logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Kota Gorontalo

Bocah 5 Tahun Dianiaya Hingga Tewas

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 21 May 2022
in Kota Gorontalo, Kriminal
0
Bocah 5 Tahun Dianiaya Hingga Tewas

TAK EMPATI - Orang tua koran masing-masing ayah, ibu tiri dan nenek tiri, diduga terlibat dalam kematian Alisya. Mereka ditangkap tim Resmob Kotamobagu bersama Polres Gorontalo, Kamis (19/5). (foto : istimewa)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.id – Beranda media sosial, dalam dua hari terakhir, dihebohkan dengan postingan yang menyayat hati. Seorang bocah perempuan berusia lima tahun, meninggal dalam kondisi yang tidak wajar. Wajahnya yang imut itu penuh lebam, tubuh mungilnya penuh luka dan membiru karena menjadi korban penganiayaan. Kondisinya itu yang membuat bocah bernama Alisya Korompot ini, meregang nyawa pada Rabu 18 Mei 2022, di rumah kos di Jl.Manggis, Kota Gorontalo.

Yang memilukan, peristiwa penganiyaan yang dialami Alisha, diduga dilakukan orang tuanya, lebih tepatnya ibu tiri, berinisial SWA (27), dan nenek tirinya, SI (65). Merisnya lagi, ayah kandungnya, KK, yang mengetahui putrinya dianiaya istri dan mertuanya, hanya membiarkan, hingga tewas.
Alisha awalnya memang tidak tinggal serumah dengan ayahnya.

Ia menjadi bocah yang kurang beruntung. Sedari bayi, rumah tangga orang tuanya berantakan. Ayah dan ibunya sudah bercerai, dan masing-masing menikah lagi. Ia kemudian diasuh oleh neneknya, orang tua dari ayahnya di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Baru satu bulan belakangan, atau kurang lebih sepekan bulan ramadhan yang lalu, Alisya dikirim ke Gorontalo.

Ayahnya bersama SWA sang ibu tiri memang sudah menetap di Kota Gorontalo, dengan menyewa rumah kos Rp 2 juta per bulan di kawasan Jl Manggis, Kota Gorontalo. Alisya harapan neneknya di Kotamobagu akan disekolahkan di taman kanak-kanak (TK) yang ada di Gorontalo.

Related Post

945 Santri Jalani Prosesi Khatam Al-Qur’an

Peringatan Satu Abad RSAS, Sekda Dorong Peningkatan Layanan Digital

Dari Peninjauan Lahan Eks Terminal 42, Adhan akan Pidanakan Oknum Penyerobot Aset

MTQ ke-31 Kota Gorontalo Resmi Ditutup, Lahirkan Wakil Terbaik ke Tingkat Provinsi

Namun, cita-cita Alisya untuk sekolah terkubur dalam-dalam. Sejak tinggal bersama ibu tirinya itu, Ia bak masuk kandang singa. Diduga hampir setiap hari, tubuh mungilnya itu menjadi bahan sansak ibu dan nenek tirinya.

Sebab diduga setiap usai menghantam Alisya, sang ibu tiri melapor ke suaminya, ayah Alisya. Bukanya membela Alisya, ayahnya diduga membiarkan buah hatinya itu merintih kesakitan dianiaya. Alisya menahkan sendiri sakit tubuhnya yang dianiaya.

Puncaknya pada Rabu (18/5), tubuh Alisya yang penuh luka itu terbujur kaku, tak lagi bergerak. Mereka membawanya ke rumah sakit. Pihak rumah sakit memastikan Alisya tak lagi bernyawa. Jazad kaku bocah perempuan ini dibawa lagi ke rumah kos.

Pemilik kos kaget, ada penghuni yang meninggal dunia. Saat itu ia bahkan sempat mendoakanya, tapi begitu dilihat, nampak tak wajar sebab penuh luka dan lebam. Beberapa saat kemudian, KK, ayah Alisyah menghubungi keluarganya di Kotamobagu dan mengabarkan,jika anaknya itu sudah meninggal dunia.

Sontak keluarga kaget, saat itu juga mereka ke Gorontalo, dan membawa Alisya ke Kotamobagu. Namun begitu dilihat, tubuh Alisya ternyata penuh luka. Nenek korban, Siti Bangki yang merawatnya sejak kecil tidak terima dengan kematian Alisya yang tidak wajar itu. Ia mengaku merawatnya dengan kasih sayang sejak masih bayi.

.”Selama ini Icha (Alisya,red) tinggal bersama saya. Karena dia rindu sama papanya, maka pamannya mengantarkan Icha ke Gorontalo,” ujar nenek Siti Bangki, di Kotamobagu, kemarin.

