gorontalopost.co.id – Misteri di balik penemuan kerangka manusia di wilayah Bongo Tua, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, mulai didalami aparat kepolisian. Tim gabungan dari Polda Gorontalo dan Polres Boalemo turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta mengumpulkan sejumlah petunjuk yang dapat membantu proses penyelidikan.
Langkah tersebut dilakukan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) yang berlangsung pada Jumat (25/9).
Pemeriksaan di lokasi menjadi bagian awal dari rangkaian penyelidikan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi tempat ditemukannya kerangka sekaligus mengidentifikasi berbagai temuan yang berpotensi berkaitan dengan perkara tersebut.
Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Gorontalo bersama personel Identifikasi Polres Boalemo mulai melakukan pemeriksaan sekitar pukul 09.00 WITA. Sejumlah kegiatan dilakukan di lokasi, mulai dari pendokumentasian kondisi TKP, pemeriksaan terhadap temuan yang ada, hingga pengumpulan informasi dan barang bukti yang dinilai relevan.
Proses pemeriksaan tersebut melibatkan sejumlah unsur kepolisian. Di antaranya Dirreskrimum Polda Gorontalo Kombes Pol. Teddy Rachesna, Kapolres Boalemo, personel Ditreskrimum Polda Gorontalo, Satreskrim dan Satintelkam Polres Boalemo, serta anggota Polsek Wonosari dan Polsek Paguyaman.
Selain unsur penyidik dan personel kewilayahan, penanganan temuan kerangka itu juga melibatkan Tim Dokkes Polda Gorontalo serta Tim Resmob/Analis Otanaha. Keterlibatan sejumlah unsur tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemeriksaan awal hingga penanganan terhadap kerangka yang ditemukan.
Setelah pemeriksaan di lokasi selesai dilakukan, kerangka manusia tersebut selanjutnya dievakuasi oleh Tim Identifikasi bersama Tim Dokkes Polda Gorontalo. Kerangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan medis dan forensik lebih lanjut.
Dirreskrimum Polda Gorontalo Kombes Pol. Teddy Rachesna mengatakan, pemeriksaan di lokasi masih merupakan tahap awal. Menurut dia, kepolisian terlebih dahulu berupaya memperoleh gambaran mengenai kondisi TKP dan temuan yang ada sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan. “Untuk sementara kami melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal terhadap temuan kerangka tersebut. Selanjutnya, kerangka telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Besok akan dilaksanakan autopsi oleh Kabid Dokkes Polda Gorontalo,” ujar Teddy.
Pemeriksaan forensik tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas mengenai kerangka yang ditemukan. Hasil pemeriksaan juga akan menjadi salah satu bahan bagi penyidik untuk melakukan langkah penyelidikan berikutnya, termasuk dalam proses identifikasi.
Kepolisian hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dan belum menyampaikan kesimpulan mengenai identitas maupun hal lain yang berkaitan dengan temuan tersebut. Karena itu, informasi yang berkembang di tengah masyarakat diminta untuk tidak langsung dianggap sebagai fakta sebelum mendapat konfirmasi resmi.
Teddy juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi mengenai penemuan kerangka tersebut. Ia menegaskan, setiap perkembangan kasus akan disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi resmi dari pihak kepolisian. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang beredar di luar sana apabila belum dapat dipastikan kebenarannya. Kami akan menyampaikan perkembangan berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi resmi dari pihak kepolisian,” tegasnya.
Dengan dilakukannya pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara, kepolisian berharap proses identifikasi terhadap kerangka tersebut dapat memperoleh titik terang. Hasil pemeriksaan forensik selanjutnya akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penyelidikan atas penemuan kerangka manusia di wilayah Bongo Tua tersebut.(tha)














Discussion about this post