Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kebutuhan bahan pokok (Sembako) saat Ramadan begitu tinggi, tak heran warga rela mengantri lama-lama hanya untuk mendapatkan Sembako dengan harga murah.
Hal ini yang terlihat dalam pelaksanaan Pasar Murah bersubsidi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Gorontalo, di halaman Masjid Baiturrahmah, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Sabtu (7/3).
Salah satu warga Desa Hungayonaa, Tilamuta, Titin (40) yang ikut mengantri pasar murah, mengatakan, telah mengantre sejak pagi. Meski lelah, ia tetap bertahan karena harga bahan pokok yang dijual jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Saat melihat Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yang akan turun melayani warga di pasar murah, Titin pun menyampaikan rasa syukur sekaligus harapannya.
“Alhamdulillah ibu, ada pasar murah. Tapi ibu boleh kami beri masukan? Ini antreannya panjang. Semoga ke depan bisa dilaksanakan di kantor camat masing-masing sesuai alamat penerima. Tapi selebihnya terima kasih ibu,” ujar Titin.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan jika program pasar murah menjadi salah satu program unggulan Pemprov Gorontalo, karena berperan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu pengendalian inflasi, khususnya selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Khusus Ramadan ini sudah kita laksanakan di tiga titik, dan Boalemo menjadi lokasi keempat. Untuk minggu depan, kegiatan ini juga akan dilaksanakan bekerja sama dengan Forkopimda Provinsi Gorontalo, rencananya di halaman Kejaksaan Tinggi dan dilanjutkan di Lapangan Mapolda Gorontalo,” ujar Idah.
Wagub Idah juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Boalemo yang hadir pada pelaksanaan pasar murah kali ini. Menurutnya, jumlah warga yang datang sangat ramai dibandingkan beberapa lokasi sebelumnya.
Pada pasar murah ini, masyarakat dapat menebus tujuh komoditas bahan pokok dengan harga Rp95.000 dari harga normal Rp247.750, atau memperoleh subsidi sekitar 62 persen.
Komoditas yang disediakan meliputi beras lima kilogram seharga Rp25.000, minyak goreng Rp10.000 per liter, cabai rawit Rp10.000 per 0,25 kilogram, bawang merah Rp10.000 per 0,5 kilogram, gula pasir Rp10.000 per kilogram, telur Rp10.000 per 10 butir, serta ayam pedaging Rp20.000 per ekor. (tro)













Discussion about this post