logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Tinta Elizabeth

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 10 September 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh

 Dahlan Iskan

ANDA mungkin pernah ikut berdoa: semoga Ratu Elizabeth bisa mencapai usia 100 tahun. Saya juga.

Waktu perayaan 70 tahun menjadi Ratu Inggris Februari lalu, dia masih terlihat begitu sehat. Pun setelah suami Ratu, Philip, meninggal dunia April tahun lalu, di usia 99 tahun.

Dua bulan lalu Ratu tetirah ke Istana Balmoral. Di pedalaman Skotlandia. Jauh di utara. Masih sekitar 150 km di utara Edinburgh. Itulah tempat istirahat kesukaan Ratu. Yang dibeli kerajaan di tahun 1850-an. Udaranya sejuk di musim panas seperti sekarang ini, dan cukup hangat di musim dingin.

Bahwa Ratu tidak kunjung kembali ke London Anda sudah tahu: di sana Ratu sakit. Tidak berat. Hanya tidak memungkinkan segera balik ke Istana yang di London.

Related Post

Sel Janin

Bagi Hasil

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Ketika persoalan politik di Inggris memuncak Ratu mengikuti perkembangannya dari Balmoral. Perdana Menteri Boris Johnson jatuh. Calon penggantinya mengerucut tinggal dua orang. Salah satunya keturunan India: Rishi Sunak. Tapi wanita kulit putih kelahiran Oxford yang akhirnya terpilih: Liz Truss, 47 tahun.

Setelah wali kota London dijabat keturunan Pakistan, hampir saja perdana menteri Inggris dijabat Sunak. Ia kalah suara di pemilihan dalam partai konservatif:

81,326 suara lawan 60,399.

Setelah terpilih Liz harus menemui Ratu. Wajib. Untuk mendapatkan pengesahan sebagai perdana menteri Inggris yang baru.

Hari itu Ratu Elizabeth masih bisa menemui Liz di Balmoral. Masih berdiri, berjalan dan menjabat tangan Liz. Senyumnya juga masih khas Ratu Elizabeth. Tidak ada tanda Ratu akan meninggal dunia dua hari kemudian.

Liz adalah perdana menteri Inggris  ke 15 yang disahkan Ratu Elizabeth. Pemimpin pemerintahan  terus berganti tapi Ratunya tetap sama: selama 70 tahun.

Gejolak terbesar selama 70 tahun itu justru datang dari dalam kerajaan. Yakni ketika Pangeran Charles menduakan Lady Diana, istrinya. Lady Di begitu hidup di hati rakyat Inggris. Juga di luar Inggris. Kecantikannyi, keanggunannyi, dan keibuannyi begitu cocok bisa menjadi permaisuri Raja Inggris berikutnya. Tapi Charles jatuh cinta ke wanita lain yang Anda pun malas menyebutkan namanyi.

Ratu Elizabeth menghadapi gejolak itu tanpa komentar apa pun.

Elizabeth sebenarnya tidak punya  harapan jadi Ratu Inggris. Yang lebih berhak adalah sepupunya: anak dari pakde-nya, Raja Edward VIII.

Edward menjadi raja Inggris hanya 11 bulan. Padahal ia tidak hanya raja Inggris. Ia raja di banyak sekali negara. Termasuk India. Tapi Edward jatuh cinta habis-habisan kepada seorang janda Amerika. Janda dua kali. Ia pilih janda itu. Ia tinggalkan istana. Ia lepaskan haknya sebagai raja. Umurnya 42 tahun.

Edward memang memusingkan ayahnya. Soal wanita. Soal istri orang. Soal pesta mudanya di Paris, pun di zaman perang. Menurut majalah TIME, Sang ayah pernah mengatakan ”semoga Edward tidak pernah kawin dan tidak punya anak”. Kelangsungan kerajaan Inggris bisa suram akibat kelakuan Edward.

Maka ketika Edward meletakkan haknya sebagai Raja Inggris, rakyat tidak lagi kaget. Bahkan bersuka ria.

Waktu itu Elizabeth masih berumur 10 tahun. Dia pemalu. Sampai dapat julukan Lilibet. Ia suka menyalahkan dirinyi sendiri. Tidak suka mencari kambing hitam. Waktu kecil, ketika merasa sulit belajar bahasa Prancis dia sampai menyiramkan tinta ke badannyi.

Ketika Raja Edward memilih wanita ketimbang takhta, ayah Elizabeth pun tiba-tiba jadi Raja Inggris: King George VI. Dan Elizabeth menjadi Princes. Lalu jadi Ratu. Jadilah Elizabeth ratu Inggris yang luar biasa.

Kisah ”pilih wanita daripada takhta” Raja Edward VIII ini abadi dalam love story. Maka nama Wallis Simpson harus dicatat sebagai bintang daya tariknya.

