Gorontalopost.co.id, LIMBOTO — Sejak awal Januari 2026, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Magfirah, yang terletak di Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo ditinggalkan oleh guru pengajarnya.
Melihat kondisi tersebut, orang tua siswa yang kasihan dan prihatin, kemudian mengambil tanggungjawab dari para guru tersebut, untuk memberikan pembelajaran kepada para siswa.
Pantauan Gorontalo Post, nampak tiga orang tua sementara mengajar di hadapan 32 orang siswa siswa. Di mana yang seharusnya dibagi menjadi dua kelas, tetapi karena ketiadaan guru pengajar, membuat orang tua berinisiatif bukan saja mengajar langsung, tetapi juga menyatukan murid dalam satu ruangan.
“Sebenarnya pengajar di sini ada dua orang, satu orang sudan terangkat menjadi PPPK paruh waktu sekaligus merangkap Kepala Sekolah di PAUD ini. Hanya saja beliau baru saja meninggal dunia, atas nama Novalia Kunuti. Dan satunya lagi Nining Maku sudah tidak mengajar karena fokus buka Usaha,” ungkap Sri Linda Tanaiyo salah seorang wali murid.
Dijelaskan Linda, sejak sebulan ini orang tua bergantian mengajar anak-anak mereka. Hanya saja mereka mengakui tak punya dasar mengajar, sehingga materi yang diberikan hanyalah membaca, penjumlahan dan pengurangan serta menulis angka dan huruf.
“Kami tidak tau mengajar sebenarnya. Hanya saja karena sudah masuk semester baru, tetapi anak-anak tidak ada yang mengajar, sehingga kami berinisiatif mengajar semampu yang kami tahu dasar-dasar saja,” jelas Linda yang diamini ibu lainnya.
Ditambahkan pula, mereka membagi waktu tiap tiga orang tua mengajar bergantian, sembari mencari guru pengganti untuk mengajar di PAUD tersebut, dan alhamdulillah sudah ada yang mau mengajar. Hanya saja, yang bersangkutan baru akan melaksanakan tugasnya senin nanti.
“Alhamdulillah sudah ada, orang sini juga dan beliau adalah guru dari Kabupaten Pohuwato. Hanya saja karena ibunya sakit, makanya balik menjaga ibunya dan setelah kami hubungi, beliau bersedia membantu,” jelas Linda.
Sementara itu Kepala BPD Toyidito, Yulis Moodoeto saat dikonfirmasi menjelaskan, memang sebelumnya ada dua orang tenaga pengajar di sekolah tersebut. Hanya saja, saat ini sudah tidak ada lagi, karena satunya meninggal dunia dan satunya lagi lebih pada pengembangan usahanya.
“Alhamdulillah sudah ada pengganti, dan insya allah akan bekerja mulai senin ini. Kami dari desa memang menganggarkannya di dana desa sebesar Rp 500 ribu perbulan. Semoga gurunya bisa betah mengajar dan membantu mencerdaskan anak bangsa di desa ini,” harapnya. (Wie)











Discussion about this post