Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kawasan Kota Tua Gorontalo yang selama bertahun-tahun cenderung sepi setelah aktivitas perdagangan berakhir, kini mulai menunjukkan wajah baru. Sabtu (20/6/2026) malam, ruas Jalan Jenderal Suprapto dipadati masyarakat yang menikmati gelaran Festival Kuliner Kota Tua (Street Food) Jilid III.
Deretan stan kuliner dan produk UMKM memenuhi kawasan yang dikenal sebagai pusat perdagangan bersejarah itu. Ratusan warga tampak memadati lokasi, menciptakan suasana yang berbeda dibandingkan malam-malam sebelumnya ketika pertokoan di kawasan Kampung Cina dan Kampung Arab telah tutup dan aktivitas masyarakat berangsur berhenti.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya revitalisasi kawasan Kota Tua yang digagas Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Pemerintah Kota berupaya menghidupkan kembali pusat kota agar tidak hanya berfungsi sebagai kawasan perdagangan pada siang hari, tetapi juga menjadi destinasi ekonomi, wisata, dan rekreasi masyarakat pada malam hari.
Menurut Adhan, Kota Tua memiliki nilai sejarah dan potensi ekonomi yang besar sehingga perlu dioptimalkan sebagai ruang publik yang aktif sepanjang hari. Karena itu, berbagai kegiatan digelar secara berkala untuk menarik kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.
Ia juga mengajak para pemilik toko dan pelaku usaha di kawasan tersebut untuk mulai membuka aktivitas usaha pada malam hari. Langkah itu diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru yang mampu menggerakkan perekonomian kawasan secara berkelanjutan.
“Kalau pusat kota hidup sampai malam, maka perputaran ekonomi juga akan semakin besar. Kita ingin Kota Tua kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat,” ujar Adhan di sela kegiatan.
Festival Kuliner Kota Tua kali ini melibatkan sedikitnya 124 pelaku UMKM dari berbagai sektor. Selain menjadi wadah promosi produk lokal, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana malam di kawasan bersejarah Kota Gorontalo.
Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, serta Bupati Anton Achmad Saragih yang ikut menyaksikan antusiasme masyarakat memadati lokasi festival.
Melalui berbagai agenda yang terus digelar, Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan Kota Tua kembali menjadi pusat interaksi warga, penggerak ekonomi lokal, sekaligus ikon wisata perkotaan yang tetap hidup dan ramai hingga malam hari.(adv)














Discussion about this post