Waktu bertemu Edward VIII, sebenarnya Wallis sudah berumur sekitar 31 tahun. Saat itu dia masih dalam status sebagai istri dari suaminyi yang kedua: Ernest Simpson. Dia sudah lima tahun menjadi istri Simpson. Nama Wallis Simpson diambil dari nama belakang suami keduanyi itu.

Wallis kawin pertama di umur 20 tahun. Dengan Win Spencer, seorang anggota Marinir. Mereka baru bercerai setelah 9 tahun menikah.

Dalam publikasi documentary, disebutkan Wallis tidak tergolong cantik. Rahangnya terlalu besar untuk ukuran wanita cantik. Dia juga tergolong mungil untuk ukuran wanita Amerika. Tapi matanyi hijau kecokelatan. Geraknyi lincah dan enerjetik. Vitalitasnyi menonjol.

Edward jatuh cinta.

Pun Wallis.

Status perkawinan tidak seluas lautan. Edward memutuskan menyerahkan takhta kepada adiknya. Wallis menceraikan suami keduanyi. Mereka kawin.

Gosip tentang mereka ini tidak habis-habisnya. Jarak Inggris-Amerika menjadi begitu dekatnya.

Edward VIII meninggal dunia tahun 1972, di usia 76 tahun. Di Paris. Pasangan ini memang lebih banyak hidup di Paris. Edward dimakamkan di Inggris.

Wallis dua tahun lebih muda. Tapi begitu Edward meninggal dia  langsung hilang dari perbincangan.

Topik baru di Inggris kini pindah ke Raja baru: Pangeran Charles. Dengan gelar resmi King Charles III. Di usia 73 tahun.

Charles –dan keluarga kerajaan– memang menyusul ke Balmoral di hari-hari akhir Ratu Elizabeth. Charles menerima warisan kerajaan di situ. Ia masih harus menunggu pengumuman resmi dari satu dewan sesepuh Inggris. Dewan ini terdiri dari para senior di parlemen yang sekarang maupun yang sudah lewat. Ditambah ketua persemakmuran –negara-negara bekas jajahan Inggris.

Liz Truss punya kenangan begitu khusus. Ia jadi perdana menteri di hari-hari akhir Ratu Elizabeth. Ini menambah kepopulerannyi. Dia perlu itu. Dia lagi membuat program subsidi energi untuk rakyat Inggris. Dia perlu utang untuk subsidi itu.

Rakyat Inggris lagi harap-harap cemas menghadapi musim dingin. Harga gas naik terus seiring dengan perang di Ukraina yang berkepanjangan.

Jadi Ratu Inggris tidak dia harapkan. Memerintah begitu lama tidak dia bayangkan. Umur begitu panjang berakhir dengan begitu husnul khatimah. Nikmat apalagi yang masih harus didustakan. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Sel Janin

Monday, 15 June 2026
--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
Next Post
Harga Ayam Potong Anjlok, Ukuran 3 Kg Dijual Rp65 Ribu per Ekor

Harga Ayam Potong Anjlok, Ukuran 3 Kg Dijual Rp65 Ribu per Ekor

Discussion about this post

Rekomendasi

Gubernur Sherly Disambut Paling Heboh, Presiden: Seperti Pemenang Piala Citra

Gubernur Sherly Disambut Paling Heboh, Presiden: Seperti Pemenang Piala Citra

Wednesday, 24 June 2026
BANGKITKAN UMKM- Wagub Idah Syahidah RH foto bersama dengan pemenang lomba pada kegiata Pesona Serligo 2026 yang digagas Bank Indonesia Gorontalo, Senin (22/6) malam. (foto: dok-diskominfotik/nova)

Wagub Apresiasi Pesona-Serligo, Transaksi Meningkat, Bukti UMKM Gorontalo Berkembang

Wednesday, 24 June 2026
Taman RTH Moodu yang dipenuhi pohon rindang jadi pilihan masyarakat untuk berteduh di siang hari yang cukup panas saat ini. (Foto: Roy/Gorontalo Post)

Banyak Pohon Rindang, RTH Moodu Jadi Alternatif Bersantai Siang Bolong

Wednesday, 24 June 2026
Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota AKP Akmal Novian Reza, saat memberikan keterangan pers, Selasa (23/6) (F. Natharahman/ Gorontalo Post)

Viral Polisi Adu Mulut Dengan Pengemudi Pick-UP

Wednesday, 24 June 2026

Pos Populer

  • Suasana Street Food Kota Tua yang dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo dipadati pengunjung, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Thia Nasarudin)

    Gagasan Adhan Berbuah Manis, Kawasan Kota Tua Kembali Bergeliat di Malam Hari

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dilantik Kembali Pimpin NasDem Gorontalo, Rachmat Gobel Ajak Kader Bergerak dan Berkarya

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Gubernur Sherly Disambut Paling Heboh, Presiden: Seperti Pemenang Piala Citra

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Wagub Apresiasi Pesona-Serligo, Transaksi Meningkat, Bukti UMKM Gorontalo Berkembang

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Banyak Pohon Rindang, RTH Moodu Jadi Alternatif Bersantai Siang Bolong

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.