Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo menaruh harapan besar kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk turut mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di tengah masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, saat membuka kegiatan Coaching Kuliah Kerja Lapangan Profesi (KKLP) Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung BKPSDM Provinsi Gorontalo itu menjadi pembekalan bagi mahasiswa sebelum terjun ke lokasi pengabdian masyarakat. Ismail hadir mewakili Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Dalam arahannya, Ismail menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, melalui program KKLP, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat dan mendorong perubahan yang positif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan pembangunan berbasis SDGs sangat relevan dengan kebutuhan daerah saat ini karena menitikberatkan pada keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Oleh karena itu, program-program yang dijalankan mahasiswa selama KKLP diharapkan mampu mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah Kota Gorontalo, kata Ismail, membuka ruang kolaborasi yang luas dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dinilai penting untuk melahirkan inovasi serta solusi yang dapat menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Karena itu, mahasiswa harus memanfaatkan momentum KKLP sebagai sarana belajar langsung dari kehidupan masyarakat.
“Pengalaman di lapangan akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial sekaligus melatih kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Di hadapan peserta, Ismail juga berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, menghormati nilai-nilai sosial dan budaya setempat, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.
Kegiatan coaching tersebut turut dihadiri pimpinan Universitas Bina Taruna Gorontalo, dosen pembimbing, tokoh masyarakat, serta ratusan mahasiswa peserta KKLP. Melalui kegiatan ini, UNBITA berharap mahasiswa dapat menjalankan program pengabdian yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.(adv)










Discussion about this post