bercerita kembali di channel uyatv, pdhl klien tersebut sdh pernah diangkat di channel beliau. Uyajg mau menerima dari pihak lawan bintang tamunya. Jd bener2 seperti wartawan yg cover both side.

Denny Herbert

Jadi ingat tulisan Abah beberapa tahun lalu tentang legislatif di Singapura yg selalu membuka meja pengaduan misalnya tiap hari rabu malam di dapilnya.. Pada masa Ahok berkuasa juga setiap pagi menerima aduan dari warga yg sudah antri dari subuh dan diupload ke youtube dan langsung diesekusi bila masalahnya bisa diatasi segera. Kalau 50% saja legislatif dan eksekutif pusat dan daerah mau melakukan buka meja pengaduan secara berkala dan diupload di medsos maka bangsa ini akan lebih maju lagi. Ada transparansi.. seperti motto baru polri PRESISI, salah satu SInyaTransparanSI tapi belum terlalu transparan… Ini juga akan hemat biaya kampanye bagi bakal calon dan pejabat bila dilakukan dengan tulus, baik, benar dan bijak

Leong putu

Media sekarang lebih tertarik untuk memuat berita seekor ular dua meter ada di plafon rumah warga. Atau lebih semangat memberitakan kebaya merah hingga berseri-seri, lanjut kebaya hijau. Dan kemarin mulai memberitakan video SPG sampai membuat menelan ludah. ….wkwkwkwk…..

Mbah Mars

Peran wartawan koran untuk nahimunkar melawan oknum aparat ibarat lampu tinggal kelip-kelip saja. Maka tak akan lagi kisah wartawan Abdur dalam “Siapa membunuh Putri”. Jangankan muncul AbdurAbdur baru di koran. Lhawong di CHD saja Abdur sudah tidak boleh berkisah. Entahlah apa sesungguhnya yang terjadi.

Juve Zhang

Ibu itu beli 2004 masih murah, sampai 500 ha, mungkin itu aslinya tanah desa setempat, surat surat nya mungkin tak ada , sebagai orang yg pernah juga membeli tanah sampai 20 hektar di Riau , dan berbagi dua sama kawan sekantor, konon tanah yg dibeli itu sekarang jadi lahan sawit juga. Sampai sekarang belum pernah lihat kondisi lahan nya , belum minat “perang” sama pemilik lahan sawit .wkwkwk. soalnya perang perlu “amunisi” dan beaya “amunisi” akan lebih besar dari beaya beli tanah dulu. Lebih senang “mancing ” dulu di kolam bursa, kadang dapat tongkol, kadang kembung sekali kali umpan di makan ikan hiu habis. Satu hal terus mancing sampai hapal mana yg banyak tongkol dan banyak hiu nya.begitulah para suhu mancing mania mengajari di YT. Bagi perusuh diswayyg sangat jeli dan pandai baca situasi lihat lah para suhu mancing mania mengajari di YT ,ilmu mancingnya sangat mumpuni, kalau anda minat jadi ahli “mancing” belajarlah sama mereka. Tongkol,kembung akan dapat anda bawa pulang ke rumah. Gak perlu IQ 140 plus minus, ketekunan, kejelian, kemauan bawa tongkol , kembung itu modal utama. Wkwkwk

 

Jimmy Marta

Mancingdikolamgtrame sekali.. Heran ya..! ditelan hiu semua masih terus mancing..!

Kliwon

Untuk kesekian kalinya, jadi teringat pesan ayahku almarhum dulu. Beliau tidak mau ada anak²nya yang jadi polisi. Padahal aku yakin, dengan seragam polisi, ketamvanan&pesonaku bakal melebihi Inspektur Ladusing. Buat semuanya yang saat ini sedang berjuang mendapatkan keadilan, anda semua sangat hebat. Tidak banyak yang bernyali melawan kedzaliman aparat. Apalagi kalau anda bukan siapa². Begitu menguras energi, pikiran, ketenangan & kebahagiaan. Tapi pada akhirnya, keadilan akan menemukan obatnya. Kedzaliman akan menemui penyakitnya. Dan seperti biasa, semesta akan membereskannya.

Amat K.

