logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Ganti Hati di Iran

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 21 June 2021
in Disway
0
Ganti Hati di Iran
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

—-

SEBENARNYA saya tidak heran, tapi terkejut juga: ada orang Indonesia memilih transplantasi liver di Iran. Sukses pula. Sekarang masih di rumah sakit di sana. Menunggu kapan boleh pulang.

Sudah lama saya dengar –dari dokter ahli Indonesia– bahwa ilmu kedokteran di Iran sangat maju. Transplant apa saja bisa. Termasuk transplant pankreas dan sumsum. Bahkan kemampuan di bidang stemcell-nya masuk lima terbaik dunia.

Tapi baru sekali ini saya tahu:  ada orang Indonesia memutuskan melakukan transplantasi hati ke Iran. Berarti Tiongkok bukan satu-satunya pilihan lagi. Atau Singapura.

Related Post

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

Dua Menit

Yang transplantasi hati ke Iran itu seorang wanita. Janda. Dengan donor putrinya sendiri.

Sang putri berumur 22 tahun. Masih kuliah di semester akhir di Universitas Trisakti Jakarta. Jurusan arsitektur.

Trisakti memberikan kelonggaran kepada sang putri: skripsi tugas akhirnya boleh mundur. Dia harus ikut ibunyi ke Iran. Hati sang putri harus dipotong setengahnya. Untuk menggantikan hati ibunyi yang sudah rusak –akibat sirosis. Hati sang ibu sudah dibuang total. Untuk diisi separo hati milik sang putri.

Kini sang putri masih dirawat di rumah sakit yang sama. Hati sang calon arsitek –yang tinggal separo itu– akan utuh kembali dua bulan lagi. Sedang separo hati yang dipasang di sang ibu akan menjadi hati yang utuh tiga bulan mendatang.

Hati adalah satu-satunya organ yang bisa tumbuh begitu cepat. Telinga juga bisa tumbuh tapi terbatas.

Cara transplant seperti itu juga berhasil dilakukan selebriti Setiawan Djody –juga dari hati milik putrinya. Di Singapura. Lebih 10 tahun lalu.

Sedang yang saya alami berbeda. Saya mendapatkan hati utuh dari seseorang yang meninggal muda di Tianjin, Tiongkok.

Yang lebih mengejutkan saya: transplantasi itu bukan dilakukan di Teheran, ibu kota Iran. Bukan pula di kota besar lainnya seperti Mashhad dan Isfahan. Tapi di kota Shiraz –mungkin kota besar keempat atau kelima di Iran. Saya belum pernah ke Shiraz.

“Kami pilih ke Shiraz karena ada departemen internasionalnya,” ujar MochamadBaagil, kakak pasien. “Sebenarnya saya sendiri yang akan  memberikan separo hati saya ke kakak. Tapi tidak cocok,” ujar Baagil.

Sebenarnya, kata Baagil, banyak rumah sakit di Iran yang bisa melakukan transplant. Tapi lebih untuk orang Iran sendiri. Sedang yang di Shiraz ini untuk internasional. Banyak pasien dari Qatar, Uni Emirat Arab, dan negara sekitar.

Keluarga Baagil ini asli Kudus. Tapi sudah lama pindah ke Jakarta. Baagil sendiri tamat SMA masih di Kudus, di SMAN 2. Lalu kuliah di Institut  Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta jurusan teknik sipil. ISTN dulunya dikenal sebagai Akademi Teknik Nasional (ATN) yang didirikan ahli beton terkemuka Indonesia Prof Dr RoossenoSoerjohadikoesoemo. ISTN berada di bawah Yayasan Perguruan Cikini. Yang punya lembaga pendidikan terkenal di Jalan Cikini Jakarta.

Setelah lulus ISTN dengan pujianBaagil langsung ke S2 di TechnischeUniversität Dresden, Jerman. Kini Baagil bekerja sebagai konsultan perusahaan asing di Jakarta  untuk masalah gedung-gedung pencakar langit.

