logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Survei Tekanan Sosial

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 26 October 2020
in Disway
0
Survei Tekanan Sosial
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Da Yunhe

Halo Wani

Juara Dunia

Hidup QRIS

Oleh:DahlanIskan

LEMBAGAsurvei ini sekali lagi membuat pengumuman: Donald Trump akan menang di Pemilu Amerika Serikat 9 hari lagi.

Pun empat tahun lalu. Hanya lembaga ini yang mengumumkan Trump akan menang.

Itulah lembaga jajak pendapat bernama Trafalgar Group milik ahli jajak pendapat Robert Cahaly. Dan yang paling mencolok, saat itu, Robert menegaskan Trump pasti menang di negara bagian Michigan dan di persemakmuran Pennsylvania.

Kemenangan Trump di dua wilayah itulah yang membuat Hillary Clinton –biar pun mendapat suara terbanyak– gagal jadi presiden. Padahal hampir seumur-umur dua daerah itu selalu dimenangkan Demokrat.

Robert punya teori baru dalam jajak pendapat. Yakni ia sebut sebagai faktor ”tekanan sosial”. Misalnya begini: Trump adalah tokoh yang citranya buruk. Siapa yang memilih Trump dianggap punya cacat sosial.

Tapi sebenarnya banyak orang yang setuju dengan pikiran-pikiran Trump. Misalnya soal mengutamakan Amerika sendiri itu.

Logikanya orang Amerika yang cinta Amerika ya  harus begitu. Apalagi orang kulit putih. Yang merasa menjadi pemilik sah Amerika.

Tapi kalau terang-terangan mengatakan akan memilih Trump mereka akan menerima tekanan sosial. Yakni dianggap rasialis. Padahal dalam hati mereka yang paling dalam, setuju dengan pikiran Trump itu.

Menurut Robert, orang seperti ini sangat banyak. Yang kalau ditanya oleh petugas jajak pendapat malu mengatakan yang sebenarnya.

Bahkan mereka ini cenderung bersikap memberikan jawaban yang aman – -di mata sosial.

Kian kontroversial Trump kian besar tekanan sosial itu. Kian besar tekanan sosial itu mereka kian malu mengatakan sikap yang sebenarnya.

Toh di TPS nanti mereka bisa menentukan pilihan tanpa takut diketahui.

Nama Robert Cahaly menarik perhatian karena begitu aneh nama belakang itu. Ia kelahiran Georgia tapi besar di negara bagian sebelahnya: South Carolina. Nama belakang seperti itu ternyata karena ia keturunan Suriah. Ia penganut Kristen Ortodoks dan anggota partai Republik.

Tapi, katanya, hasil risetnya itu sangat bisa dipercaya.

Semasa muda Robert sudah aktif di politik. Ia sering menjadi anggota tim sukses politisi tingkat lokal. Lalu sering menjadi relawan untuk para calon presiden dari Partai  Republik. Termasuk George Bush dan Donald Trump.

Robert mengungkap sisi kelemahan jajak pendapat dari umumnya lembaga survei. Kalau saja tidak ada faktor ‘tekanan sosial’ memang itu bukan kelemahan. Tapi mengingat di zaman Trump ini tekanan sosial begitu beratnya, metode jajak pendapat yang biasa menjadi lemah.

Misalnya: begitu banyak pertanyaan yang dititipkan di survei itu. Yang kadang responden curiga jangan-jangan itu bisa mengungkap identitas mereka.

Banyaknya pertanyaan itu juga membuat responden agak ogah-ogahan. “Misalnya jam 8 pagi sudah ditelepon oleh lembaga survei. Hanya pengangguran yang mau menyiapkan waktu begitu banyak. Selebihnya langsung mengatakan tidak mau jadi responden,” ujar Robert seperti dipublikasikan di berbagai media di Amerika.

Akibatnya, kata Robert, tidak bisa diperoleh responden yang mewakili realitas masyarakat.

Itu berbeda dengan yang ia lakukan. Yang pertanyaannya dibuat sangat sedikit dan sederhana. Benar-benar hanya untuk tujuan melihat hasil Pemilu ini. Tidak dititipi dengan pertanyaan-pertanyaan strata ekonomi atau latar belakang politik yang rumit.

Kali ini pun hasil survei Robert mengatakan Trump akan menang. Tentu yang menentangnya sangat banyak. Misalnya: Hillary dulu kalah karena jadi mata pemilih orang tua dan pemilih laki-laki memang kalah. Sedang hasil survei terhadap Joe Biden sekarang sudah menang di segmen itu.

