gorontalopost.co.id – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail secara resmi mengukuhkan Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Provinsi Gorontalo, Senin (2/3). Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Cendana, Kediaman Suratinoyo Botutihe, Kota Gorontalo. Pengukuhan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Nasional Nomor 19/10-Romadhni/PI-DPN/SK/2025 tertanggal 1 Oktober 2025 tentang penyempurnaan kepengurusan PPI Provinsi Gorontalo.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Mantan Wakil Gubernur Guorontalo Idris Rahim, dan para pensiunan lainya.
Ketua PPI Provinsi Gorontalo, Weni Liputo dalam sambutannya menyampaikan bahwa amanah tersebut diterima secara legitimasi setelah melalui proses legalitas dari Dewan Pimpinan Nasional. Ia menegaskan bahwa setelah pengukuhan tingkat provinsi, pihaknya akan segera membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, jumlah pensiunan di Indonesia mencapai sekitar 3,3 juta orang secara nasional. Angka tersebut menjadi potensi besar yang dapat diberdayakan untuk mendukung pembangunan daerah. PPI, kata dia, bersifat terbuka dan tidak memaksakan keanggotaan, melainkan berdasarkan kesadaran serta semangat pengabdian. “Kami siap bersama pemerintah dan Forkopimda berbuat untuk masyarakat Gorontalo. Tidak semua harus bergerak di semua bidang, tetapi sesuai kompetensi dan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan rasa bahagia dapat hadir di tengah para pensiunan. Ia menegaskan bahwa keberadaan PPI bukan persoalan ideologi, melainkan wadah silaturahmi dan pengabdian.
Menurutnya, para pensiunan merupakan individu yang memiliki pengalaman panjang dan pemahaman mendalam terhadap dinamika pemerintahan serta kondisi daerah. Potensi tersebut dinilai perlu dihimpun dan diarahkan secara positif agar tetap produktif.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mendorong para pensiunan untuk tetap aktif sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing. Ia mencontohkan peluang usaha di bidang peternakan ayam melalui sistem hilirisasi, mulai dari produksi pakan ternak, distribusi DOC (anak ayam), hingga rumah potong hewan. Selain itu, ia turut menyinggung potensi pertambangan rakyat di wilayah Pohuwato dan Dengilo sebagai alternatif usaha dengan tetap mempertimbangkan faktor usia dan kesiapan fisik. (mg-05)













Discussion about this post