Gorontalopost.co.id, GORONTALO –– Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo terus mendorong penguatan moderasi beragama sebagai upaya meningkatkan indeks kerukunan umat beragama.
Meski kehidupan masyarakat dinilai rukun dan harmonis, hasil survei menunjukkan indeks kerukunan di Gorontalo masih perlu ditingkatkan agar melampaui rata-rata nasional.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono menyampaikan, secara faktual kehidupan antarumat beragama di Gorontalo berjalan kondusif.
Hal itu juga terlihat selama bulan Ramadan yang berlangsung aman, sejuk dan penuh toleransi meskipun terdapat perbedaan dalam beberapa amalia ibadah.
“Di lapangan sangat rukun dan harmonis, tetapi dalam survei indeks kerukunan umat beragama masih ada yang perlu diperkuat. Karena itu setelah lebaran akan dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman moderasi beragama,” ujarnya, Senin (9/3/2026)
Sosialisasi tersebut direncanakan menyasar berbagai rumah ibadah seperti masjid, gereja, pura hingga langgar. Tujuannya untuk memperkuat pemahaman kehidupan berbangsa serta menjaga keseimbangan hubungan antara agama dan negara.
Menurutnya, perbedaan dalam praktik keagamaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Justru perbedaan dapat melahirkan harmoni dalam kehidupan masyarakat.
“Perbedaan itu ibarat musik. Ada gendang, gitar dan alat lainnya yang ketika dimainkan bersama akan menghasilkan harmoni yang indah. Begitu pula kehidupan beragama di Gorontalo,” jelasnya.
Upaya memperkuat nilai kebersamaan juga dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial selama Ramadan. Dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kanwil Kemenag Gorontalo, turut disalurkan bantuan berupa Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat kurang mampu.
Selain itu, program sosial lain juga dilaksanakan seperti safari subuh, pembagian takjil oleh Dharma Wanita Persatuan serta penyaluran infak, sedekah dan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Di sisi lain, Kemenag Gorontalo juga telah melakukan koordinasi lintas instansi terkait persiapan penentuan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satunya melalui rapat bersama di Polda Gorontalo untuk membahas pelaksanaan rukyatul hilal pada 29 Ramadan,” tambahnya
Hasil pemantauan hilal tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat Kementerian Agama untuk menetapkan awal Syawal secara nasional. (Tr-76)













Discussion about this post