logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Dua Tinggi

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 17 June 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

SAYA sengaja tidak menulis ini kemarin. Saya ingin tahu dulu sambutan publik pada reshuffle kabinet Selasa lalu: biasa-biasa saja.

Tidak ada harapan tinggi pada pejabat baru. Pun ketika untuk kali pertama ada orang Papua jadi wakil menteri dalam negeri: John Wempi Wetipo. Pun di saat Papua memerlukan pemecahan persoalan yang rumit.

Nur Hidayat, dari Narasi Institute, punya pendapat sama dengan Anda: reshuffle ini untuk kepentingan politik semata. Tidak untuk rakyat. Memang akan ada yang membantahnya: politik kan untuk rakyat juga. Yang dibantah pun bisa balas membantah: justru rakyat yang dipakai untuk politik.

Rasanya reshuffle ini tetaplah menarik. Setidaknya di sosok John Wempi Wetipo itu: apa yang akan dilakukan untuk Papua. Ia kelahiran Hulekaima, sekitar 1 jam naik mobil dari kota Wamena. Desa ini di pinggir sungai Baliem, sungai terpenting di Lembah Baliem. Hulekaima masih masuk Kabupaten Jayawijaya, yang beribu kota di Wamena.

Related Post

Omon Kenyataan

Amang Waron

Reflek Radjimin

Gagal Sukses

John sendiri pernah menjadi bupati Jayawijaya. Dua periode pula.

Berarti John cukup mengakar di Jayawijaya. Juga di seluruh pegunungan kawasan itu: 9 kabupaten.

Itulah sebabnya John lantas berani mencalonkan diri sebagai gubernur Papua. Ia kalah oleh Lukas Enembe, gubernur Papua sekarang.

Di kawasan pegunungan itulah kerawanan sering terjadi. John punya konsep penyelesaian Papua. Mestinya. Berarti pengangkatan John sebagai wakil menteri dalam negeri sepenuhnya memang  urusan politik. Politik untuk rakyat. Bukan sekadar politik untuk partainya: PDI-Perjuangan.

Bahkan dulu pun begitu. Ketika ia diangkat sebagai wakil menteri PUPR bisa dibilang sepenuhnya politik: agar tokoh harapan yang lagi kalah itu tidak begitu saja ”habis”.

Tentu, waktu itu, John tidak bisa langsung ke kementerian dalam negeri. Itu akan membuat John maupun Enembe kikuk. Kok langsung menjadi ”atasan” yang mengalahkan.

Tiga tahun berlalu. Hubungan kalah-menang itu mestinya sudah lebih cair. Apalagi Enembe sudah tidak mungkin lagi jadi calon gubernur. Enembe memang masih muda. Baru 54 tahun. Tapi ini sudah periode keduanya sebagai gubernur Papua.

Dengan demikian tidak ada lagi persaingan di dalam selimut: pun bila John, 49 tahun, akan maju lagi sebagai calon gubernur.

Keduanya sama-sama berasal dari pegunungan yang sama. Hanya saja Enembe lahir di distrik Kembu, Kabupaten Tolikara. Itu lebih pedalaman dari Hulekaima, kampung John. Lebih jauh pula dari Wamena.

Memang kini sudah ada jalan darat dari Wamena ke Tolikara. Tapi perlu waktu 5 jam untuk ke sana dengan mobil. Itu pun belum sampai ke Kembu, distrik kelahiran Enembe. Masih harus naik sepeda motor lagi selama 3 atau 4 jam. Di sinilah suku Lani banyak tinggal, termasuk Enembe dulu.

“Saya berharap Pak John maju lagi jadi calon gubernur Papua di Pilkada yang akan datang,” ujar Aten Faruq Asso, tokoh muda Wamena sekarang ini. Faruq lahir di Asotipo, dari suku Dani, satu suku dengan John. Kampung Faruq hanya 30 menit dari Wamena.

John lulusan Akademi Pariwisata Manado dengan S1 dan S2 hukum di Universitas Cenderawasih. Sedang Faruq lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Pak John itu rajin ke gereja. Beliau memang dilahirkan di lingkungan gereja,” ujar Faruq. “Pendidikan awalnya pun di sekolah misionaris,” tambahnya.

John juga dikenal sangat ramah. Wajahnya terlihat sering senyum. Seperti juga Faruq. Wajah orang-orang pegunungan Jayawijaya ini terlihat cendekia. Anak mereka banyak yang menang Olimpiade Matematika saat Prof Johannes Surya membina mereka dulu.

Kini, sebagai wakil menteri dalam negeri, John masih punya waktu dua tahun di akhir usia kabinet Jokowi –apalagi kalau pemerintahan ini jadi diperpanjang. Masih banyak yang bisa dilakukan.

Yang juga berat adalah minyak goreng. Ini tugas menteri baru Zulkifli Hasan. Apalagi kalau tugas utamanya membuat harga minyak goreng curah paling tinggi Rp 14.000/kg. Rasanya perlu kerja keras sekali.

Seperti menteri yang ia gantikan, Mohamad Lutfi, Zulkifli juga pengusaha. Lutfi dari Minang. Zul dari Lampung.

Nasib Lutfi sangat baik. Dua kali menjadi menteri perdagangan. Dua-duanya tidak lama. Yang pertama hanya 8 bulan, di akhir kepresidenan Pak SBY. Yang kedua ini 18 bulan. Nasib berikutnya kurang baik: terjadi gejolak minyak goreng. Lutfi pasti sangat marah. Terutama kepada Vladimir Putin. Sebagai mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Lutfi tahu Putin itu musuh besar Amerika. Dan kini menjadi musuh besarnya juga.

Setidaknya ia pernah tiga kali masuk kabinet –yang pertama ketua BKPM. Setidaknya lagi ia bisa menyelamatkan muka Presiden Jokowi dalam hal minyak goreng. Lutfi-lah yang dianggap salah. Dan ia menerima konsekuensinya. “Saya ini sudah seperti keset. Diinjak-injak semua orang,” ujar Lutfi tentang nasibnya itu.

Tentu ia tidak boleh lupa bahwa keset kotor masih bisa dicuci. Apalagi kalau terbukti ia tidak menerima apa pun dari gejolak minyak goreng ini.

Pak Zul juga tiga kali jadi “menteri”: menteri kehutanan, perdagangan dan (setingkat menteri) wakil ketua MPR. Mungkin hanya ia lulusan Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) yang bisa tiga kali jadi menteri.

Ia memang kalah glamour –dalam penampilan maupun pikiran– kalau dibanding pendahulunya. Tapi ia pekerja keras. Ia langsung terjun ke pasar. Ia pun melihat betapa rumitnya persoalan di pasar itu. Bukan hanya minyak goreng yang bergejolak. Hampir semua harga di pasar itu naik.

John harus mengatasi persoalan di ketinggian pegunungan Papua. Zul harus mengatasi ketinggian harga-harga. (Dahlan Iskan)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--

Tiga Serangkai

Sunday, 4 January 2026
Next Post
Tomat Tembus Rp30 Ribu per Kg, Pedagang Klaim Akibat Stok Minim

Tomat Tembus Rp30 Ribu per Kg, Pedagang Klaim Akibat Stok Minim

Discussion about this post

Rekomendasi

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Lodrik Dantene Kepala Desa Londoun, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato. Saat di wawancarai

Ekonomi Masyarakat Desa Londoun Meningkat, Tenaga Kerja Banyak Diserap PT BJA

Wednesday, 21 February 2024

Pos Populer

  • Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

    Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.