Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pasar senggol yang hanya ada di bulan ramadan, biasanya menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat, terutama saat menjelang Idulfitri.
Hanya saja, sejak bergulir, pasar Senggol Gorontalo nampak lenggang, tidak ada lagi ‘senggol-senggolan’ atau berdesak-desakan saat mengunjungi kawasan pasar yang berada di pusat Kota Gorontalo ini.
Pantauan Gorontalo Post, Rabu (11/3) malam, atau malam ke-22 Ramadan, pasar Senggol relatif sepi dari pengunjung. Sebagian besar pedagang masih menunggu kedatangan pembeli.
Sejumlah lapak yang menjual berbagai kebutuhan lebaran seperti pakaian, kain, hingga kua lebaran, sudah mulai beroperasi sejak beberapa hari terakhir. Namun, tingkat keramaian pasar musiman ini belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Salah satu pedagang, Sudin (56), mengaku baru sekitar empat hari berjualan di pasar tersebut. Menurutnya, kondisi tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. “Sudah sekitar empat hari jualan, tapi masih sepi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Sudin menuturkan, pada tahun-tahun sebelumnya Pasar Senggol biasanya sudah mulai ramai pembeli sejak pertengahan Ramadan. Namun tahun ini jumlah pengunjung masih tergolong sedikit. “Kalau tahun kemarin di tanggal-tanggal begini sudah banyak orang yang datang membeli. Sekarang memang masih sepi,” katanya.
Ia menduga beberapa faktor menjadi penyebab berkurangnya pengunjung, salah satunya kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu, kebiasaan belanja secara Online juga disebut turut mempengaruhi jumlah pembeli di pasar tradisional. “Kalau online banyak, pasar jadi tambah sepi. Pengunjung Pasar Senggol juga jadi berkurang,” jelasnya.
Meski demikian, Sudin tetap berharap kondisi pasar akan berubah menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia memperkirakan Pasar Senggol akan mulai ramai sekitar seminggu atau beberapa hari sebelum Lebaran. (Mg-05)













Discussion about this post