logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Bulan Bulat

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 5 February 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

Math’am Jawa Jadid, –Anda sudah tahu artinya: Resto New Jawa. Hanya satu langkah dari hotel tempat saya menginap –langkahnya Hulk.

Awalnya bukan resto itu sendiri yang menarik perhatian saya. Obrolan mereka yang makan di situlah yang memancing perhatian –ups … mereka belum makan. Baru akan makan.

Related Post

Buka Blak

Ibadah Stres

PT Bukan

Agak Laen

Saya juga ingin makan. Mereka pun minta saya duduk di ujung meja panjang. Di halaman terbuka depan. Lebih sejuk. Lebih lapang.

Saya pun serasa kembali muda. Mereka memang anak-anak muda. Pakaian mereka hitam-hitam tapi dari bahan dan potongan yang modern. Atraktif. Saya akan ceritakan siapa mereka di Disway besok.

Setelah duduk barulah saya menengok ke papan nama resto itu: New Jawa –sebagai terjemahan dari bahasa Arab di foto.

“Mana Bu Dahlan?” tanya mereka.

“Beliau sedang ikut city tour,” jawab saya. “Ke kebun kurma…”.

Saya mengucapkan ”kebun kurma” dengan agak lirih –agak tersekat di tenggorokan. Terlalu pahit untuk mengenangnya. Delapan tahun lalu dada saya sesak sepulang dari kebun kurma yang sama. Perut terasa kembung berlebihan. Napas tersengal. Punggung nyeri.

Saya terlalu banyak makan kurma mentah setengah matang di kebun itu.

Selebihnya Anda sudah tahu: saya dilarikan ke rumah sakit di Madinah ini. Di situ saya mengaku kena serangan jantung. Ternyata dokter bilang jantung saya excellence. Saya disuruh pulang ke hotel. Saya menolak. Dada terlalu sakit. Napas terlalu tersengal.

Saya tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Makkah. Anak-cucu yang minta saya terbang pulang bersama ibu dan nenek mereka. Bisa saja pembuluh darah saya pecah di penerbangan pulang sembilan jam itu. Saya berani terbang pulang justru karena tidak tahu potensi bahaya besarnya itu.

Tiga hari saya masuk RS di Surabaya. Tidak ditemukan apa pun. Sampai Robert Lai, soulmate saya di Singapura, memaksa saya ke sana.

Diketahuilah: terjadi aorta dissection –pembuluh darah utama saya pecah. Sepanjang setengah meter. Untung bisa diselamatkan.

Beberapa kali ke Madinah setelah itu saya tidak pernah ikut city tour lagi. Bukan salah kurma. Salah saya sendiri. Juga ”salah”-nya Madinah: kenapa kota ini kian menarik. Kian modern. Kian bersih. Kian tertata. Kian banyak kafenya.

Tanpa ke kebun kurma tidak kekurangan yang bisa dilihat di New Madinah. Dulu ke kebun kurma karena jamaah bisa bosan di Madinah. Kini tidak seperti itu lagi. Jalan kaki ke arah mana pun akan ketemu tempat yang menarik.

Seluruh kota Madinah sudah ditata dengan selera Amerika. Tidak secuil pun terlihat Madinah lama. Tidak ada lagi sudut yang kotor dan kumuh. Kadang saya ikut bersyukur Arab Saudi kaya –sehingga mampu menata kotanya. Mampu juga membersihkan kota dari sampah dan kemiskinannya.

Tengah malam pun gemerlap –seperti tidak tahu cara meredupkannya. Saya sendiri tidak boleh tidur sebelum pukul 02.00. Anda sudah tahu: saya harus live setengah jam pada pukul 05.00 WIB. Setiap hari. Itu berarti pukul 01.00 waktu Madinah.

Teman saya, pemilik perusahaan haji dan umrah Bakkah, memilihkan hotel di dekat Gerbang 330 Masjid Madinah. Itulah gerbang paling menarik –karena dekat dengan 步行街 terbaru di Madinah. Bukan hanya dekat. Tersambung dengan itu.

Sepanjang jalan utama di depan Gerbang 330 itulah pusat jalan-jalan yang lapang dan gemerlap. Begitu banyak kafe di situ.

Pun tengah malam. Tetap ramai. Ada yang pergi ke masjid. Ada yang baru pulang dari masjid.

Tahun ini ada pemandangan baru yang sebenarnya agak menggelikan –fenomena TikTok. Orang antre di salah satu kafe kaki-lima di situ. Beli es krim. Serunya, kata mereka, bukan rasa es krimnya tapi proses pembeliannya.

Setiap penjual menyerahkan es krimnya saat itu juga dia menyemprotkan bubble lembut ke pembeli. Tidak hanya itu. Pembeli juga ditaburi kelopak-kelopak bunga Mawar. Seperti dihujani bunga. Mereka pun bersorak.

Rasanya harga bunga itu lebih mahal daripada es krimnya yang mungil: 25 riyal –sekitar Rp 110.000.

Ada juga jenis tur baru di Madinah: napak tilas Nabi Muhammad. Dari Masjid Nabawi ke Masjid Quba.

Nabi selalu jalan kaki dari rumahnya ke Masjid Quba. Kini lokasi rumah itu ada di dalam masjid yang terus diperluas. Quba adalah masjid pertama yang dibangun Nabi. Yakni saat Nabi dalam perjalanan migrasi dari Makkah yang membecinya ke Madinah yang menunggunya.

Perjalanan itu delapan hari, tapi karena tiga hari pertama harus sering bersembunyi dulu, jadinya 11 hari.

