Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Perekonomian Provinsi Gorontalo menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah tekanan ekonomi global. Hingga Triwulan III-2025, ekonomi Gorontalo tercatat tumbuh 5,49 persen (year on year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,04 persen.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Gorontalo mampu menjaga momentum pertumbuhan. Ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi daerah cukup resilien dan kebijakan fiskal berjalan efektif,” ujar Kepala Bidang PPA II, Muh. Fahmi Wijaya, dalam Forum Koordinasi Fiskal dan Moneter, Muh. Fahmi Wijaya dalam Forum Koordinasi Fiskal dan Moneter, Selasa, (27/1/2026)
Ia menambahkan, inflasi yang terkendali menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hingga Desember 2025, inflasi Gorontalo tercatat sebesar 2,52 persen (yoy), yang dinilainya sebagai modal penting untuk mempertahankan daya beli masyarakat.
“Inflasi yang rendah dan stabil memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap beraktivitas secara produktif, sekaligus menjaga konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Gorontalo tahun 2025 meningkat menjadi 72,62 dengan kategori tinggi, sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 13,24 persen pada Maret 2025.
Selain itu, sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah juga menunjukkan kinerja positif. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat 5,60 persen menjadi 120,89 pada Desember 2025, menandakan perbaikan kesejahteraan petani.
Meski demikian, tingkat pengangguran terbuka tercatat sedikit meningkat menjadi 3,42 persen, yang menurut Fahmi memerlukan peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja.
“Ke depan, tantangan kita bukan hanya menjaga pertumbuhan, tetapi memastikan kualitas pertumbuhan melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja agar mampu menyerap peluang ekonomi yang ada,” katanya.
Dari sisi fiskal, APBN berperan optimal sebagai shock absorber dan akselerator pembangunan. Hingga 31 Desember 2025, Pendapatan Negara di Gorontalo terealisasi Rp1,37 triliun atau 89,94 persen dari target, dengan penerimaan perpajakan Rp928,08 miliar. PNBP mencatatkan kinerja luar biasa dengan realisasi 131,95 persen dari target.
Pada sisi belanja, Belanja Negara terserap Rp10,67 triliun atau 97,16 persen dari pagu, termasuk Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp6,08 triliun atau 98,42 persen, dengan DAU hampir tersalurkan penuh.
Pemerintah pusat juga memperkuat perlindungan sosial dan dukungan bagi UMKM. Sepanjang 2025, bantuan sosial senilai Rp631,10 miliar disalurkan kepada 949.589 KPM. Penyaluran KUR mencapai Rp550,08 miliar untuk 11.849 debitur, sedangkan UMi tersalurkan Rp86,22 miliar kepada 14.069 debitur.
Program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), juga berjalan efektif di Gorontalo. Hingga 23 Januari 2026, program ini menjangkau 93.291 penerima manfaat, terdiri dari pelajar dan kelompok rentan.
Dari sisi penerimaan, KPP Pratama Gorontalo dan KPKNL Gorontalo mencatat kinerja solid, dengan penerimaan pajak Rp928,08 miliar dan PNBP Rp440,57 miliar atau 131,95 persen dari target. Sementara itu, Bea Cukai Gorontalo turut mendukung surplus neraca perdagangan sebesar US$6.051,84 hingga November 2025.
“APBN hadir bukan hanya sebagai angka, tetapi sebagai instrumen nyata untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang berkelanjutan,” pungkas Fahmi. (Tr-76)













Discussion about this post