logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Tertimpa Tangga

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 25 January 2021
in Disway
0
Tertimpa Tangga
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
DahlanIskan

ORANG lagi kalah itu bisa bertubi-tubi ditimpa apa saja. Anak sulung Donald Trump misalnya. Eric Trump mencoba mengingatkan publik tentang kebaikan ayahnya: satu-satunya presiden, di era modern, yang tidak mau perang.

Itu betul. Saya juga memuji itu. Sekeras-keras Trump menggertak Tiongkok tidak sampai menembakkan senjata. Padahal, kalau mau, ia bisa terpilih lagi.

Tapi respons masyarakat negatif. Eric dikecam secara luas. “Memang tidak perang dengan negara lain, tapi justru perang di dalam negeri,” tulis medsos.

Bahkan, tulis yang lain, korbannya lebih besar dari perang dunia ke-2. Maksudnya korban Covid-19. Yang meninggal 400.000.

Related Post

Neo Pop

Lewat Pasrah

Agus Deyang

Jago Cimory

Habislah Eric Trump. Misinya tidak kesampaian.

Demikian juga Taylor Greene. Yang ingin membela Trump. Dengan cara meluncurkan hastag #impeachbiden. Hastag itu justru diserbu dengan bintang-bintang K-Pop. Video-video lagu Korea memenuhi hastag itu.

Serbuan K-Pop itu mengingatkan rencana kampanye Trump di Oklahoma. Yang dihadiri 1 juta orang –sesuai dengan yang sudah mendaftar secara online. Ternyata yang datang sedikit sekali: 6.000 orang. Padahal semua persiapan sudah disesuaikan dengan 1 juta itu.

Belakangan diketahui itu ulah para pencinta K-Pop di Amerika. Memanfaatkan TikTok. Trump dikerjai dengan cara anak muda.

Greene sendiri tidak asbun. Sehari setelah Biden dilantik jadi presiden Greene benar-benar mendaftarkan dokumen: meng-impeach Biden.

Tidak ada yang menyambut. Alasannya terlalu mengada-ada. Yang penting bisa membela Trump. Yang dianggap akan mampu mengembalikan Amerika menjadi negara Kristen kulit putih.

Mereka percaya Amerika itu didirikan sebagai negara Kristen-kulit-putih. Yang sekarang dianggap menyeleweng dari pendiriannya. Gedung Capitol misalnya, sudah banyak diisi orang yang macam-macam: kulit hitam, imigran dari Karibia, wanita berjilbab dari Somalia, wanita Islam dari Palestina.

Bagi orang seperti Greene, berjuang mengembalikan Amerika ke tujuan aslinya adalah perjuangan suci. Yang bila mati pun terhormat. Patriotik.

Apalagi dua hari lalu ada kejadian yang terang-terangan mereka anggap anti-Kristen di Capitol. Yakni saat calon menteri perhubungan menjalani uji kelayakan di Senat. Saat memperkenalkan diri, Pete Buttigieg, calon menteri itu, bikin kejutan. “Lebih dulu saya memperkenalkan suami saya. Itu,” ujarnya sambil menoleh ke Chasten Buttigieg. Laki-laki juga. Sejak menjadi walikota South Bend, Indiana, Buttigieg memang sudah dikenal sebagai gay. Kedua kawin di gereja di kota itu. “Ia yang setia mendampingi saya dalam situasi apa pun sampai saya bisa menjadi calon menteri ini,” ujar Buttigieg di forum Senat itu.

Senat ternyata menyetujui Buttigieg menjadi menhub di kabinet Biden-Harris.

Trump sendiri tidak menjadi berita lagi. Itu karena senjata utamanya hilang: Twitter, YouTube, dan Facebook. Trump dibredel secara permanen dari medsos.

Kabarnya, Trump lagi mencari pengacara. Untuk menghadapi impeachment kedua. Yang dimulai 8 Februari depan. Rupanya Trump tidak mau lagi pakai pengacara Rudi Giuliani –mantan walikota New York itu. Yang pernah menagih honor USD 20.000/hari –tapi tidak dibayar oleh Trump.

Tanpa medsos bisa dibayangkan betapa jengkelnya Trump. Tidak bisa membela diri. Terutama, tidak bisa menyerang kesana kemari.

Kita jadinya tidak bisa tahu apa reaksi Trump atas sampul depan majalah TIME edisi terbaru. Yang mestinya sangat menjengkelkannya.

Anda sudah tahu wajah depan TIME itu: suasana ruang kerja presiden Amerika yang lagi berantakan. Biden, di hari pertama masuk ke ruang kerja itu, digambarkan hanya bisa berdiri termangu di dekat jendela. Sambil memandang keluar.

Tentu itu bukan fakta. Bukan foto. Itu karya seni. Luar biasa bagusnya. Kuat sekali kesan yang ditimbulkannya.

Meja kerja presiden sendiri memang sedikit berubah. Ada yang hilang dari meja kerja Trump itu. Biden telah membuang tombol merah di meja itu. Itulah tombol yang kalau dipijit segera muncul seseorang yang membawakan Coca Cola diet untuk presiden.

Trump sampai mengadakan tombol itu tentu karena pentingnya arti Coca Cola baginya. Sehari Trump bisa minta 12 kali. Begitulah laporan media utama di AS.

Ia memang dikenal sebagai peminum Coca-Cola. Juga pemakan fast food seperti McDonald, KFC, dan Pizza Hut.

Kini status Trump memang tinggal bekas presiden. Kembali jadi sipil sepenuhnya. Yang akan terus dikejar masalah. Sampai-sampai anggota Senat seperti Lindsey Graham angkat bicara: kalau Biden terus mencari-cari kesalahan Trump berarti Biden telah salah arah. “Terbukti Biden tidak mengutamakan persatuan dan kesatuan seperti yang sering ia janjikan,” ujarnya.

Di sana memang tidak ada Pancasila –yang bisa membuat Trump jadi menteri pertahanan, misalnya.

Maka janganlah sekali-kali kalah. Akan banyak yang menyiapkan tangga. Untuk sekalian ditimpakan.(*)

Tags: Dahlan IskanDiswaygorontalotertimpa tangga

Related Posts

--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Jago Comory

Jago Comory

Wednesday, 3 June 2026
Pet Byar

Pet Byar

Saturday, 30 May 2026
Next Post
Bone Pesisir Menuju Daerah Otonom Baru

Bone Pesisir Menuju Daerah Otonom Baru

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.