Gorontalopost.co.id, GORONTALO –- Usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Otanaha 2026, jajaran Satuan Lalu Lintas Polda Gorontalo langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan penertiban lalu lintas.
Razia digelar sejak pukul 10.00 Wita, Senin (2/2) dan menyisir seluruh jenis kendaraan tanpa pengecualian, mulai dari sepeda motor, bentor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan barang berukuran besar.
Pantauan Gorontalo Post, salah satu lokasi yang menjadi fokus pemeriksaan berada di Jalan Ahmad A. Wahab, Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Ruas jalan tersebut dipilih karena memiliki intensitas lalu lintas yang cukup tinggi serta kerap dilintasi berbagai tipe kendaraan setiap harinya. Para pengguna jalan khususnya pengemudi sepeda motor, banyak yang melakukan aksi putar balik karena melihat adanya Polisi Lalu Lintas.
Dalam pelaksanaan razia, petugas mendapati sejumlah pelanggaran yang masih tergolong umum dan berulang. Beberapa pengendara kedapatan tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI), sementara sebagian lainnya menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong.
Selain itu, masih ditemukan pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman serta pengendara yang tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan.
Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Lukman Cahyono,S.I.K.,M.H. menjelaskan, Operasi Keselamatan Otanaha ini merupakan tahapan cipta kondisi.
Harapannya, saat Idul Fitri nanti, pihaknya tidak lagi terlalu disibukkan dengan penertiban pelanggaran, melainkan fokus pada kelancaran dan pengamanan arus lalu lintas.
“Hasil penindakan pada hari pertama operasi mencatat, sebanyak 14 pengendara melakukan pelanggaran lalu lintas. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan pengendara sepeda motor. Meski menemukan pelanggaran, petugas tidak langsung menjatuhkan sanksi tilang,” ungkapnya.
Ditambahkan pula, para pelanggar hanya diberikan teguran serta imbauan agar segera melengkapi kelengkapan kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas. Langkah ini diambil sebagai bentuk edukasi agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
Lebih lanjut, kata Kombes Pol. Lukman, penentuan lokasi razia bersifat situasional dan berdasarkan hasil pemetaan kerawanan pelanggaran lalu lintas. Polisi akan lebih banyak hadir di titik-titik yang dinilai rawan, baik dari sisi pelanggaran maupun potensi kecelakaan.
“Melalui operasi ini, Polda Gorontalo berharap dapat mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Gorontalo, sekaligus menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat,” pungkasnya. (tha)












Discussion about this post