logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Cobaan Karina

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Sunday, 8 August 2021
in Disway
0
Cobaan Karina
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

——

BELUM tentu ”aaPRP” – nya Dr dr Karina bisa jadi protokol nasional untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

Mestinya saya tidak boleh pesimistis begitu. Kan bukan watak saya. Tapi Karina pasti akan dipersoalkan oleh komite etik Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Karina itu dokter ahli bedah plastik. “Tahu apa Karina soal penyakit dalam, termasuk Covid.”

Related Post

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

Dua Menit

Kata-kata seperti itu sudah mulai mendera Karina belakangan ini. Bertubi-tubi. Pun sampai ke hujatan. Sejak Karina menerapkan terapi aaPRP untuk pasien Covid.

“Anda sudah dipanggil komite etik?” tanya saya.

“Nanti malam,” jawab Karina, kemarin siang. Dia tidak merasa panik.

Karina akan jalan terus. Dia sudah melaksanakan uji coba tahap pertama: 10 orang. Tahun lalu. Dilanjutkan uji coba tahap dua: 20 orang dengan kontrol 10 orang. Maksudnya: ada 30 pasien; yang 20 diberi aaPRP, yang 10 tanpa aaPRP. Semuanya sudah berhasil dilakukan. Semua pasien uji coba adalah mereka yang sudah kelas berat. Yang sudah pakai alat bantu pernapasan. Hasil baik itulah yang dia tulis untuk delapan jurnal internasional –yang tiga sudah dipublikasikan. Termasuk kemampuannya dalam menurunkan D-Dimer.

Hasil baik itu bisa diikuti di jurnal internasional –lihat saja di link yang ditemukan di komentar pembaca Disway kemarin.

Jumlah pasien uji coba yang sedikit itu, kata Karina, sesuai dengan izin etik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tentu saya juga menonton video-video yang terkait dr Karina. Di satu video saya terpana. Kok Karina secara spontan, bisa mengucapkan kalimat Naudzubillah min Dzalik. Dengan fasih dan lancar.

Saya pun ingat tidak semua siswa SMAK Santa Ursula Jakarta beragama Katolik. Demikian juga di SMAK Kanisius Jakarta –tempat suami Karina sekolah.

“Saya mewarisi tradisi baik di Santa Ursula. Dapat pasangan hidup dari Kanisius, hahaha,” ujar Karina bercanda.

Saya senang melihat Karina sudah bisa tertawa. Manis. Berarti duka di hatinyi sudah benar-benar berlalu. Setidaknya dia sudah lebih tenang menghadapi sidang komite etik malam harinya.

Puncak dukanyi terjadi ketika Karina dikejar batas akhir untuk memperoleh gelar doktor. Ujian doktor itu tertunda-tunda terus. Penyebabnya: ibunda Karina sakit kanker. Kanker usus.

Lebih sulit lagi: sang ibu –dokter spesialis kulit– tidak mau dikemo. Sebagai dokter sang ibu khawatir pada efek samping kemoterapi.

Itu persis seperti saya. Saya juga tidak mau dikemo–ketika terkena kanker hati stadium 4 lebih 16 tahun lalu. Sebenarnya saya sudah dikemo. Di sebuah RS di Singapura. Sakit sekali. Tidak kuat. Saya minta dihentikan. Saya pilih biarkan saja mati. Saya sudah rela.

Tapi Karina tidak rela ibunyi meninggal dunia. Sang ibu, waktu itu 69 tahun, kian lemah.

Usus sang ibu sudah berhasil dipotong. Sepanjang sekitar 60 cm. Di Jakarta.

Memang usus yang tersisa berhasil disambung. Sukses. Tapi protokol kanker masih mengharuskan sang ibu menjalani kemo. Teoretis, bibit-bibit kanker mungkin saja masih ada di sekitar itu. Atau ditempat lain. Itu harus dikemo. Agar tidak berbiak lagi.