Di hari ke-8 Nabi tiba di Quba –di luar kota Madinah. Istirahat beberapa hari di situ. Sempat membangun masjid. Baru kemudian masuk ke kota Madinah.

Tahun ini, para jamaah umrah sudah bisa napak tilas itu dengan cara baru. Tidak perlu jalan kaki. Terlalu jauh: lima kilometer. Bisa 1,5 jam. Ada cara baru: naik mobil golf. Hanya 20 menit.

”Terminal” mobil golf itu di dekat gerbang 330. Satu mobil bisa tujuh orang. Satu orang 20 riyal. Satu kali jalan.

Saya dipilihkan napak tilas malam hari. Siang pun sebenarnya tidak masalah. Ini lagi musim sejuk-sejuknya. Tidak terlalu dingin. Sekitar 20 derajat Celsius. Sangat nyaman.

Bedanya: kalau malam bisa melihat gemerlap lampu sepanjang jalan. Juga lihat air mancur bercahaya.

Rute lima kilometer itu sudah ditata bak destinasi baru wisata. Madinah sudah ditata indah –pun sampai pinggiran kotanya. Apalagi kompleks Masjid Quba itu: sudah dirombak total. Masjidnya. Juga lingkungan di luarnya.

Perjalanan mobil golf itu pun rutenya dibuat menarik: melewati beberapa lokasi bersejarah. Termasuk melewati Saqifah Bani Sa’idah yang terkenal itu (lihat: Disway 4 Maret 2024: Pagar Teras). Sudah lama rumah bersejarah itu –terutama terasnya- dihancurkan: untuk perluasan masjid Nabawi.

Kini teras rumah itu sudah jadi tambahan halaman masjid yang sangat luas. Sebagiannya sudah dibuat taman. Sudah ditanami kurma –tapi belum mulai berdaun.

Itulah yang dulu menjadi arena berdebatan masal. Tema debat: siapa pengganti Nabi Muhammad. Saking serunya pertentangan sampai jenazah Nabi lupa dikuburkan –menunggu selesainya perdebatan yang sampai berlangsung dua hari.

Ada juga literatur yang menyebutkan Nabi tidak segera dikuburkan bukan karena itu. Mereka sebenarnya menunggu saat-saat jenazah Nabi akan ”ditarik” ke langit.

Di zaman itu ada yang percaya bahwa Nabi, sebagai manusia sempurna, akan diangkat ke langit –seperti Nabi Isa (Yesus).

Di Madinah, pun di Quba, terang dan ramainya hampir sama. Tidak ada siang dan malam di sana. Di Quba terlihat malam hanya karena terlihat bulan bulat Nisfu Sa’ban –中月亮 di kaki langitnya.

Madinah-Quba adalah jalur baru wisata yang Anda harus coba –minggu depan. Atau tahun depan. Atau kapan-kapan. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

HARGA SAHAM yang memerah ditampilkan di Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia) Kamis,29 Januari 2026.-Yasuyoshi Chiba-AFP-

Buka Blak

Wednesday, 4 February 2026
Friderica Widyasari Dewi selaku Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK mengungkapkan 8 langkah mempercepat reformasi pasar modal Indonesia.-dok disway-

Ibadah Stres

Tuesday, 3 February 2026
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengundurkan diri bersama 2 Petinggi lainnya imbas anjloknya IHSG-Dok. OJK-

PT Bukan

Monday, 2 February 2026
ILUSTRASI IHSG Rontok, Permainan atau Mekanisme Pasar.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Agak Laen

Monday, 2 February 2026
Ilustrasi Venezuela--

Venezuela Kanada

Thursday, 29 January 2026
Ilustrasi Ahok dan Nicke Widyawati.--

Board Manual

Wednesday, 28 January 2026

Discussion about this post

Rekomendasi

PILU- Secarik kertas berisi pesan perpisahan dari siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, kepada ibunya, sebelum ditemukan meninggal dunia. (foto: istimewa)

Kisah Anak SD BunDir di NTT, Tak Mampu Beli Buku, Mama Pelit Sekali

Thursday, 5 February 2026
Ismet Mile

SK DPP Dianggap Ilegal, Kader PPP Tolak Ismet

Thursday, 5 February 2026
Ismet Mile saat menerima dokumen SK PPP dari Ketua Umum DPP PPP Mardiono di Jakarta. (Foto: Istimewa).

Tinggalkan Golkar, Ismet Nakhodai PPP Gorontalo

Wednesday, 4 February 2026
Oknum kontraktor inisial AR dan mantan Kadis PUPR Provinsi Gorontalo HS, saat menjalani tahap dua di Kejari Kota Gorontalo, Selasa (3/2). (Foto: Jalal/Gorontalo Post).

Kanal Tanggidaa, Penahanan Mantan Kadis PUPR Provinsi Diperpanjang

Wednesday, 4 February 2026

Pos Populer

  • PILU- Secarik kertas berisi pesan perpisahan dari siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, kepada ibunya, sebelum ditemukan meninggal dunia. (foto: istimewa)

    Kisah Anak SD BunDir di NTT, Tak Mampu Beli Buku, Mama Pelit Sekali

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Tinggalkan Golkar, Ismet Nakhodai PPP Gorontalo

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • SK DPP Dianggap Ilegal, Kader PPP Tolak Ismet

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Warisan Cinta

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Mahasiswa Timor Leste Raih Amd.Farm di UNG, Rektor Proses Beasiswa Sampai Profesi Apoteker

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.