Gorontalopost.co.id, POHUWATO -– Jika tidak ada aral yang melintang, tahun ini direncanakan akan dilakukan pemasangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Pohuwato. Inovasi pemasangan tersebut merupakan gagasan Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K., M.H.
Dikatakan Alumnus Akpol 2005 ini, daerah Pohuwato setiap tahunnya mengalami peningkatan dan kemajuan, khususnya di pusat ibu kota yakni di Kecamatan Marisa.
Selain itu, daerah Pohuwato merupakan pintu masuk dari provinsi tetangga yakni Sulawesi Tengah (Sulteng). Dengan demikian, perkembangan dan arus transportasi akan mengalami peningkatan. Ditambah lagi banyaknya perusahaan di wilayah Pohuwato, akan membuat arus lalu lintas ke depannya akan semakin padat.
“Tidak bisa kita pungkiri, daerah Pohuwato saat ini terus mengalami kemajuan. Oleh karena itu, perlu pengaturan sedini mungkin untuk arus lalu lintas. Nah, karena ini sudah era digital dan Polisi juga sudah digital, maka kita memerlukan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk pengawasan, termasuk memantau pelanggaran-pelanggaran yang terjadi,” jelasnya.
Lanjut kata Kapolres yang merupakan mantan santri ini, dengan adanya ETLE di Pohuwato, maka akan sangat membantu pihak Kepolisian dalam melakukan pemantauan dan juga pengaturan. Tak hanya itu saja, masyarakat pun akan semakin taat dan patuh terhadap aturan lalu lintas, meski tidak ada Polisi yang berdiri lagi di jalan.
“Dengan adanya ETLE ini, maka akan sangat membantu Kepolisian. Apalagi dengan kurangnya personel yang bertugas, maka kehadiran ETLE akan sangat membantu. Selain itu, masyarakat pun diharapkan bisa lebih taat dan patuh lagi terhadap aturan lalu lintas, meski tidak dalam pengawasan personel Lantas secara langsung,” terangnya.
Untuk mewujudkan impian, rencana atau pun target pembangunan ETLE di daerah Pohuwato, hal pertama yang dilakukan kata Kapolres AKBP H. Busroni adalah, berdoa kepada sang pemilik segalanya.
Selanjutnya, bentuk ikhtiar yang dilakukan yakni dengan membangun komunikasi bersama pemerintah daerah serta seluruh pihak lainnya yang ada di Pohuwato.
Hal ini dikarenakan, untuk membangun sistem pengawasan lalu lintas melalui program ETLE ini, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, dibutuhkan bantuan serta dukungan dari semua pihak, sehingga pembangunan ETLE ini bisa terwujud.
“Sistem penataan kota harus dilakukan sedini mungkin. Dengan adanya ETLE ini, maka bisa pula dikolaborasikan dengan program pemerintah yakni Smart City. Dengan demikian, semuanya akan saling terkoneksi dan memberikan dampak positif bagi daerah, khususnya masyarakat ke depannya.
Oleh karena itu, untuk mewujudkan kehadiran ETLE ini, kami masih membangun komunikasi dengan semua pihak. Semoga pertengahan tahun ini ETLE sudah terpasang dan dapat dimanfaatkan di daerah Pohuwato,” harap AKBP Busroni yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kasubdit Gakkum Dit Lantas Polda Gorontalo dan juga Kasubdit Paminal, Bid Propam Polda Gorontalo ini. (kif)











Discussion about this post