Baagil juga masih di Shiraz. “Saya tunggu sampai kakak boleh pulang,” ujarnya pada saya kemarin.

Meski Shiraz agak jauh di timur laut Teheran, ternyata keluarga ini tidak harus mendarat dulu di Teheran. “Ada pesawat langsung dari Dubai ke Shiraz,” ujar Baagil.

Ternyata kota Shiraz cukup besar. Penduduknya sekitar 4 juta –sekelas Surabaya. Ini kota tua. Kekaisaran Parsi zaman dulu beribukota di Shiraz. Karena itu peradaban dan ilmu pengetahuan di Shiraz sangat maju.

Yang saya juga heran: di Shiraz, di tengah blokade ekonomi Barat, berhasil dibangun mal besar. Salah satu yang terbesar di dunia. Ini berita baru bagi saya. Waktu saya ke Iran dulu mal belum ada. Tidak terlihat bangunan atau toko jelek tapi juga tidak ada mal. Tidak ada kaki lima tapi juga tidak ada supermarket internasional. Tidak ada mobil jelek tapi juga tidak ada Mercy di jalan-jalan. Berarti Iran sudah berubah banyak. Dan memang mal ini masih baru. Belum genap lima tahun.

Di tengah blokade Amerika yang begitu keras dan panjang ternyata ekonomi Iran masih jalan. Memang inflasi di negara itu tertinggi di dunia. Mata uangnya menjadi yang terlemah dibanding negara mana pun. Tapi semangat hidupnya tidak bisa diblokade.

Saya jadi ingat ketika mengunjungi instalasi LNG dan pabrik turbin di Iran. Saya harus akui: Iran adalah satu-satunya negara Islam yang mampu memproduksi turbin untuk pembangkit listrik besar.

Rumah sakit di Shiraz itu sendiri ternyata sangat besar. Modern. Seperti di Tianjin. Statusnya juga sama: RS Transplant Center. Bisa mengerjakan transplant organ apa saja di situ. Saya jadi ingat: bapak kedokteran dunia adalah orang Iran: IbnuSina. Yang di Barat dikenal sebagai Ibn Sina atau Avicenna. Yang juga dikenal sebagai bapak fisika.

Transplantasi hati untuk ibu dari Jakarta itu dilakukan oleh Dr Ali MalekHosseini. Ia mendapat gelar ”Bapak transplant Iran”. Sudah 26 tahun Hosseini menjalankan transplantasi di sana. Sudah menangani lebih 10.000 kali transplant.

Dr Hosseini dua tahun lebih tua dari umur saya. Lahir di desa dan sampai SMA masih di desa itu. Lalu masuk D1 ilmu keguruan untuk kembali mengajar di desanya.

Dua tahun mengajar barulah Hosseini ikut tes masuk universitas. Diterima. Ia memilih fakultas peternakan.

Belum lagi lama di fakultas itu ibundanya meninggal dunia: sakit liver. Sejak itu Hosseini ikut tes lagi masuk fakultas kedokteran. Diterima.

Jadilah Hosseini dokter di  Shiraz. Lalu dapat beasiswa memperdalam ilmu transplant di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Dari mana Baagil tahu kalau  Iran punya kemampuan transplant itu? “Sejak tinggal di Jerman saya sudah tahu,” ujarnya. Apalagi ia sendiri sudah beberapa kali ke Iran –meskipun baru sekali ini ke Shiraz.

Baagil kini menyiapkan diri untuk ke S-3. Juga di Jerman. Ia akan melakukan penelitian gedung tinggi dengan struktur tanpa balok.

Sejak SMA Baagil sudah tertarik mengikuti pembahasan soal apa yang terjadi di Iran. Termasuk aliran keagamaannya. Dan masuk ke dalamnya. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayGanti Hati di Irangorontalo post

Related Posts

Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Next Post
Promo AHASS Bersahabat, Bayar 10 Dapat 12

Promo AHASS Bersahabat, Bayar 10 Dapat 12

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

Saturday, 25 July 2026
11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

Saturday, 25 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026

Pos Populer

  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.