logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Kasus Bocah Tewas, Ditendang, Diinjak, Digigit, Disulut Api Rokok

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 18 June 2022
in Headline
0
Kasus Bocah Tewas, Ditendang, Diinjak, Digigit, Disulut Api Rokok

Rekonstruksi

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Polda Sita 44 Ton Batu Hitam, Dokumen Pengiriman Kemiri, Satu Tersangka Ditahan

PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Program Prioritas Presiden di Gorontalo, Realisasi Capai 93,09 Persen, Serapan Anggaran Rp 670,74 Miliar

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Gorontalopost.id – Kejam! Bocah umur lima tahun yang meninggal dunia karena dianiaya orang tuanya sendiri, pada 19 Mei 2022 yang lalu, ternyata mendapat perlakuan penganiayaan bertubi-tubi. Ayahanya, KK alias Kendi, ibu tirinya SWA, dan nenek trinya SI merupakan eksekutor, hingga bocah berambut ikal asal Kotamobagu itu, babak belur dan meninggal dunia.

Hal ini terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan anak dibawah umur, yang digelar Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gorontalo Kota, di tempat kejadian perkara, sebuah rumah kos di Jl Manggis, Kota Gorontalo, Jumat (17/6) kemarin.

Sebanyak 27 reka adegan diperagakan KK, SWA, dan SI, ketiganya silih berganti menganiaya korban. Dari puluhan reka adegan itu, SI atau nenek tiri korban yang paling berperan. Bahkan, diduga akibat penganiayaan SI korban sekarat, dan meninggal dunia.

Awalnya, korban yang baru beberapa hari tiba di Gorontalo itu, tinggal bersama ayahnya dan ibu tirinya di rumah kosan itu. SI sang nenek, dan adik tirinya, juga tinggal disitu. Rupanya, kehadiran korban tak diharapkan. Baru beberapa hari, ia sudah menerima tindak penganiayaan.

Yang pertama melakukan adalah KK, ayahnya sendiri. Pada adegan awal, KK menarik tangan korban dan menendangnya di kaki, pun ketika korban duduk di kursi, tanganya ditarik hingga terjatuh ke lantai. Alasanya pun klasik, korban tidak mau makan. Selanjutnya SWA, ibu tiri korban ini menuding korban mengambil duit Rp 5 ribu miliknya, hingga menganiaya di bagian tangan berulang kali.

Yang sadis adalah SI sang nenek tiri. Setelah beberapa hari korban tinggal di rumah kosan itu, KK dan SWA memilih tinggal di rumah kontrakan baru. Praktis yang tinggal disitu adalah SI, korban, dan adik tiri korban. SI mengaku tak terima dijadikan ‘tempat penitipan anak’ dan melampiaskan kekesalanya kepada korban. Bocah berusia lima tahun yang baru hendak masuk TK itu, ditendang di bagian perut, diinjak, digigit, bahkan disulut dengan api rokok.

“Total ada 27 adegan. Dari 27 adegan itu, sang ayah memerankan dua kali adegan, sementara ibu tiri tiga kali adegan. Sisanya sang nenek yang melakukan penganiayaan,”jelas Kepala Satreskrim Polres Gorontalo Kota, IPTU Nauval. Penganiayaan baru berakhir, saat korban benar-benar tak lagi berdaya, pada 19 Mei yang lalu. Korban yang merintih kesakitan itu dibiarkan sang nenek terbaring di kamar. Hingga SWA datang, kemudian berusaha menolong korban yang nampak sekarat itu. Korban dibawa ke rumah sakit, tapi medis saat itu memastikan, korban telah meninggal dunia.

“Sempat dibawa ke rumah sakit. Namun karena banyaknya luka lebam di tubuh korban, mengakibatkan nyawa korban tidak lagi bisa diselamatkan,” tutup Nauval.

Pelaksanaan rekonstruksi kemarin, menyedot perhatian warga. Warga memadati lokasi rekonstruksi dan meneriakan sumpah serapah kepada para pelaku.

“Somo mati di dalam ngana nene, pake hati nene, pembunuh. (akan mati di dalam (penjara) kamu nenek. Pakai hati nenek, pembunuh),”teriak warga. Petugas kepolisian yang berjaga, bahkan berulang kali meminta agar warga tidak anarki, seperti melempar batu atau datang menganiaya para pelaku.

“Jangan balempar, jangan balempar, mokana di oto (jangan lempar, jangan lempar, nanti kena mobil),”kata petugas. Pelaksanaan rekonstruksi tersebut juga diikuti tim dari Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, dan Dinas Perlindungan Anak Kota Gorontalo. (tro)

Tags: anakdibawaumurKDRTpenganiyaansaveica

Related Posts

Polda Sita 44 Ton Batu Hitam, Dokumen Pengiriman Kemiri, Satu Tersangka Ditahan

Polda Sita 44 Ton Batu Hitam, Dokumen Pengiriman Kemiri, Satu Tersangka Ditahan

Thursday, 29 October 2026
PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

Thursday, 29 October 2026
Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Program Prioritas Presiden di Gorontalo, Realisasi Capai 93,09 Persen, Serapan Anggaran Rp 670,74 Miliar

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Program Prioritas Presiden di Gorontalo, Realisasi Capai 93,09 Persen, Serapan Anggaran Rp 670,74 Miliar

Tuesday, 27 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

Saturday, 24 October 2026
Gubernur Gusnar Ismail Temui Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan

Gubernur Gusnar Ismail Temui Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan

Thursday, 22 October 2026
Next Post
Migor Curah, Luhut Minta Dihapus, Mendag Tunggu Dulu

Migor Curah, Luhut Minta Dihapus, Mendag Tunggu Dulu

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

Thursday, 29 October 2026
PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

Thursday, 29 October 2026
Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Kampus UNG

Senat UNG Dituding Illegal

Tuesday, 27 August 2024

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.