Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pasar Senggol di Kota Gorontalo mulai digelar yang diawali dengan pengukuran oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea diwakili Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin), Haryono Suronoto, Ahad (22/2) malam. Pasar Senggol yang sudah menjadi rutinitas tahunan di Kota Gorontalo setiap bulan Ramadan, akan digelar berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Selain pelaksanaannya lebih awal, kali ini Pasar Senggol hanya dilaksanakan di lima ruas jalan. Yaitu, Jalan Jenderal Soeprapto, MT. Haryono, Sutoyo, Imam Bonjol, dan S. Parman. Sedangkan Jalan Raja Eyato yang biasanya menjadi lokasi, untuk tahun ini tidak digunakan.
“Sesuai petunjuk Pak Wali Kota, Jalan Raja Eyato tidak untuk Pasar Senggol,” ungkap Haryono saat memberikan sambutan pada pengukuran lapak. Ia juga mengingatkan pengelola wajib menjaga kebersihan lokasi selama Pasar Senggol berlangsung. Bukan cuma itu, keamanan juga menjadi pesan penting Haryono.
“Pak Wali Kota juga berpesan keamanan dijaga. Terus juga untuk iuran disetor langsung pengelola ke RKUD (Rekening kas umum daerah),” kata dia. Lantas bagaimana dengan harga lapak? Sebab, hal ini menjadi yang paling krusial di setiap pelaksanaan Pasar Senggol.
Pertanyaan ini sudah dijawab Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat rapat koordinasi dan evaluas (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Ia meminta agar harganya tidak memberatkan para pedagang. (rwf)











Discussion about this post