Karena dicolek Bang @US, mestilah saya menjawab. Tarian Zapin musiknya gambus/ Muda mudi main di taman/ Ketupat kandanganlauknya gabus/ Berbeda rasa jikalautoman. Menurut saya, ketupat kandangan pasangannya ya ikan gabus (haruan). Belakangan, karena ikan gabus ini mulai sulit didapat, ada warung yang menggunakan ikan toman sebagai lauk. Namun, meski gabus dan toman masih berkerabat dekat, karakter rasa dagingnya ada bedanya, Bang. Daging gabus lebih lembut dan manis. Juga jangan ketinggalan, ikan gabus + telur asin. Tambahkan lagi perasan jeruk + sambal. Makan ketupat kandangan jadi lebih nikmat. Kapan-kapan datanglah kemari, Kandangan  Hulu Sungai Selatan. Kabari saya ya Bang. Makan ketupat kandangan ya di Kandangan. Yang di sini lebih otentik. Kira-kira sama seperti masakan Padang, lebih nikmat yang ada di daerah asalnya.

UdinSalemo

#everyday_berpantun Meriam bambu bunyi meletup/ Berbunyi di hari sabtu/ Mulut tempayan boleh ditutup/ Mulut manusia diri menentu/ Ke Tanah Abang naik kopaja/ Tempat duduknya bukanlah kursi/ Kalau uang sudah jadi raja/ Otak dan hati tak berfungsi/ Baik berburu di malam hari/ Bersuluh bulan dan bintang/ Adik kucumbudidalam mimpi/ Tubuhmu sudah ditangan orang/ Apakah Ketupat Kandangan masih pakai ikan haruan, amang AK? Rindu tak bertepi akan makanan itu.

One Promosindo

Bagansiapiapi adalah salah satu kota tua bekas pelabuhan yang dibuat Belanda untuk menyaingi pelabuhan Melaka, dikenal sebagai penghasil ikan terbesar dulu sampe bank BRI 002 ada disiniuda hampir 153 tahun berdiri banknya… datanglah sekitar tgl16 bulan chinese akan ada perayaan bakar tongkang… tidak jauh dari kota ini ada pulau tercinta halaman saya.. Pulau Halang… datanglah berkunjung….

Lukman bin Saleh

Reformasi polisi. Polisi itu cukup sampai tingkat kabupaten atau provinsi. Biar organisasinya tidak terlalu besar. Terpecah2 di masing2 daerah. Kemudian dibuat polisi pusat yg terpisah dari polisi daerah. Yg khusus mengurus kasus2 besar tingkat nasional. Dan menindak polisi2 daerah yg melanggar hukum. Macam KPK skrgyg menindak koruptor. Maka insyaaalloh polisi kita akan bisa berubah. Mudah dikontrol dan tidak songong…

OtongSutisna

Saya juga punya pohon duren sudah ampir 7 tahun ga berbuah, padahal tak kasih pupuk baik kimia atau kandang, malah sempat di suntik segala, sering keluar bunga atau pentil, langsung rontok semuanya, ga ada yang sisa. Ada teman ngasih saran, untuk di lilit pohonnya pakai kutang/bh, saya lakukan sampai tetangga kalau lewat nanya itu pohon durian atau pepaya….ko ada anunya. Alhamdulillah sampai sekarang juga belum berbuah.

Amat K.

Kalau UyaKuya bisa tembus ke Senayan, akan lebih berwarna: rambut yang di sana. Ada hitam, putih, biru.

Johannes Kitono

Sudah benar dan tepatvkalauUyaKuya ganti strategi dengan podcastnya. Dulu hanya meliput selebriti dan ikut numpang panggung. Now meliput rakyat jelata yang umumnya pro bono. Tentu itu modal yang bagus untuk menjadi wakil rakyat yang berintegritas.Hitung hitung saat bela rakyat adalah magang atau latihan untuk menjadi anggota Dewan Yang Terhormat. Soal rambutnya mau di cat warna Merah Putih atau warna dominan partai pengusungnya.Merah, Biru, Kuning atau Hijau silahkan saja. Bravo dan selamat berjuang UyaKuya dan LaeKamarudinSimanjuntak.

