GORONTALO, GP – Walikota Gorontalo Marten Taha menilai, penyebab terjadinya kerumunan di pasar-pasar tradisional adalah kurang taatnya para pengunjung saat melakukan transaksi.
“Dari hasil peninjauan penerapan protokol kesehatan beberapa hari terakhir ini, saya lihat pengunjung yang sering menyebabkan kerumunan. Kalau pedagang itu tidak ada. Karena kami jauh-jauh hari sudah mengatur jarak antara pedagang satu dan yang lain,” ucap Marten ketika diwawancarai saat dirinya melakukan peninjauan penerapan protokol kesehatan di pasar kampung bugis, Kamis (5/8).
Dikatakannya, untuk mencegah terjadinya kerumunan yang diakibatkan pengunjung tersebut, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh pengawas protokol kesehatan di pasar tradisional yang ada di Kota Gorontalo agar segera memperingati para pengunjung.
“Kalau ada kerumunan langsung diperingati petugas kami, agar dalam pelaksanakan kegiatan jual beli, para pengujung harus mengatur jarak,” katanya.
Marten menegaskan, tindakan penegakkan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan pihaknya bukan untuk melarang pedagang dan pembeli melakukan aktivitas jual beli. Akan tetapi, menurut Marten, hal itu merupakan ikhtiar dari Pemerintah Kota Gorontalo untuk menekan penyebaran Covid-19.
“Kami tidak melarang mereka untuk bertransaksi jual beli dipasar. Karena kami tau pedagang butuh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara pembeli, membutuhkan kebutuhan pokok demi kelangsungan hidup. Hanya saja, kami minta agar mereka patuh dengan protokol kesehatan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Marten juga mengungkapkan rasa syukur atas kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan ketika beraktivitas diluar rumah mulai menunjukan peningkatan yang cukup signifikan.
“Alhamdulillah hari ini, di pasar kamis, pasar kampung bugis tidak sama dengan minggu lalu. Dimana, banyak yang tidak pakai masker dan tidak jaga jarak. Tadi saya lihat rata-rata tidak ada yang tidak pakai masker. Hanya tinggal satu dua orang saja. Sebenarnya mereka bawa masker, tapi hanya digantung di leher mereka,” ujarnya.
Pun begitu, Marten tetap mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kota Gorontalo untuk tidak pernah lalai dengan protokol kesehatan, utamanya penggunaan masker. “Meski sudah meningkat kesadaran mereka tentang pentingnya protokol kesehatan, saya tetap mengimbau kepada mereka agar terus patuhi protokol kesehatan,” imbaunya.
Jika kepatuhan terhadap protokol kesehatan terus dijalankan masyarakat, Marten optimis, angka kasus aktif Covid-19 di Kota Gorontalo akan mengalami penurunan.(rwf)













Discussion about this post