logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Generasi (Terbaik) Gorontalo

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 6 June 2022
in Persepsi
0
Generasi (Terbaik) Gorontalo

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Menjaga Napas WTP Pemprov Gorontalo: Dari Kertas Kerja Menuju Kesejahteraan Nyata

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Oleh

Basri Amin

Adalah K.H. Jauw, seorang pemuda-peranakan Tionghoa Gorontalo yang berhasil berjuang membebaskan kliennya di pengadilan atas sebuah dakwaan yang menimpa Said Abdullah Alhasni di hadapan Landraad di Gorontalo, 26 Agustus 1926. Pengadilan di masa kolonial ini menerapkan hukum modern dalam menyelesaikan setiap perkara, termasuk dengan warga pribumi. Keng Hong (K.H) Jauw adalah sarjana hukum (Mr) Hukum pertama yang pernah dilahirkan Gorontalo.

Surat kabar Persaudara’an (1926) menyebut bahwa “tanah air K.H. Djauw adalah Gorontalo…”. K.H. Jauw lahir di Gorontalo 15 Mei 1895, sarjana hukum dari Amsterdam (1920-23) dan Leiden (1923-25). Beliau lama bekerja sebagai hakim pengadilan Eropa dan pengacara di Semarang, kemudian pindah ke Palembang. Menjadi calon parlemen (Baperki) pada Pemilu 1955, utusan Sumatera Selatan (Suryadinata, 1978 [1981]: 37).

Kisah berlanjut. Sembilan tahun kemudian. Tiba di Gorontalo pada 10 Februari 1934 dari Surabaya, seorang ulama besar Sayid Salim Bin Djindan di Kota Gorontalo. Beliau diterima oleh Sayid Moehsin Alhadar, putra almarhum Mohamad Alhadar (Leutenant Arab Gorontalo). Ramai betul di hari-hari itu, tidak kurang 300 orang warga kota Gorontalo, komunitas Arab, Banjar, Bugis, yang menyambut kehadiran beliau.

Sayid Salim Bin Djindan terterima luas, banyak mengunjungi rumah-rumah bangsawan dan pemuka masyarakat Gorontalo, termasuk bersama-sama dengan Jogugu di Suwawa, Tapa, Limboto, Kwandang, dan berdakwah di tengah-tengah komunitas Matowa-Bugis dan kelompok masyarakat Arab Gorontalo. Di masjid Jami Kota Gorontalo, para ulama, Kadhi, Imam, pegawai Syara, dan warga setempat, semuanya tumpah-ruah di masjid mendengar ceramah beliau. Koran Kewadjiban (1934) memberitakan angka ribuan orang yang hadir memeriahkan kehadiran Sayid Salim Bin Djindan di Gorontalo.

Indikasi datanya cukup kuat bahwa di awal 1920an, kosmopolitanisme dan generasi terdidik awal Gorontalo pelan tapi pasti mulai terbentuk dan berperan. Untuk kebutuhan pendidikan, beberapa kota di Jawa adalah tujuan utama, antara lain Jogjakarta dan Batavia. Di antara generasi awal itu, H.B Jassin cukup unik karena mengecap pendidikannya di Balikpapan, Tondano, dan Medan (MULO). Sepanjang periode 1923-1940an kehadiran guru-guru dari Jawa, dokter pribumi, dan organisasi Muhammadiyah berkembang arusnya ke Gorontalo, secara khusus melalui organisasi Sarikat Islam (S.I) yang intens bergerak sejak 1923.

Tanda-tanda keterpelajaran generasi awal (elite modern) Gorontalo tampak dari karakternya: nasionalis, kosmopolit, lintas wilayah, organisasi, dan ‘agamais’. Sisi lainnya, mereka mulai menggerakkan dunia tulis-menulis, beroleh dukungan percetakan (milik) peranakan Tionghoa. Harus diakui bahwa di antara mereka memang sebagiannya diwarnai percaturan “golongan” (pemahaman dan jaringan) organisasi keagamaan (Islam) di periode tersebut. Tercatatlah terbitan koran dengan edisi dan lembaran sangat terbatas, antara lain: ‘Kewadjiban Kita’ (April 1934) dan ‘Peringatan’ (Maret 1934). Tak lama berselang, terbit pula “Pelita Kaoem” yang diasuh oleh A.R. Onge (1934).

Koran “Peringatan” diterbitkan oleh percetakan asuhan Tionghoa peranakan Gorontalo, Yo Un Ann & Co. Polemik (pemahaman) keagamaan mulai terpantulkan di ruang publik di akhir 1920an, sebagaimana polemik awal terjadi antara “Peringatan” (1934) dan “Kewadjiban Kita” (1934). Di masa yang sama, Gorontalo juga memilik ruang pemberitaan yang lain –-namanya pekabaran Keng Hwa Poo, 1920-1941 (sepertinya tercetak/terbit di Manado tetapi rutin memuat berita-berita Gorontalo).

