logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Headline

Bocor Lagi Bocor Lagi, Menkominfo Ultah, Datanya Diobral Bjorka

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 13 September 2022
in Headline
0
Bocor Lagi Bocor Lagi, Menkominfo Ultah, Datanya Diobral Bjorka

Ilustrasi

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.id – Rentetan kebocoran data nyaris terjadi setiap hari sebulan terakhir. Setelah PLN, Indihome, data kampus, data sekolah, data penduduk, database 21 ribu perusahaan, kini kembali tersebar 1,3 Miliar data registrasi sim card masyarakat. Data tersebut dijual seharga USD 50 ribu atau sekitar Rp 700 juta. Di mana, transaksi hanya menggunakan mata uang kripto. Bahkan data pribadi sejumlah pejabat juga diretas, Menteri Kominfo (Menkominfo) Johnny G.Plate, tak lepas dari sasaran dibocorkan data ke publik,tepat hari ulang tahunnya yang ke 66 pada 10 September 2022. Termasuk, peretas juga menyebut mengetahui data rahasia Presiden Joko Widodo.

Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengungkapkan, kebocoran pertama diunggah pada Selasa (31/8) siang oleh anggota forum situs breached.to dengan nama identitas ‘Bjorka’. Akun yang juga membocorkan data riwayat pelanggan Indihome beberapa waktu lalu. Pengunggah tersebut juga memberikan sample data sebanyak 1,5 juta data.

Pratama mengemukakan, data pastinya berjumlah 1.304.401.300 baris dengan total ukuran mencapai 87 GB. Data berupa nomor induk kependudukan (NIK), nomor ponsel, nama provider, dan tanggal registrasi. Ketika sampel data dicek secara acak dengan melakukan panggilan beberapa nomor, ternyata nomor tersebut masih aktif.

”Berarti dari 1,5 juta sampel data yang diberikan merupakan data yang valid,” ujarnya. Artinya, semua nomor ponsel di Indonesia sudah bocor baik itu sim card prabayar maupun pascabayar. Kondisi ini pun dinilainya sangat rawan, terlebih jika digabungkan dengan data-data kebocoran yang lain. Data bisa menjadi data profile lengkap dan dapat dijadikan data dasar dalam melakukan tindak kejahatan penipuan atau kriminal yang lain.

Related Post

Wakil Gubernur Idah Syahidah Ikuti Diskusi Terpumpun Terkait Transpormasi Sulampua

Pemprov Gorontalo Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Gubernur Gusnar Ismail Canangkan Gerakan ASN Pemprov Mengaji

Kantor Wali Kota Baru, Adhan Targetkan Rampung Sebelum 2029

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Saat ini, lanjut dia, sumber data masih belum jelas. Apalagi, pihak Kominfo, Dukcapil, maupun operator seluler kompak membantah bahwa data tersebut berasal server mereka. Namun, yang harus digarisbawahi, yang memiliki dan menyimpan data sim card masyarakat hanya ketiga pihak tersebut.

Karenanya, untuk benar-benar mengetahui letak kebocoran, Pratama menyarankan untuk dilakukan audit dan investigasi digital forensic. ”Sangat mustahil jika data yang bocor ini tidak ada yang mempunyainya,” tegasnya.

Ia sendiri menduga data tersebut milik Kominfo. Hal ini diketahui dari sample data yang dibagikan merupakan data dari semua operator, yang mana hanya Kominfo yang bisa memiliki data ini. ”Tapi kita perlu pastikan dulu,” sambungnya.

Diakuinya, belum adanya undang-undang perlindungan data pribadi di Indonesia menjadikan kebocoran data seolah lumrah terjadi. Sehingga, tidak ada upaya memaksa dari negara kepada penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk bisa mengamankan data dan sistem yang mereka kelola dengan maksimal.

”Karena selama ini selain tidak ada sanksi yang berat dan belum adanya UU PDP, sehingga pasca kebocoran data tidak jelas apakah lembaga bersangkutan sudah melakukan perbaikan atau belum,” bebernya.

Terkait kebocoran data simCard, Kementerian Kominfo mengeluarkan pernyataan resmi awal september lalu. Dalam pernyataan tanpa nama pejabat tersebut, Kominfo menyatakan bahwa kebocoran tersebut bukan berasal dari data yang tersimpan di Kominfo. “Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan penelusuran internal.

Dari penelusuran tersebut, dapat diketahui bahwa Kementerian Kominfo tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar,” bunyi pernyataan tersebut. Namun Kominfo menyatakan saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait sumber data yang bocor tersebut serta hal-hal lain yang menyangkut kebocoran. “Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kementerian Kominfo,” lanjut pernyataan tersebut.

DATA MENKOMINFO

Sebelumnya antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan peretas dari forum hacker bernama samaran Bjorka sempat saling bersinggungan. Hal ini setelah rangkaian kebocoran data diungkap dan dibocorkan Bjorka di forum hacker breached.to.

