Gorontalopost.id – Para member investasi bodong FX Family di Pohuwato, kini makin putus asa. Pasalnya, ditengah keputusaasaan member menanti janji pengembalian investasi, sejumlah admin FX Family yang merupakan oknum anggota Polri di Polres Pohuwato, dimutasi ke Polda Gorontalo.
Diketahui, para admin FX Family yang mengumpulkan uang para member. Jadi dalam alur investasi bodong FX Family, para member hanya berhubungan dengan admin.
Keputusan Polda Gorontalo memutasi sejumlah anggota Polri di Polres Pohuwato mencuat setelah surat telegram Kapolda Gorontalo dengan nomor ST/23/I/OTL.2.1/2022 tertanggal 28 Januari 2022 beredar di media sosial.
Hingga akhirnya kabar itu sampai di kalangan member FX Family di Pohuwato. Dalam surat telegram itu, menyebutkan ada sekitar 250 anggota Polri yang dimutasi.
Yang dimutasi tidak hanya dari Polres Pohuwato tapi juga Polres lain. Diantara anggota Polri dari Polres Pohuwato, ada beberapa diantaranya diketahui merupakan admin FX Family.
Tak ayal, kabar itu makin membuat para member FX Family di Pohuwato kini makin galau.
Wisman (43) salah satu member FX Family dari desa Buhu Jaya, Kecamatan Paguat merupakan salah satu diantaranya.
Tak hanya kehilangan uang, Wisman dan keluarganya kini harus bertahan hidup seadanya setelah harta benda yang dimiliki terpaksa dijual untuk diinvestasikan. Bahkan Wisman pun terpaksa menjual beberapa sisa harta benda agar bisa menutupi tunggakan hutang atas aset yang digadaikannya.
Dalam situasi itu, Wisman juga harus menelan pil pahit setelah mendengar kabar mutasi personel Polres Pohuwato ke Polda Gorontalo, yang diantaranya merupakan admin investasi FX Family.
Baginya dan dan beberapa korban lainya, mutasi tersebut justru akan menyulitkan mereka sebagai korban untuk mencari kejelasan dana yang diinvestasikan. Padahal, sebagai admin, para oknum tersebut harusnya bisa mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang berkaitan dengan investasi FX Family.
Sebagaimana yang telah dijanjikan kepada para korban. “Dulu dorang sandiri yang buju. Riki kamari Desember ini, cepat ba simpan kamari sama dia (admin).
Nah sekarang so bermasalah so tidak mo baku dapa, mo telp yang lain so ba ganti HP. Apalagi ini so ta pindah. Tidak tahu somo bagimana,” ucap Wisman.
Jika Tidak ada kejelasan atas pengembalian modal Wismanmeminta agar Kapolda juga memberikan sanksi tegas kepada para admin dan Sub admin yang telah menjalankan bisnis investasi bodong tersebut.
“Kalau modal masih mo ta pulang, torang mo tunggu. Kalau tidak ada kejelasan, saya minta Admin juga Sub Admin juga dihukum dan dipecat sama seperti Pak Rinto itu,” pinta Wisman saat ditemui, Ahad (30/1) kemarin.
Lain halnya dengan Gustin Yunus (28) yang juga korban FX Family. Dia telah membuat laporan ke posko pengaduan investasi di Polres Pohuwato. Menurutny Gustin, hal itu dilakukan karena dia tidak melihat ada itikad baik dari admin untuk bertanggungjawab atas dana yang diinvestasikan.
“Kalau saya sudah buat laporan. Karena saya juga mau buktikan kalau dana saya ini benar-benar diteruskan ke owner. Saya minta mo lihat bukti transfer admin ke owner. Jangan sampai kalau ini doi memang tidak ta turus, cuma sampe di admin,” tuturnya.
Pengakuan korban lain, Yusuf Husain, juga mengejutkan. Dimana admin sebagai kaki tangan dalam investasi online tersebut justru menerima dana dari masyarakat meski investasi FX Family sudah bermasalah.
“Tanggal 8 ini so berenti, tapi tanggal 9 itu saya pe uang masih admin ada terima. Saya juga baru tau kalau ini bermasalah nanti uang so kase. Saya tanya, katanya so kirim jadi tidak bisa kasih pulang,” ungkap warga Desa Tabulo, Kecamatan Mananggu, Boalemo itu.
Sementara itu, Roni (34) warga Desa Buhu Jaya, meminta agar para admin untuk tidak mengabaikan para member yang selama ini masih memilih berdiam diri dengan harapan akan ada pengembalian modal. Jika hal itu tidak diindahkan, kata Roni. Bukan tidak mungkin para member akan berbuat hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau memang so tidak mo ta pulang torang so tidak tahu mo bagimana karena yang lain ini cuma ada pinjam. Selama ini torang korban cuma dorang cuek akan, sedangkan mo baku dapa tidak ada.
Kalau tidak ada pembicaraan baik dengan member, torang somo pigi akan, torang somo datangi rumah admin. Torang mau, minimal dorang admin ini komunikasi bagus dengan torang supaya torang olo merasa di perdulikan,” tutur Roni. (ryn)













Discussion about this post