Leong putu

Saya sudah janji, tidak akan menjelek-jelekan Polisi. Namun harus diakui, suka atau tidak suka, ada banyak oknum Polisi yang membuat citra Polisi kurang baik. Tanpa menutup mata, bahwa lebih banyak Polisi berhati mulia. Tapi ada pepatah : nila setitik merusak susu sebelanga. Di jaman serba viral, itu sangat berbahaya. Jangan sampai Polisi yang punya semboyan : “Mengayomi dan melindungi masyarakat” malah menjadi musuh masyarakat. Ironis. Harus berubah. Dan berubahnya jangan hanya semboyan saja. Dari apa menjadi presisi. Jauh panggang dari api. Di kantor pengurusan SIM saja masih terjadi praktek suap-menyuap. “Laporkan kalau ada yang menemukan”: begitu kata petinggi Polisi. Itu membuat saya ketawa terbahak-bahak. Lah…kalau pencurian di puncak gunung, tentu saya akan lapor. Kalau di rumah pak Polisi sendiri, masak iya harus lapor ? Aaaah…jangan gitupak. Bapak pura-punya nyamar saja, dan berlagak bingung. Pasti bisa nangkap. Aaahgitu kok diajari… Salam.

Johannes Kitono

Virgin Air. Terbang dari Denpasar Bali ke Adedaile selama 5 jam cukup melelahkan. Virgin Air tentu tidak virgin lagi kalau harus disesaki oleh ratusan penumpang yang antri saat check in. Harus diakui dalam hal ini service Garuda jauh lebih baik,walaupun saham GIAA sudah merosot hanya tinggal Rp.106 di bursa ( 26/1/2023 ). Penumpang yang sudah bayar airport tax seolah olah tidak dianggap manusia oleh Mgt Angkasa Pura. Instansi pengelola bandara di seluruh Indonesia. Sudah tahu bahwa penerbangan malam hari selalu ramai kok hanya tugaskan 1 a 2 petugas untuk atur ratusan penumpang. Semuanya harus antri depan check in counter sekitar 2 a 3 jam. Anehnya, disekitar check in counter juga tidak ada outlet jual makanan buat penumpang. Benar benar payah dan minus 2 kali. Penumpang harus antri bergerak desakan dan tidak ada jiwa entreprenershipmgt Angkasa Pura. Apa susahnya kalau buka outlet: Kopi Kenangan, Kopi Bali atau Kopi dari Surga disana. Untung saja proses awal penerbangan ke Adedaile yang tidak enak ini bisa dihibur oleh buku: Diplomasi Ringan dan Lucu. Kisah Nyata karangan M.WahidSupriyadi, Duta Besar RI di Rusia merangkap Republik Belarusia. Diplomat – Jurnalis yang Piawai Menulis dan bukunya enak dibaca.

MirzaMirwan

Saya bukanlah siapa-siapa. Hanya seorang warga negara yang menginginkan institusi Polri punya wibawa di mata rakyat. Caranya, ya setiap anggota Polri harus benar-benar bersikap “to protect and to serve” — melindungi dan melayani — dalam bekerja. Menjadi abdi rakyat, bukan merampok rakyat. Sayang sekali, gegara ulah oknum — saya tetap menyebutnya oknum — polisi yang kurang ajar, marwah Polri jadi runyam. Ibarat nila setitik merusak susu sebelanga. Kasihan anggota Polri lain yang bahkan terkadang bekerja melebihi tuntutan pekerjaannya ikut terkena imbasnya. Kasus penyerobotan ratusan kebun sawit di wilayah hukum Polres Rokan Hilir Riau itu jelas mencoreng wajah Polri. Pengusutan kasus itu tak mungkin dilakukan Polres setempat, karena 7 atau 9 oknum yang disebut dalam podcast UyaKuya kemarin mungkin berasal dari Polres. Jadi harus Polda Riau yang menanganinya. Pengusutannya harus tuntas. Tegas tanpa pandang bulu. Polri tak ingin melihat ada corat-coret “ACAB” atau “1312”, tentu saja. Itu akan terasa sangat menyakitkan bagi polisi-polisi yang jujur, yang mengikuti teladan Jenderal Hoegeng. Saya khawatir kalau-kalau lantaran corat-coret ACAB atau 1312 itu lantas kejujuran mereka menghilang. “Percuma bekerja dengan kejujuran kalau tetap dianggap ‘bastard’,” pikir mereka. Tetapi semoga saja tidak demikian.