Tapi sang ibu menolak untuk dikemo. Karina harus cari jalan lain. Karina ingat kunjungannyi ke Korea Selatan. Waktu itu bersama BasukiTjahaja Purnama (Ahok). Saat Ahok masih menjabat Plt Gubernur DKI Jakarta.

Di Korea itulah Karina bertemu seorang profesor ahli stemcell. Waktu itu rombongan Ahok memang mengunjungi satu rumah sakit terkenal di bidang stemcell. Bahkan Ahok minta agar Karina membawa teknologi itu ke Indonesia.

Karina pernah mencatat nama profesor itu. Dia hubungi sang profesor, untuk melakukan stemcell bagi sang ibu.

“Bawa saja ke Jepang. Lebih murah,” ujar sang profesor lantas memberikan arahan ke mana di Jepang itu.

Lebih murah yang dimaksud adalah sekitar Rp 150 juta sekali stemcell. Harus tujuh kali pula ke Jepang. “Saya kuat-kuatkan. Saya akhirnya benar-benar kolaps. Mental dan finansial,” ujar Karina.

Satu-satunya yang menjadi obat dukanyi adalah: sang ibu sembuh. Kini berusia 75 tahun. Masih aktif ke klinik, sebagai dokter ahli kulit.

Di Jepang itulah sang ibu juga menjalani stemcell T-Cell dan NK Cell. “Sampai sekarang sudah enam tahun. Ibu sehat sekali,” ujar Karina.

Karina begitu senang ibundanyi sembuh. Lalu muncul tekad Karina untuk membawa teknologi stemcell T-Cell dan NK-Cell itu ke Indonesia.

Tekad itu tidak bisa menemukan jalan keluar. Mahal sekali. Kondisi finansial Karina lagi kolaps.

Saat itulah datang tokoh penting ke lab Karina: Sandiaga Uno. Wajah Karina kuyu. Sandi mencoba mengorek kenapa Karina begitu sedih. Karina hanya diam.

Akhirnya tekad Karina untuk membawa teknologi T-Cell dan NK-Cell mengalahkan keengganannyi. Sandi pun mau meminjami dana. Sampai Karina mendapat pinjaman bank.

“Begitu dapat pinjaman, utang ke Pak Sandi langsung saya lunasi,” ujar Karina.

Kesedihannyi mulai hilang. Dia pun bisa melakukan penelitian di situ. Dia rampungkan disertasi S-3 di UI itu. Dengan topik stemcell. Telat sekali. Batas akhir DO-nya tinggal tiga bulan.

Karina lulus. Dengan IPK tinggi –tapi tidak mendapat predikat cum laude. Tertunda-tundanya ujian S-3 itu yang membuat dia gagal cum laude. “Yang penting lulus. Dan ibu sembuh,” kata Karina. Karina bahagia. Ayah-ibunya melihat dia dinobatkan jadi doktor. Sang ayah, 78 tahun, kini juga masih aktif sebagai konsultan air minum.

Karina itu dokter. Spesialis bedah plastik. Doktor bidang stemcell. Pelopor aaPRP. Cantik. Rambut keriting. Mau apa lagi?

Dia ingin aaPRP jadi protokol nasional penanganan Covid-19.  Jenis-jenis duka terberat sudah dia lewati. Ketakutannyi sudah habis. Tinggal yang tersisa: keberaniannyi.(*)

Tags: Catatan DahlanCobaan KarinaDahlan IskanDisway

Related Posts

Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Next Post
Wakil Walikota Gorontalo, Ryan F. Kono ketika mengawasi penerapan prokes di pasar Sentral, Ahad (8/8). (Foto : Prokopim)

Warga Diharap Teguh Jalankan Prokes

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

Saturday, 25 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Pos Populer

  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • 11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Febrie Ditahan Tanpa Diborgol dan Rompi Tahanan, Kejagung: Sudah Malam

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.