Gorontalopost.id – Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang cara menangani dismenorhoe dapat berdampak buruk bagi kesehatannya khususnya alat-alat reproduksi. Dampak dari dismenorhoe (nyeri haid) berupa gangguan aktivitas sehari-hari dan menurunnya kinerja yaitu biasanya mengalami mual, kadang disertai muntah dan diare. Masih banyak wanita yang menganggap nyeri haid sebagai hal yang biasa , mereka beranggapan 1-2 hari sakitnya akan hilang. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh remaja untuk mengurangi dismenorhoe adalah dengan menggunakan teknik relaksasi, olahraga dan yoga.
Senam yoga saat dismenorhoe merupakan latihan yang terdiri dari Gerakan fisik, pernafasan dalam, dan meditasi untuk meringankan pada saat nyeri haid. Gerakan yoga saat menstruasi dapat dikonsentrasikan untuk menstimulasi area pinggul, selangkangan, organ kewanitaan, perut bagian bawah, paru-paru, jantung, sistem saraf, dan otak.
Keterlibatan masyarakat sebagai komunitas dalam hal ini remaja putri di desa pentadio timur (karang taruna) tempat tinggal anak santri tentunya sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanganan dismenorhoe bekelanjutan, yaitu dukungan dari pihak tenaga pendidik pondok Pesantren dandari masyarakat yaitu Aparat desa, karang taruna, dan puskesmas di wilayah setempat. Dengan demikian untuk meningkatkan kesehatan remaja pada umumnyabisa teratasi dengan cepat.Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang Pemberdayaan Guru dan Karang Taruna Dalam Pelaksanaan Senam Yoga Terhadap Penurunan Dismenorhoe Remaja Pondok Pesantren Al Islam Desa Pentadio Timur Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan pengabdian masyarakat Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini diketuai oleh Juli Gladis Claudia S.S.T, M.Kes Anggota Dosen Nancy Olii, S.SiT, MPH dan Fatmawaty Ibrahim, S.SiT, M.Keb dan 3 orang mahasiswa jurusan kebidanan dimulai pada bulan April dan ditutup pada tanggal 15 september 2022 oleh kepala pusat penelitian dan pengabmas poltekkes Gorontalo bpk Paulus Pangalo, SKM, M.Kes. Kegiatan penutupan pengabmas di hadiri oleh Tim dosen, dan mahasiswa jurusan kebidanan karang taruna desa pentadio timu, guru pasantren al islamdan dihadiri oleh Kepala Pondok Pasantren Al Islam Muhammad Harmin, S.Pd I , Kepala desa pentadio timur Rahman Adam,S.H, dan yang mewakili Kepala Puskesmas Telaga Biru KTU bapak Abdul Aziz Bunga, SKM
“Manfaatnya kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan santriwati dan remaja putri desa pentadio timur dalam penanganan dismenorhoe (nyeri haid)melalui senam yoga yang sangat mudah dilakukan tanpa harus meminum obat kimia,” ujar ketua tim Juli Gladis Claudia S.S.T, M.Kes. (wan/adv)












Discussion about this post