Lagarenze 1301

Rasa keadilan dalam diri saya meronta-ronta, tapi tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali menuliskan di kolom komentar CHD ini. Bagaimana bisa kasus KSP Indosurya yang disebut kasus penipuan terbesar di negeri ini dengan angka fantastis Rp 106 triliun, tersangkanya malah divonis bebas oleh hakim PN Jakarta Barat dan diperintahkan segera keluar dari tahanan? Kasus ini masuk ranah pidana ataukah cuma perdata seperti putusan hakim, biarlahMahfud MD dan para ahli hukum yang membahasnya. Kasasi atau tidak, kita tunggu jaksa mengajukannya. Tapi, ada 23 ribu nasabah yang jadi korban. Menunggu keadilan. Lalu, ini kasus lain, bagaimana bisa pembeli apartemen Meikarta malah digugat secara hukum, padahal mereka memperjuangkan hak atas apartemen yang bertahun-tahun tak juga dibangun? Sementara pembayaran cicilan ke bank harus terus dibayar?  Putusan homologasi PN Niaga Jakarta Pusat tahun 2020 yang memperpanjang batas penyerahan unit hingga 2027 juga sangat membuat kening berpikir keras, posisi konsumen kok selemah itu? Perusahaan se-raksasa Meikarta kok sekuat itu? Masih terbayang slogan “The Future is Here Today” yang pada 2017 begitu gencar digembar-gemborkan melalui iklan jor-joran di berbagai platform media. Apakah kasus Meikarta yang katanya proyek bernilai Rp 278 triliun bisa juga disebut kasus penipuan terbesar di negeri ini? (Ahh, sedikit plong rasanya sudah menuliskan uneg-uneg ini….)

Johannes Kitono

Mafia Tanah. Italia terkenal dengan Mafia, LSM yang spesialisasi dibidang : Trading obat, wanita dan senjata.Kehidupan organisasi mafia bisa disaksikan di film God Father. Seperti mengikuti model Italia, now dan sudah lama di Indonesia juga ada : Mafia Pengadilan yang diatur oleh Markus ( Makelar Kasus ) dan selalu dilawan keras oleh Alvin Liem cs. Sayang now Alvin Liem seolah tidak berdaya dan harus nginap di Lapas juga. Selain itu ada Mafia tanah seperti yang di Podcast UyaKuya. Bukan hanya terjadi di daerah justru di daerah Pamulang, yang kalau naik taxi Blue Bird dari sana ke Mahkamah Agung pasti cepat tiba. Oleh Mafia, tanah SHM di Pamulang seluas 3.150 m2 di sulap jadi 3.500 m2 persis diatas tanah 3.150 m2. Saat di PTUN dan para Hakim sidang di lokasi, pemilik tanah 3.150 m2 menang dan BPN serta pemilik tanah 3.500 m2 kalah. Then, mereka naik banding dan mafia pun langsung bermanuver dan menang terus di PT maupun Kasasi. Manusia atau Mafia boleh berkuasa tetapi Tuhan tidak pernah tidur dan tetap membela siapa yang benar. Biarpun sudah menang ternyata pemilik tanah 3.150 m2 tiba tiba *dipanggil* Tuhan mungkin diminta tanggung jawab atas perbuatannya. Semoga ybs sempat kasih mimpi atau wangsit kepada para ahli warisnya. Mengembalikan tanah 3.150 m2 yang memang bukan miliknya. Untuk meringankan dosa yang telah dibuatnya supaya Tuhan bersedia meringankan hukumannya.

azidlim

Sejak proklamasi Indonesia oleh Soekarna Hatta secara de facto kota Bagansiapiapi maupun Tanah Putih dan sekitarnya secara pengamanan wilayah masih dijaga oleh Polisi Tionghoa dengan bantuan sisa tentata Jepang .Baru sekitar tahun 1950 an para pejuang Republik Indonesia baru berhasil menguasai secara de jure dan de facto kota Bagansiapiapi dan sekitarnya .Selama perjalanan pemerintahan RI dari tahun 1950 an sampai sekarang , kota ini persis berjalan autopilot sendiri dengan kondisi diciptakan sedemikian rupa seperti raja2 kecil pemerintahan dan polisi polisi India sangat dominan di kota ini. Para Tionghoa seperti saya selalu mendapat diskriminasi dari para polisi kota ini maka tidak heran kasus perampasan kebun sawit ini terjadi seperti yang diberitakan .Segi pengamanan di kota Bagansiapiapi adalah barang langka dan mahal.