Demikian juga Michigan dan Pennsylvania. Kini seperti sudah dipastikan kembali ke pangkuan Demokrat.

Tapi Robert menemukan kenyataan yang berbeda. Kita pun bisa taruhan, siapa yang menang: Robert atau lembaga survei lainnya.

Saya pun menghubungi teman saya di Los Angeles. Ia lahir di Indonesia. Orang tuanya lahir di Tiongkok. Ia sendiri sudah warga negara Amerika.

Sebagai warga Amerika ia ingin Amerika terus jaya. Sebagai pengusaha ia tidak mau upah minimum naik terus. “Dari situ Abang Dahlan tahu saya pilih siapa,” jawabnya.

“Hidup Trump!“ balas saya di WA yang sama.

Rupanya perasaan seperti itu yang dideteksi Robert. Biden memang menegaskan itu. Termasuk di debat terakhir Calon Presiden minggu lalu. “Upah minimum harus 15 dolar/jam,” tegas Biden. “Kalau di bawah itu berarti di bawah garis kemiskinan,” tambah Biden.

Selama ini upah minimum di Amerika adalah 9 dolar/jam. Atau sekitar Rp 120.000/jam. Kalau menjadi 15 dolar berarti sekitar Rp 200.000/jam.

Hillary dulu juga menjanjikan upah minimum seperti itu.

“Kalau upah minimum jadi 15 dolar akan banyak perusahaan yang mengurangi jam kerja,” ujar teman saya itu.

Di samping itu ketakutan akan sosialisme ternyata sudah pula mengakar. Kampanye Trump berhasil. Yakni yang mengasosiasikan Biden sebagai sosialis.

Trump sendiri Sabtu lalu sudah mencoblos. Tempulu ia berada di Florida. Ia memilih TPS di dekat istana pribadi musim dinginnya di Mar A Lago di Florida.

Ia sebenarnya warga New York. Tapi ia merasa dikejar-kejar kasus terus di kota Big Apple itu. Terutama soal pajak. Maka ia memutuskan untuk menjadi permanen resident di Florida.

Siapa pilihannya kemarin? “Saya memilih orang yang bernama Donald Trump,” jawabnya. (*)

Related Posts

Di depan rumah penulis buku Journey to the West.--

Da Yunhe

Friday, 24 April 2026
Wani Sabu saat menerima Lifetime Achievement Award di ajang Contact Center World 2025 di Bali.-Instagram Wani Sabu-

Halo Wani

Wednesday, 22 April 2026
Ilustrasi fitur-fitur di Halo BCA.--

Juara Dunia

Tuesday, 21 April 2026
Ilustrasi penggunaan QRIS di Tiongkok yang banyak membantu WNI.-Dibuat dengan bantuan AI-

Hidup QRIS

Monday, 20 April 2026
Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
Next Post
Hilang Enam Jam, Nelayan Tilamuta Ditemukan Tewas

Hilang Enam Jam, Nelayan Tilamuta Ditemukan Tewas

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Generasi (Perempuan) Gorontalo

Thursday, 30 April 2026
Satu truk fuso Kalla Logistik diduga menabrak sepeda motor yang ditumpangi dua siswi hingga masuk ke kolong truk di Desa Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo, Rabu (29/4) sore. (foto: tangkapan layar)

Diseruduk Fuso Siswi SMA Tewas, Motor dan Korban Masuk Kolong Truk, Satu Korban Dirawat Intensif

Thursday, 30 April 2026
Aksi Demonstrasi 1 Mei, Kapolres Pohuwato Minta Jangan Anarkis

Aksi Demonstrasi 1 Mei, Kapolres Pohuwato Minta Jangan Anarkis

Thursday, 30 April 2026
Muh. Amier Arham

Modal Manusia, Deindustrialisasi dan Prodi Tak Relevan Kebutuhan Industri

Thursday, 30 April 2026

Pos Populer

  • Kepala BBPOM di Gorontalo, Lintang Purba Jaya, bersama pihak Bea Cukai Gorontalo dan Polda Gorontalo saat konferensi terkait tindak peredaran kosmetik tanpa ijin edar, di aula BBPOM Gorontalo. Kamis (23/4) Foto : Natharahman/ Gorontalo Post.

    Penjual Kosmetik Ilegal Ditangkap, Petugas Sita 1.819 Item Skin Care Tanpa Ijin Edar

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Sentuh Rp 17.301/USD, Rupiah Makin Terpuruk

    558 shares
    Share 223 Tweet 140
  • Lonjakan Kunjungan Botubarani Picu Kekhawatiran

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Generasi (Perempuan) Gorontalo

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Batas-Batas Pengobatan

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.