logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Nasional

H.B. Jassin, Sang Legenda dan Bagawan Sastra

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 24 February 2022
in Nasional, Pendidikan
0
H.B. Jassin, Sang Legenda dan Bagawan Sastra

Syaiful Bahri Ruray

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.id – Hari ini (23/2), tokoh-tokoh Gorontalo, lagi berkumpul, melakukan seminar untuk mengusulkan H.B. Jassin, menjadi Pahlawan Nasional. Siapa yang tak mengenal beliau, nama besar yang dikenal oleh kita, jika berbicara tentang sastra Indonesia.

Hans Bague Jassin, pada dasarnya telah menjadi pahlawan, bahkan melegenda, sebagai paus atau nabinya sastra Indonesia. Ia adalah sosok yang tekun dan memiliki kemampuan mendokumentasi sastra terbaik sedunia. Namun Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, di TIM, Cikini, Jakarta, nyaris terbengkalai, setelah masa Gubernur Ali Saidikin.

Bahkan berapa tahun lalu, pemerintah Malaysia menawarkan untuk men- take over Pusat Dokumentasi tersebut. Malaysia menawarkan duit yang tak sedikit, jika Indonesia tak mampu lagi memelihara pusat dokumentasi sastra terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Karena saking berdebu dan tak terurus. Namun, dalam periode Gubernur DKI Anis Baswedan, Pusat Dokumentasi H.B. Jassin ini, sempat di renovasi atas inisiatif Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.

Related Post

Wisuda Pesantren Hubulo 2026, TMI Jadi Sorotan Utama

41 Santri MA Hubulo Diwisuda, Kepala Madrasah Harap Jadi Pelopor Perubahan

Ironi Pendidikan: Monolog “Jual Beli Gelar” Sentil Isu Sosial di Panggung Seni

 Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah, Mahasiswa Bastrasia UNG Ikuti Lokakarya Mendeley

Mungkin momentum ini, saatnya bagi Pemda Provinsi Gorontalo, untuk membangun replikasi pusat dokumentasi sastra tsb di Gorontalo, dengan menggandakan arsip2 perjalanan sejarah susastra bangsa ini. Agar legacy H.B. Jassin, sebagai sang bagawan dunia sastra bangsa, tidak hilang ditelan sang waktu.

Dengan kemampuan sastranya, H.B. Jassin bahkan menulis Tafsir Al-Qur’an versi sastra, yang sempat menghebohkan MUI tersebut. Tafsir Bacaan Mulia, karya H.B.Jassin adalah sebuah karya luar biasa, karena Al- Qur’an, dalam perspektif seni sastra, jarang dilakukan orang.

Satu saat, di toko buku Wali Songo, kawasan Kwitang, Jakarta, saya berpapasan dengan beliau. Memberi salam hormat kepada beliau dan berjabat tangan. Hanya sekali itulah saya berpapasan dengan H.B. Jassin secara fisik, walau karyanya, dua jilid buku puisi dan prosa tentang Angkatan ’66, terbitan Balai Pustaka, telah lama saya beli di Toko Buku Presiden, Manado.

Sebuah dokumentasi yang luar biasa menginspirasi dan memotivasi kita-kita pada dunia aktivis. Ternyata perubahan politik bangsa, ada kontribusi dunia sastra yang demikian dahsyat. Jadi mengingatkan kalimat John Fitzgerald Kennedy, Presiden AS (1961-1963), bahwa : jika politik itu kotor, maka biarkanlah puisi yang membersihkannya. Jika politik itu bengkok, biarkanlah sastra yang meluruskannya.

Beruntunglah kita bangsa Indonesia, memiliki sosok sebesar H.B.Jassin, yang kapasitasnya, jauh melampaui zamannya. Ia bukan lagi sekedar pahlawan nasional.

Bisa juga diusul menerima nobel sastra kelas dunia. Apakah di tempat kelahirannya, ada penanda bahwa sang begawan dunia susastra ini, yang memiliki kemampuan dalam mewarnai sejarah bangsa ini, dapat kita temui(?) Karena pahlawan, bukanlah sekedar sebuah status yang disandang, namun ada makna nilai didalamnya. Nilai itulah yang diharapkan terus hidup, bahkan bila perlu, menginstitusionalisasi (melembaga), menjadi tradisi, dalam benak publik bagi generasi pelanjut.

Disitulah pentingnya memori kolektif direkonstruksi, dalam mengabadikan nilai seorang pahlawan. Bahwa sepak terjangnya, bukanlah untuk kemegahan dirinya. Ia hadir, untuk menembus sang waktu, bahkan jarak dan tempat. Semoga saja karya-karya monumental H.B.Jassin, dapat dihimpun, diabadikan dalam sebuah penanda, agar memori kolektif kita, turut terjaga. Tidak menjadi bangsa yang ahistoris, karena bermemori pendek.

(*)

Tags: HB JassinSyaiful Bahri Ruray

Related Posts

Rektor UNG Borong Takjil dari Pelaku UMKM, Bagikan ke Mahasiswa

Rektor UNG Borong Takjil dari Pelaku UMKM, Bagikan ke Mahasiswa

Monday, 20 April 2026
Ironi Pendidikan: Monolog “Jual Beli Gelar” Sentil Isu Sosial di Panggung Seni

Ironi Pendidikan: Monolog “Jual Beli Gelar” Sentil Isu Sosial di Panggung Seni

Monday, 20 April 2026
Hebat! UNG Kini Miliki Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi

Hebat! UNG Kini Miliki Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi

Monday, 20 April 2026
Wisuda Pesantren Hubulo 2026, TMI Jadi Sorotan Utama

Wisuda Pesantren Hubulo 2026, TMI Jadi Sorotan Utama

Monday, 20 April 2026
41 Santri MA Hubulo Diwisuda, Kepala Madrasah Harap Jadi Pelopor Perubahan

41 Santri MA Hubulo Diwisuda, Kepala Madrasah Harap Jadi Pelopor Perubahan

Monday, 20 April 2026
 Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah, Mahasiswa Bastrasia UNG Ikuti Lokakarya Mendeley

 Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah, Mahasiswa Bastrasia UNG Ikuti Lokakarya Mendeley

Monday, 20 April 2026
Next Post
Pemerintah Wacanakan Booster Vaksin Keempat

Pemerintah Wacanakan Booster Vaksin Keempat

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Aulia Lahiya (19) bersama rekannya menampilkan atraksi ekstrim pada wahana tong setan, pasar malam hoya-hoya di taman Isimu, Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/4) malam. (foto: aviva /mg/ gorontalo post)

Cerita Aulia Lahiya, Demi Cuan Uji Nyali di Wahana Tong Setan

Friday, 17 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Pendataan kuburan oleh Lurah Tapa Wirna S Pakaya yang disaksikan langsung oleh para ahli waris atau keluarga dari yang meninggal dunia. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Ahli Waris Protes Pekuburan Keluarga di Terminal 42 Dipindah ke TPU

Monday, 20 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Batas-Batas Pengobatan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.