logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

 Guru dan Potret Masa Depan Bangsa

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Thursday, 4 March 2021
in Persepsi
0
Guru, Insan Cendekia  dan Panggilan Pengabdian

Fory A Naway

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Bupati-Bupati Kita

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Oleh :
Fory Armin Naway
Dosen FIP UNG dan Ketua PGRI Kab. Gorontalo

Guru sebagai garda terdepan dalam proses pembelajaran memegang peran penting, tidak hanya tampil mengajar di muka kelas, maupun melakukan proses pembelajaran secara virtual di era Pandemi Covid-19 saat ini, tapi lebih dari itu, guru adalah pendidik yang bertugas memanusiakan manusia. Guru dalam konteks ini, adalah menjadi potret masa depan bangsa. Artinya, kualitas guru merupakan cermin masadepan bangsa. Ketika guru berkualitas, maka masa depan bangsa ini juga cemerlang nan gemilang. Sebaliknya, ketika guru tidak berkualitas dan tampil apa-adanya, maka nasib bangsa ini juga biasa-biasa saja. Mengapa? Karena sesungguhnya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi output pendidikan adalah pemegang tongkat estafet perjuangan bangsa yang sangat menentukan nasib bangsa.

Negara yang miskin Sumber Daya Alam (SDA) akan maju dan berkembang, jika SDM nya unggul dan berkualitas. Sebaliknya, Negara yang kaya SDA sekalipun, namun SDM tidak berkualitas, maka negara itu akan sulit berkembang. Itulah sebabnya, guru sebagai ujung tombak pendidikan sangat strategis perannya dalam menentukan nasib bangsa-bangsa di dunia ini. Dengan asumsi lain, nasib bangsa ini sebenarnya sangat bertumpu pada sejauh mana kualitas guru, sejauh mana penghayatan guru terhadap tugas-tugasnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Cerdas tidak hanya dari aspek intelektual akademik, tapi juga cerdas spiritual dan cerdas emosional. Oleh karena itu, guru dalam ranah realitasnya, tidak hanya dituntut sekadar mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya, tapi juga menempa karakter anak didik, menjadi teladan dan menjadi spirit bagi anak didik untuk maju dan berkembang.

Guru di manapun, dalam perspektif Islam mengemban 3 fungsi, yakni mentransfer ilmu dengan perspektif pendakwah atau mengemban Dakwah bil Lissan, Guru juga harus mentransfer ilmu dan pengetahuan kepada anak didik melalui tulisan atau karya ilmiah atau Dakwah bil Qalam dan menebar nilai-nilai akhlakul karimah atau Dakwah Bil Hal atau menjadi teladan di tengah masyarakat.

Dalam perspektif kelembagaan, guru sebagai bagian dari dunia pendidikan, memiliki tugas dan peran, memikirkan generasi “hari ini” dan mempersiapkan generasi “yang akan datang”. Oleh karena itu, guru tidak selayaknya merasa puas dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, melainkan dituntut harus mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Guru tidak boleh berpuas diri, melainkan semakin banyak yang ia ketahui, maka ia semakin merasa “bodoh” sehingga terus terpanggil untuk belajar mengikuti perkembangan zaman.

Demikian juga, guru tidak hanya menguasai seni bertutur atau mengajar secara lisan, tapi guru harus menulis artikel, menulis makalah dan menulis buku untuk memperluas cakrawala berpikir masyarakat, tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya, tapi juga mencerdaskan khalayak banyak.

Dalam ranah ideal, guru juga diharapkan memancarkan sikap dan akhlak yang baik. Guru, sebagai mana ungkapan yang populer adalah sosok yang digugu dan ditiru. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Kesemuanya itu merupakan deretan ungkapan yang mengggambarkan, betapa guru dituntut memiliki akhlak dan perilaku yang baik di tengah masyarakat. Akhlak yang baik dalam perspektif masa depan bangsa ini, tidak hanya menempa karakter anak didik agar berperilaku baik di tengah masyarakat, tapi lebih dari itu, bangsa ini menjadi maju, kuat dan berjaya, apabila generasi mudanya memiliki etos kerja yang tinggi, memiliki displin, jujur dan berintegritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas.

Itulah hakekat nilai yang telah diwariskan oleh mendiang Presiden BJ Habibie yang menggalakkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan memiliki Iman dan Takwa (IMTAK). Itulah yang dimaksud dengan manusia Indonesia seutuhnya, atau manusia insan cendekia yang diidam-idamkan bapak teknokrat Indonesia itu. Jika hanya salah satu yang dikuasai, maka seorang anak didik sebagai generasi penerus, tidaklah menggapai predikat yang ideal sebagai mana yang diharapkan dan dicita-citakan oleh pendiri bangsa.

