Gorontalopost.co.id, GORONTALO –- Mimpi Gorontalo berstatus pelaksana embarkasi haji penuh (EHP) segera terwujud. Salah satu persyaratan utama yakni ketersediaan infastur berupa Bandar Udara yang memadai, makin disiapkan.
Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama perluasan kawasan Bandara Djalaludin Gorontalo, oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Jumat (20/2). Seperti diketahui Gorontalo sejak tahun 2007 silam, telah menyandang status penyelenggara haji antara atau embarkasi haji antara (EHA).
Ketentuan ini mengharuskan jemaah haji asal Gorontalo masih harus transit di Bandara Sulatan Hasanuddin di Makassar sebelum terbang ke Jeddah,Arab Saudi. Akan berbeda ketika EHP Gorontalo terwujud, jemaah akan langsung terbang dari Gorontalo menuju Arab Saudi.
Dalam pembenahan infrastruktur bandara untuk mendukung EHP, setidaknya ada dua pekerjaan utama yang akan dilakukan yakni perluasan apron dan pembuatan taxiway bandara Djalaluddin. Dana Rp40 miliar dari Pemerintah Pusat berhasil diperjuangkan ke Gorontalo.
“Saya berdiri di sini teringat satu tahun yang lalu ketika saya menandatangi surat pertama saat menjadi Gubernur, itu menyangkut keberangkatan jemaah haji melalui bandara haji antara, ketika selesai retret, pas satu Ramadan saya berniat saya harus menandatangani surat yang pertama yang berhubungan dengan haji agar supaya embarkasi haji ini bisa terwujud dan Alhamdulillah kita menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan embarkasi haji penuh Gorontalo” ungkap Gusnar.
Perluasan Apron atau pelataran pesawat ini memungkinkan pesawat berbadan lebar atau jenis Boeing 777 dengan kapasitas 415 penumpang dapat mendarat di Gorontalo. Pembangunan ini menggunakan anggaran dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp40 miliar.
Disamping perluasan apron dan pembuatan taxiway, kelanjutan pembangunan pada tahun 2027 mendatang meliputi pekerjaan pelapisan runway dengan panjang 2500×45 meter dengan tebal 10cm, perluasan turning pad dan optimalisasi alat bantu pendaratan visual. Ditargetkan bandara ini akan beroperasi paling lambat tahun 2028.
“Persiapannya sudah selesai dan untuk tahun ini kita akan memulai tahap satu yaitu pembangunan perluasan apron dengan anggaran 40 miliar” ujar Gusnar
Ia pun menanggapi beberapa tanggapan kritis diantaranya terkait penggunaan bandara Djalaluddin saat menjadi bandara embarkasi haji penuh yang hanya beroperasi sekali pada saat musim haji.
Menurutnya, saat bandara ini beroperasi untuk embarkasi haji penuh, maka jumlah masyarakat yang berumrah diperkirakan akan mengalami peningkatan.
“Masyarakat Gorontalo yang berumrah tahun 2024 itu sekitar 3000 hingga 4000, tapi mereka berangkat dari Makassar atau Jakarta, Saya yakin dan percaya kalau ini jadi embarkasi haji, maka sekaligus ini menjadi embarkasi umrah. Jadi orang berumrah disini akan meningkat dan akan menggerakan perekonomian kita,”jelas Gusnar. (tro)












Discussion about this post