Penerbitan Gorontalo sudah tercatat jejaknya sejak tahun 1926. Terbitan dua kali sebulan, surat kabar Persaudara’an (1926), dengan tokoh-tokohnya K. Ponamon, A. Noerdin dan kalangan muda Gorontalo. Terbit di Kampung Bugis, Gorontalo. Sangat unik terbitan ini karena tegas mendeklarasikan visinya sebagai “oentoek keperloean segala bangsa dalam pergaoelan…”. Lebih luar biasa lagi karena semangat “Kota Gorontalo” dilentingkan oleh redaksi surat kabar ini dengan menyatakan diri (hendak) “menyinarkan cahaya Gorontalo dari sini kepada Asia dan Eropa….terbitan ini untuk segala bangsa…”. Redaksi surat kabar ini juga mengakui beroleh aspirasi dari surat-surat kabar di Jawa dan Sumatera dan bagaimana dinamika masyarakatnya di wilayah tersebut. Secara fisikal, surat kabar inilah yang bisa disebut sebagai terbitan pertama di Gorontalo yang berbahasa Indonesia, 1926-1927 (Lapian, 1980: 91-92).

Puncak ‘paripurna’ dari generasi terbaik-terdidik awal Gorontalo adalah ketika mereka menerbitkan Po-Noewa pada November 1932. Ini adalah “bukti terbaik” Literasi Gorontalo yang patut dikenang dan dibanggakan karena di dalamnya berisi banyak artikulasi pikiran, bacaan-bacaan, perdebatan, etika generasi, penyadaran kebangsaan, dan prosesi pendidikan yang terbuka dan kritis. Dalam Po-Noewa, kita juga sudah bisa melihat bagaimana “Barat”, pikiran-pikiran dunia dibicarakan di Gorontalo, bahkan terbaca/tersebar sampai di Kwandang, Gorontalo Utara. Di periode ini, kehadiran tokoh-tokoh pendidikan dari Jawa, disertai kemampuan beroganisasi mereka, bersama-sama membentuk sejarah (awal) pendidikan dan nasionalisme di daerah ini.

Tercatatlah Rekso-Soerjo Instituut. Lembaga ini menggerakan hak-hak pendidikan anak-anak pribumi di Gorontalo sejak 1930an, dengan mendirikan sejumlah kursus dan sekolah HIS. Semasa dengan ini, tercatat pula tokoh pendidikan terkenal yang jejaknya masih bisa kita saksikan hingga hari ini, yakni seorang Guru yang luhur cita-citanya, Haji Bakari (Madrasah Al-Watanijah). Di peiode ini, pendidikan di Kwandang juga mengalami pertumbuhan, dikabarkan akan berdiri sekolah “Irhamoel Baladiyah” (1934).

Tak lama setelah itu, kita juga menemukan dua orang terpelajar yang menerbitkan surat kabarnya dua kali dalam sebulan, yakni H. Mohamad dan I. Doenggio (1934). Keduanya telah membahas isu besar di Gorontalo, yakni tentang “praktik Islam” yang pemahamannya telah berlangsung berabad-abad. Beberapa penulis awal Gorontalo, tercatat: Moehamad Abdoeh dan S.M.Tahir (penulis puisi/syair).

Jejak di atas menggema pada periode panjang selanjutnya (1950-1970) di mana tekanan ekonomi, aspirasi pendidikan, pertumbuhan pemerintahan, persekolahan regional, dan jejaring keluarga Gorontalo di kota-kota utama di Indonesia berkembang. Di masa ini, kota-kota seperti Makassar, Manado, Bandung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya menjadi “rumah harapan” bagi generasi Gorontalo. Di masa itulah pula, topangan sektor pertanian, terutama Kelapa/Kopra, berhasil menopang mobilitas tenaga kerja dan perjumpaan kewargaan di dalam Gorontalo dan di luar Gorontalo.

Kisah-kisah (generasi-Gorontalo) “merantau”, cerita naik-turun pelabuhan-pelabuhan kapal kayu/uap mewarnai nostalgia generasi-merantau tersebut. Di sisi ini, “jejaring keluarga” dan “jejaring Nusantara” membentuk pola-pola penghidupan baru bagi generasi (terbaik) Gorontalo yang buah-buahnya kita saksikan hingga hari ini. Di setiap kota besar di Indonesia dan di beberapa negeri besar di dunia, kini kita menyasikan generasi Gorontalo dengan perannya masing-masing. Kini tantangannya adalah akan kita arahkan kemana jiwa-jiwa terbaik Gorontalo di abad ini. ***

 Penulis adalah Parner di Voice-of-HaleHepu

Pos-el: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminpersepsi

Related Posts

Iwan Lakoro

Menjaga Napas WTP Pemprov Gorontalo: Dari Kertas Kerja Menuju Kesejahteraan Nyata

Tuesday, 9 June 2026
Husin Ali

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Monday, 8 June 2026
Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Next Post
Hamka Hendra Noer Dilantik Bersama Empat Pj Gubernur

Bangun Islamic Center Hamka Libatkan Ridwan Kamil

Discussion about this post

Rekomendasi

PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

Wednesday, 10 June 2026
Ilustrasi--

Harga Pertamax Naik

Wednesday, 10 June 2026
BERGENGSI- Siswa memaparkan hasil inovasinya pada AHM Best Student 2025. Kegiatan ini kembali dibuka dan memberi kesempatan kepada semua siswa di Gorontalo. (foto: dok-ahm)

Pendaftaran AHM Best Student Dibuka, Ajak Pelajar Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Negeri

Wednesday, 10 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Harga Pertamax Naik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.