Semangat dan komitmen itulah yang sejatinya dimaknai oleh guru di manapun. Tugas utama guru, bukan hanya sekadar menjalankan rutinitas dan bangga menyandang predikat sebagai guru, tapi institusi negara dan siapapun mengharapkan agar guru mampu tampil dengan performance yang maksimal. Maksimalisasi peran guru dalam konteks ini, terletak pada sejauh mana kesadaran “kolektif” guru untuk mengeksplorasi pengetahuan dan menjadi sumber teladan serta menjadi sumber inspirasi dan referensi anak didik agar kelak menjadi generasi yang dapat diandalkan.

Dalam banyak literatur disebutkan bahwa, berbicara tentang generasi muda dan tentang masa depan bangsa ini, tidak terlepas dari 3 aspek yang bersifat universal, yakni “Pendidikan”, “Daya saing” dan “Produktifitas”. Pendidikan dalam ranah realitasnya memiliki 3 fungsi, yakni bagaimana meningkatkan akses pendidikan, yakni pendidikan untuk semua atau education for all. Selanjutnya, meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapkan sistem pembelajaran yang relevan, meliputi pembelajaran kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan ini juga, pendidikan karakter menjadi instrumen wajib sebagai wahana membangun manusia Indonesia sebagai “Insan Cendekia”.

Sementara “Daya saing” dan “Produktifitas” generasi muda, tidak hanya terkait erat dengan IPTEK tapi juga sangat terkait erat dengan kualitas IMTAK. Dalam perspektif masyarakat, trampil, memiliki keilmuan dan berkompetensi adalah wahana penting bagi anak didik untuk menggapai masa depan yang lebih baik dan dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa ini. Namun, kompetensi dan keilmuan, tidaklah cukup. Justru ada sebagian yang berpendapat bahwa kualitas iman dan takwalah yang memegang peran penting bagi terwujudnya insan cendekia. Dalam perspektf ini, apalah artinya kecerdasan, jika tidak memiliki kualitas iman yang memadai. Sebagai mana Ali Bin Abu Thalib pernah mengatakan, “Aku lebih menghormati yang beradab dari pada yang berilmu”, kalau hanya pintar dan berilmu, iblis pun lebih tinggi ilmunya”. Itulah pentingnya keseimbangan ilmu dan adab dalam kehidupan ini yang secara manifestatif berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari uraian singkat di atas, maka dapat diperoleh gambaran bahwa guru di manapun, sejatinya terus mengeksplorasi ilmu pengetahuan, kreatif, inovatif dalam menjabarkan tugas-tugasnya sebagai pendidik, namun di sisi yang lain, guru di era sekarang ini dituntut memiliki daya tahan yang kuat untuk tidak terjebak pada gaya hidup (life style) yang dapat mempengaruhi pola hidup dan perilaku guru yang destruktif. Konstruksi guru hari ini merupakan potret masa depan bangsa secara keseluruhan. Ketika guru tidak berkualitas, kehilangan ruh dan spirit sebagai pendidik, rapuh dan kehilangan arah, maka masa depan bangsa ini juga akan rapuh. Hal ini mengindikasikan bahwa guru di satu sisi harus berbangga karena menjadi tumpuan harapan masa depan bangsa, tapi guru juga harus mawas diri, karena harapan dan cita-cita bangsa, sebagian besarnya berada di pundak guru. Semoga (****)

Tags: berita gorontaloFIP UNGfory nawaygorontalo postgorontalo post hari inigorontalo updatekabar gorontaloKabgorkabupaten gorontalopersepsiPGRIPramukatulisan persepsi

Related Posts

Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Monday, 12 January 2026
Basri Amin

Bupati-Bupati Kita

Monday, 12 January 2026
PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Friday, 9 January 2026
Yusran Lapananda

Tahun Baru, KUHAP Baru & KUHP Baru

Tuesday, 6 January 2026
Next Post
PENEMUAN MAYAT : Jesica Tewas dengan Kaki Terikat

PENEMUAN MAYAT : Jesica Tewas dengan Kaki Terikat

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    589 shares
    Share 236 Tweet 147
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Excapator dan Ratusan Alat PETI Diamankan, Hasil Operasi Tim Gabungan Selama Enam Hari, Forkopimda Segera Lakukan Evaluasi

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Bupati-Bupati Kita

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.