Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Provinsi Gorontalo mengalami inflasi bulanan ( m-to-m) sebesar 0.83 persen. Sementara inflasi tahunan (Februari 2026 terhadap Februari 2025) Gorontalo mengalami inflasi sebesar 5,30 persen. BPS juga mencatat inflasi tahun kalender (Februari 2026 terhadap Desember 2025) dilevel 1,12 persen.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dr.Watekhi dalam keterangan persnya menjelaskan, inflasi Gorontalo tersebut dipicu oleh beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok pemicu inflasi tertinggi dengan nilai inflasi mencapai 1,8 persen.
“Selain kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok lain yang memberi andil inflasi yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,78 persen. Diperingkat ketiga yakni kelompok penyedia makanan dan minuman restoran memberi andil inflasi sebesar 0,71 persen,”jelas Watekhi dalam rilis resminya. Senin, (2/3).
Cabai rawit atau rica menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan (m-to-m) di Gorontalo pada Februari 2026. Rica menyumbang andil inflasi sebesar 0,39 persen.
Diperingkat kedua ada tomat yang menyumbang angka inflasi 20 persen, disusul emas perhiasan 0,16 persen. Ikan layang/ikan benggol sebesar 0,15 persen. Es turut menyumbang angka inflasi 0,04 persen.
Sementara telur ayam ras, ikan tuna dan minyak goreng masing-masing menyumbang angka inflasi sebesar 0,03 persen serta daging ayam dan terong, dimana kedua komoditas ini menyumbang angka inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen.
Inflasi bulanan Provinsi Gorontalo termasuk terendah dibandingkan dengan inflasi tahunan yang mengalami peningkatan cukup signifikan di 5,30 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh inflasi umum yang terjadi pada beberapa kelompok diantaranya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan nilai inflasi sebesar 17,50 persen.
Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,60 persen sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang andil inflasi sebesar 5,99 persen. (lyd)














Discussion about this post