Lukman bin Saleh

Katanya lembaga kepolisian terbaik di dunia adalah polisi Jepang. Saya googling dg keyword kepala polisi Jepang. Tidak ada satupun fotonya dg pakaian ala militer. Dengan bintang bertaburan. Kemudian saya ganti dg keyword kepala polisi Indonesia. Masyaallooh… tidak ada satupun foto ygnongol tanpa deretan bintang2. Di pundak, di topi, di kerah baju, sampai di background. Adakah polisi negara2 maju di dunia seperti polisi Indonesia? Punya jendral2 berbintang, yang seperti sedang main tentara2an… #ReformasiPolisiKita

Leong putu

Baiknya, Polisi statusnya saat jam kerja saja. Di luar jam kerja, biarlah mereka jadi masyarakat sipil. Segala kepangkatan dan senjata tersimpan di kantor saja. #asalusul_usulasal.

AgusSuryono

PODCAST DI INDONESIA.. PODCAST, berasal dari kata POD (playable on demand), dan BROADCAST. Pengembang yang pertama kebetulan adalah seorang jurnalis. Saat ini di Indonesia, perkembangan podcast pesat sekali. Satu dan lain adalah karena fasilitas internet dan pengguna internet du kita yang makin lumayan. Kontennya mulai dari A sampai Z. Banyak podcaster yang sekarang jadi kaya raya, meskipun masih muda. Banyak juga tokoh senior yang memilih pensiun, dan beralih profesi menjadi podcaster. Kalau pemerintah tidak waspada, perkembangan podcast bisa merugikan bangsa dan negara. Pemerintah harus mulai memikirkan podcast tertentu, dipersyaratkan perijinan dan pengaturan. Termasuk sanksi hukumnya. #pun ngotenmawon..

Eyang Sabar56

Kang @Otong, sy jadi teringat peyan punya pengalaman. Thn 2009, sy pernah melakukan hal yg sama, bedanya ketika mantan pacar (isteriyg sekarang) tahu syygmberesinbh seisi rmh, semua baju sy juga diumpetin. Nyaris seminggu ndk pernah ganti baju. Dan Alhamdulillah durian yg ditaruh kutang/bh sampai sy jual ndk pernah berbuah.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Sel Janin

Monday, 15 June 2026
--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
Next Post
Polemik Sawit Popayato, 4 Fraksi DPRD Pohuwato Rekomendasikan Bentuk Pansus

Polemik Sawit Popayato, 4 Fraksi DPRD Pohuwato Rekomendasikan Bentuk Pansus

Discussion about this post

Rekomendasi

The 30th AHM Technical Skill Contest 2026, Teknisi Sinar Krida Gorontalo Juara

The 30th AHM Technical Skill Contest 2026, Teknisi Sinar Krida Gorontalo Juara

Thursday, 18 June 2026
Pebalap Binaan Astra Honda Cetak Sejarah, Ramadhipa Terkencang di Moto3 Estoril

Pebalap Binaan Astra Honda Cetak Sejarah, Ramadhipa Terkencang di Moto3 Estoril

Thursday, 18 June 2026
Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

Dukung PENAS XVII Gorontalo, Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan BBM Lancar

Thursday, 18 June 2026
Polda Gorontalo akan memperketat pengamanan di wilayah, jelang pelaksanaan kegiatan PENAS Petani Nelayan ke-XVII.

Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

Wednesday, 17 June 2026

Pos Populer

  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dukung Edukasi Jurnalis dan Pelajar, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Kupas Tuntas UU ITE dan Hak Cipta

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • The 30th AHM Technical Skill Contest 2026, Teknisi Sinar Krida Gorontalo Juara

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pebalap Binaan Astra Honda Cetak Sejarah, Ramadhipa Terkencang di Moto3 Estoril

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.