Gorontalopost.id – Bau busuk yang sangat menyengat disertai lolongan anjing. Seperti itulah yang dirasakan Abdulrahman Dunggio (33) saat tiba di perkebunan puncak bukit Dusun Dumati, Desa Miranti, Kecamatan Tapa. Pria warga jalan Jeruk Kota Tengah Kota Gorontalo yang awalnya hendak mencari ayam hutan ini, malah menemukan seorang pria inisial TA, (39), yang dalam posisi gantung diri, Selasa (15/11/22).
Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, penemuan pria yang gantung diri itu bermula ketika Abdulrahman Dunggio pergi ke puncak bukti Miranti mencari ayam hutan sekitar pukul 05.00 Wita.
Sekira pukul 06.00 Wita saat akan melewati gubuk, mendengar gonggongan anjing yang berasal dari sebuah gubuk, saat menghampiri gubuk, bepata kagetnya Abdulrahman Dunggio mulai mencium bau aroma busuk. Saat dicek ternyata bau busuk itu bersumber dari korban dalam posisi tergantung digubuk, dan dikerumuni lalat. Spontanitas Abdulrahman bergegas menuju ke pemukiman untuk menyampaikan apa yang disaksikannya kepada pihak pemerintah desa,keluarga dan Polsek Tapa.
Kapolsek Tapa Iptu Atmal Fauzi SH saat dikonfirmasi wartawan koran ini mengatakan, dirinya langsung ke lokasi kejadian memimpin langsung proses identifikasi serta evakuasi korban setelah menerima informasi dari warga. Mantan Kapolsek Dungingi itu mengungkapkan, sebelum ditemukan gantung diri, pada Sabtu (12/11/22), korban sempat berpamitan pergi ke kebun untuk memberi makan hewan peliharaannya, namun hingga Selasa tadi belum juga pulang kerumah, yang ternyata malah ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung. Diungkapkan Ketua Tim Da’i Polri ini, proses evakuasi terhadap korban cukup dramatis, selain harus melintasi beberapa anak sungai serta jalan setapak yang sungguh terjal. Juga korban harus diangkat menggunakan tandu yang hanya beralaskan karung. Personel Polsek Tapa dibantu warga akhirnya berhasil membawa korban hingga rumah duka.
Setelah dilakukan identifikasi oleh Kaur Identifikasi Polres Bone Bolango Aipda Saipul, ternyata korban meninggal dunia karena murni gantung diri. Ini ditandai dengan ditemukannya bukti rill di lokasi kejadian maupun di tubuh korban. Ciri – ciri korban adanya bekas jeratan tadi di leher korban, penis mengeluarkan sperma dan lidah menjulur keluar.
“Berdasarkan keterangan sejumlah saksi termasuk pihak keluarga korban, bahwa korban yang belakangan diketahui masih lajang itu diduga depresi karena saat ini terlibat dalam masalah kejahatan terhadap kesusilaan yang sedang ditangani di Polres Bone Bolango
,”ungkap Atmal. Untuk itu pihak keluarga korban tidak keberatan dengan kejadian yang dialami oleh korban, hal tersebut dikuatkan dengan surat pernyataan penolakan otopsi atau visum dan korban langsung dilakukan prosesi pemakaman. (roy)










Discussion about this post