“Saya kaget saat papanya telepon kalau Icha sudah meninggal. Icha so nyanda ada ma,” ujar Siti menirukan. Kondisi Alisya yang meninggal tidak wajar, membuat pihak keluarga menempuh jalur hukum. Tante Alisya yang tinggal di Jl Durian, Novita, mendatangi Mapolres Gorontalo Kota untuk mengadukanya.

Plh Kapolres Gorontalo Kota, Kombes Pol. Ferdiansyah,S.I.K melalui Kasat Reskrim, Iptu Mohammad Nauval Seno,S.T.K,S.I.K membenarkan adanya peristiwa memilukan itu. Ia mengatakan, begitu mendapati laporan itu, personel Polres Gorontalo Kota bersama tim dari Polda Gorontalo, langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Dari hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban ASK, serta beberapa alat bukti yang diduga digunakan oleh pelaku, untuk melakukan penganiayaan. Alat bukti itu berupa sapu yang patah dua, diduga digunakan untuk menghantam korban, gunting, dan pakaian korban yang penuh darah.

“Ibu tiri korban yang bernama SWA (27) dan nenek tiri korban yang bernama SI (65), berasal dari Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut),” ujarnya.

IPTU Nauval menambahkan, setelah melakukan olah TKP, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Resmob Polres Kotamobagu, untuk mengamankan ibu dan nenek tiri korban sudah berada di sana.

“Setelah diamankan, keduanya kini sudah dibawa ke Polres Kotamobagu untuk dilakukan interogasi terkait dengan kematian bocah ini. Tak hanya itu saja, ayah kandung korban pun sudah diamankan, karena diduga turut melakukan pembiaran,” ujarnya.

Setelah kasus ini mencuat, jenazah korban tak langsung dimakamnkan, kemarin, masih dibawah ke RS Bhayangkara Manado, untuk diautopsi. Korban akan dimakamkan dipekuburan keluarga di Kotamobagu.

“Untuk ke dua pelaku SWA dan SI serta ayah kandung korban, akan dibawa ke Kota Gorontalo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Iptu Nauval. Polisi belum memastikan apa motif, sehingga SWA dan SI tega menganiaya Alisha hingga tewas. (tro/kif)

Tags: penganiayaanpolres gorontalo kota

Related Posts

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea ketika foto bersama peserta khatam raya, Ahad (19/4/2026). (Foto: Prokopim)

945 Santri Jalani Prosesi Khatam Al-Qur’an

Tuesday, 21 April 2026
Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid ketika memberikan sambutan pada kegiatan peringatan HUT ke-100, Ahad (19/4/2026). (Foto: Prokopim)

Peringatan Satu Abad RSAS, Sekda Dorong Peningkatan Layanan Digital

Tuesday, 21 April 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea ketika meninjau eks Terminal 42, Senin (20/4/2026). (Foto: Prokopim)

Dari Peninjauan Lahan Eks Terminal 42, Adhan akan Pidanakan Oknum Penyerobot Aset

Tuesday, 21 April 2026
MTQ ke-31 Kota Gorontalo Resmi Ditutup, Lahirkan Wakil Terbaik ke Tingkat Provinsi

MTQ ke-31 Kota Gorontalo Resmi Ditutup, Lahirkan Wakil Terbaik ke Tingkat Provinsi

Monday, 20 April 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea ketika memberikan arahan pada pelantikan pejabat administrator, Jumat (17/4/2026). (Foto: Prokopim)

Penerapan Sistem Meritokrasi, Kinerja Pejabat Dievaluasi Tiap Enam Bulan

Monday, 20 April 2026
Pejabat eselon III yang dilantik oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, Jumat (17/4/2026). (Foto: Prokopim)

Empat Pejabat Eselon III Dimutasi, Upaya Penyegaran Organisasi dan peningkatan kinerja birokrasi

Monday, 20 April 2026
Next Post
Penjabup Boalemo Kian Simpang Siur

Penjabup Boalemo Kian Simpang Siur

Discussion about this post

Rekomendasi

AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Pohuwato The Gold of Celebes

Pohuwato The Gold of Celebes

Monday, 27 February 2023
Empat orang tersangka resmi ditahan oleh Satuan Reskrim Polres Pohuwato, terkait kasus dugaan penganiayaan.

Empat Tersangka Penganiayaan Ditahan, Lokasi Kejadian di Area PETI DAM Pohuwato

Thursday, 23 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Batas-Batas Pengobatan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.