logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Ulama Syiah Ditembak Mati di Kota Suni, Iran Makin Tak Terkendali

Aslan by Aslan
Friday, 4 November 2022
in Headline
0
Ulama Syiah Ditembak Mati di Kota Suni, Iran Makin Tak Terkendali

Belum selesai demo antipemerintah yang dipicu kematian Mahsa Amini, Republik Islam Iran kini menghadapi ancaman konflik sektarian klasik antara Suni versus Syiah. Foto: AFP

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

gorontalopost.id, TEHRAN – Konflik sektarian antara kaum Sunni dan Syiah di Iran kembali memanas saat stabilitas republik Islam tersebut masih diguncang gelombang demonstrasi pendukung Mahsa Amini yang terus meluas.

Kantor berita milik pemerintah, IRNA, melaporkan bahwa seorang ulama Syiah telah ditembak mati di Zahedan, kota yang sebagian besar penduduknya adalah kaum Suni, Kamis (3/11).

“Satuan tugas khusus telah dibentuk untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” kata Ahmad Taheri, komandan polisi provinsi Sistan-Baluchistan.

IRNA menyebut ulama yang meninggal itu bernama Sajjad Shahraki.

Related Post

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Kematian Zahedan dikritik secara luas, termasuk oleh seorang ulama Suni terkemuka yang mengatakan para pejabat senior rezim Syiah, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei harus bertanggung jawab di hadapan Tuhan.

Zahedan merupakan lokasi salah satu bentrokan paling berdarah antara aparat keamanan dengan demonstran pro-Amini.

Amnesty International mengatakan pasukan keamanan menewaskan sedikitnya 66 demonstran di kota tersebut pada 30 September lalu.

Tak lama setelah itu, komandan dan kepala kantor polisi setempat dipecat oleh otoritas yang berwenang.

Demonstrasi nasional, yang selalu diwarnai seruan kematian bagi Khamenei, telah menjadi unjuk rasa antipemerintah paling lantang sejak Revolusi Islam 1979.

Iran menyalahkan musuh asing dan agen mereka atas protes dan menuduh mereka mencoba mengacaukan negara.

Zahedan, dekat perbatasan tenggara Iran dengan Pakistan dan Afghanistan, adalah rumah bagi minoritas Baluch yang diperkirakan berjumlah hingga 2 juta orang yang telah menghadapi diskriminasi dan penindasan selama beberapa dekade, menurut kelompok hak asasi manusia.

Wilayah Sistan-Baluchistan di sekitar Zahedan adalah salah satu yang termiskin di negara itu dan telah menjadi sarang ketegangan di mana pasukan keamanan Iran telah diserang oleh militan Baluch.

Empat puluh pengacara hak asasi manusia terkemuka Iran secara terbuka mengkritik teokrasi Syiah Iran, mengatakan tindakan keras yang telah menghancurkan perbedaan pendapat selama beberapa dekade tidak akan lagi berhasil dan pengunjuk rasa yang mencari tatanan politik baru akan menang.

“Pemerintah masih tenggelam dalam ilusi dan percaya dapat menekan, menangkap dan membunuh untuk membungkam,” kata pengacara, beberapa di dalam negeri dan beberapa di luar, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Reuters.

“Tetapi banjir orang pada akhirnya akan menghapus pemerintahan karena kehendak ilahi berpihak pada rakyat. Suara rakyat adalah suara Tuhan.”

Siapa pun di wilayah Iran berisiko besar ditangkap karena membuat komentar semacam itu.

Namun, pernyataan para pengacara itu adalah gambaran bagaimana semakin banyak orang Iran kini tidak lagi dibayangi oleh ketakutan akan hukuman keras negara.

Di antara pengacara yang menandatangani pernyataan itu adalah Saeid Dehghan, yang telah mewakili dua warga negara yang dipenjara di Iran atas tuduhan terkait keamanan.

Yang lainnya adalah Giti Pourfazel, yang termasuk di antara aktivis yang dipenjara karena menandatangani surat terbuka pada 2019 yang mendesak Khamenei untuk mengundurkan diri. Dia dibebaskan pada tahun 2021.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan ratusan orang berkumpul pusat kota Karaj untuk memberi penghormatan kepada Hadis Najafi, seorang wanita muda yang ditembak mati oleh pasukan keamanan, menurut saudara perempuannya dan media sosial.

Para pengunjuk rasa di Karaj, yang terletak di sebelah barat ibukota Teheran, terlihat dalam sebuah video online membakar dan merobek “abah”, jubah panjang yang dikenakan ulama Syiah.

Seorang anggota milisi garis keras Basij tewas di Karaj dan lima petugas polisi terluka dalam sebuah kerusuhan, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan.

Human Rights Watch mengatakan pihak berwenang Iran telah meningkatkan serangan mereka terhadap perbedaan pendapat dan protes yang meluas dengan mengajukan tuntutan keamanan nasional yang meragukan terhadap aktivis yang ditahan dan melakukan pengadilan yang sangat tidak adil.

“Aparat keamanan Iran yang kejam menggunakan setiap taktik dalam bukunya, termasuk kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa, menangkap dan memfitnah pembela hak asasi manusia dan jurnalis, dan pengadilan palsu untuk menghancurkan perbedaan pendapat yang meluas,” kata Tara Sepehri Far, peneliti senior Iran di Human Rights Watch.

“Namun setiap kekejaman baru hanya memperkuat mengapa orang Iran menuntut perubahan mendasar pada otokrasi yang korup.” (reuters/dil/jpnn)

Tags: irankonflik suni syiahsyiahulama syiah ditembak

Related Posts

Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026
Mohammad Kilat Wartabone Semasa Hidup

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Monday, 8 June 2026
Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Saturday, 6 June 2026
Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Friday, 5 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea disambut para guru saat membuka SPMB tahun 2026 tingkat Kota Gorontalo, Rabu (3/6). (foto: istimewa)

Wali Kota Gorontalo Siap Pasang Badan untuk Guru, Adhan: Jangan Lagi Ada Kriminalisasi

Thursday, 4 June 2026
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Arie Suwandani. (F. Istimewa)

Gaji 13 Cair Hari Ini, Rp 120,59 M Dikucurkan DJPb Gorontalo

Tuesday, 2 June 2026
Next Post
Rektor – Kapolda Tanda Tangan Kerjasama, Tingkatkan Kualitas SDM Anggota Polri

Rektor - Kapolda Tanda Tangan Kerjasama, Tingkatkan Kualitas SDM Anggota Polri

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.