Bjorka ini sempat juga menyinggung Kemenkominfo dan meminta Kementerian ini untuk tidak berlaku idiot. Dibalas dan ditanggapi, Menkominfo Johnny G.Plate bilang kalau hacker Bjorka tidak etis dan tidak pantas berkata demikian.

Kembali sengit, Bjorka ini terbaru melakukan doxing atau penyebaran data yang pribadi diduga milik Menteri Johnny G. Plate pada Sabtu (10/9), bertepatan di hari ulang tahunnya ke-66. “Happy birthday,” tulis Bjorka di grup telegram Bjorkanism pada Sabtu siang.

Aksi ini juga viral di Twitter melalui akun DarkTracer. “Aktor jahat “Bjorka” membocorkan informasi identitas pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia dan mengejeknya,” tulis akun seputar hacker itu diterjemahkan dari bahasa Inggris. Bersama ucapan tersebut, Bjorka juga melakukan doxing dengan melampirkan sejumlah data-data pribadi yang diduga milik Johnny, seperti NIK, nomor Kartu Keluarga, alamat, nomor telepon, nama anggota keluarga, hingga nomor vaksin.

Saat ditelusuri dengan memeriksa nomor NIK yang disebarkan Bjorka lewat grup Telegram tersebut, hasilnya mengejutkan. Data tersebut sama dengan data Johnny yang tertera di situs KPU.

Hacker Brjorka itu sendiri merupakan dalang dibalik peretasan 1,3 miliar data pendaftaran SIM Card yang bocor pada Rabu (31/8). Bjorka yang belum diketahui apakah perorangan atau kelompok ini berulah lagi dengan mengklaim telah membocorkan dokumen rahasia Presiden mengancam membobol data.

Terkait dengan hal ini, tak satupun pihak Kemenkominfo memberikan tanggapan. Apakah doxing dan data yang disebar terkait data pribadi Menteri Johnny valid atau tidak. Namun, sebelumnya, bersamaan dengan diskusi Polemik terkait Darurat Perlindungan Data Pribadi pada Sabtu (10/9) pagi, Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta baik itu Lembaga atau Institusi pemerintah untuk tidak saling lempar tanggung jawab terkait kebocoran data.

“Ini perasaan saya mudah-mudahan hanya perasaan saya saja, yang saya lihat semua pihak ini saling lempar tanggung, harusnya tidak, jangan reaktif, telusuri dulu,” ujar Sukamta. Sukamta menambahkan, dari pada seluruh pihak saling lempar tanggung jawab, sebaiknya dengan rangkaian kasus kebocoran data yang terjadi, pihak-pihak yang merasa mengelola data publik untuk menyiapkan mitigasi sebaik-baiknya. ’’Zaman sekarang kan sudah canggih, kalau dulu komputer biasa, sekarang sudah super komputer, artinya perlu diupdate mitigasinya. Dibuat enkripsi yang lebih canggih dari pada saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab,” terang Sukamta. (jp)

Tags: data bocor

Related Posts

Pelaksanaan Diskusi Terumpun terkait Transformasi Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Menuju Global Logistics Hub yang digelar di Aula Lantai 6 Gedung Keuangan Negara (GKN) Manado, Senin (19/1/2025). (Foto – Fadly-Diskominfotik).

Wakil Gubernur Idah Syahidah Ikuti Diskusi Terpumpun Terkait Transpormasi Sulampua

Tuesday, 20 January 2026
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pencanangan gerakan membaca Al-Qur’an di kalangan ASN oleh Gubernur Gusnar Ismail, bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (16/1/2025). (Foto : Dok-Pemprov/Valen)

Pemprov Gorontalo Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Gubernur Gusnar Ismail Canangkan Gerakan ASN Pemprov Mengaji

Monday, 19 January 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea tengah melihat denah tanah Terminal 42 yang akan dijadikan kantor wali kota, Kamis (15/1/2026). (Foto: Pemkot Gorontalo)

Kantor Wali Kota Baru, Adhan Targetkan Rampung Sebelum 2029

Monday, 19 January 2026
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026
Ilustrasi--

ASN Pemprov, Duh, Gaji Blum Maso

Thursday, 15 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Next Post
Hacker Bjorka Bocorkan Data Pribadi Mahfud MD, Menko Polhukam: Saya Tak Ambil Pusing

Hacker Bjorka Bocorkan Data Pribadi Mahfud MD, Menko Polhukam: Saya Tak Ambil Pusing

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025
Operasi penertiban PETI di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo oleh tim gabungan Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Polres Boalemo, Polsek Paguyaman dan TNI beberapa waktu lalu. (Foto: dok-Gorontalo Post).

DPR: Prabowo Percepat Regulasi Tambang Rakyat

Tuesday, 20 January 2026

Pos Populer

  • Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

    Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    201 shares
    Share 80 Tweet 50
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.