Gorontalopost.id – Sejumlah warung makan di Kota Gorontalo mulai kembali ramai pasca lebaran idul fitri dan ketupat.
Pantauan Gorontalo Post, di warung makan Bun Mel, Jalan Dewi Sartika, sekitar gerbang kampus Universitas Negeri Gorontalo misalnya. Ismet, pemilik warung makang Bun Mel mengungkapkan bahwa pendapatan saat ini terbilang stabil.
Beberapa warung makan yang berada di sepanjang Jalan Dewi Sartika kebanyakan masih dalam keadaan tutup. Maka, hal ini yang menyebabkan warung makan Bun Mel menjadi pilihan tempat bagi para mahasiswa yang ingin membeli makanan.
“Untuk sekarang pendapatan normalnya naik 15%. Biasanya pendapatan per hari Rp 3 Juta 700 ribu, sekarang naik di kisaran Rp 4 Juta,” kata Ismet.
Ismet juga menambahkan, makanan di warung makan Bun Mel dijual dengan harga terjangkau dibanding dengan harga jual makanan di warung yang ada sekitarnya.
Menu makanan yang dijual ada 10 macam, salah satunya adalah nasi kuning yang menjadi menu favorit bagi mahasiswa saat di tanggal tua.
Sama halnya dengan lapak jualan makanan yang berada di depan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo.
Rusni, pemilik lapak mengungkapkan ada perbedaan yang signifikan untuk penjualan pada saat ramadan dan setelah lebaran.
“Saat ramadan kemarin tidak begitu ramai karena kebanyakan orang hanya berburu takjil untuk berbuka puasa, tetapi ada juga sebagian orang yang membeli makanan untuk persiapan sahur.
Sedangkan untuk saat ini, penjualan makanan sudah kembali stabil. Bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja, tetapi para karyawan toko atau para pekerja kantoran selalu membeli makanan di sini, pendapatan per hari Rp1,3 juta,” tambahnya.(Mg09/Mg13)












Discussion about this post