Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Upaya peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR) terus diperkuat. Tim Kelompok Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Gorontalo melakukan penggalian data awal untuk analisis kebutuhan pemanfaatan media dan hypermedia pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi 71 Kabupaten Boalemo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Sekolah Rakyat, gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Kepala Sekolah SR Terintegrasi 71 Kabupaten Boalemo, Mohamad Syaifudin, mengatakan jumlah peserta didik saat ini masih terbatas. Meski demikian, sekolah tersebut tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang optimal.
“Sementara ini jumlah peserta didik baru sebanyak 63 orang, terdiri dari 41 siswa SD dan 22 siswa SMP. Untuk rombongan belajar, SD dibagi dua rombel dan SMP satu rombel. Dengan keterbatasan itu, kami terus berupaya memaksimalkan proses pembelajaran,” ujar Syaifudin.
Dalam kegiatan tersebut, Tim PTP dan Kehumasan KGTK Gorontalo menyampaikan arahan mewakili pimpinan terkait fokus pendampingan ke depan. Pendampingan diarahkan pada pemanfaatan media digital dan hypermedia pembelajaran, termasuk multimedia terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik.
Perwakilan Tim KGTK Gorontalo menegaskan, pemanfaatan teknologi menjadi kunci penguatan pembelajaran di Sekolah Rakyat. “Pendampingan ini berfokus pada pemanfaatan media digital dan hypermedia pembelajaran berbasis kebutuhan murid. Guru didorong untuk berinovasi dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan potensi peserta didik agar pembelajaran lebih bermakna,” ungkapnya.
Selain itu, Tim KGTK juga menggali data awal terkait tingkat literasi membaca dan numerasi siswa, penggunaan alat peraga pembelajaran, penguasaan materi pada mata pelajaran yang telah diajarkan, serta ketersediaan dan pemanfaatan sarana pendukung pembelajaran.
Menurut Tim KGTK Gorontalo, penggalian data ini menjadi fondasi penting agar pendampingan yang dilakukan tepat sasaran. “Data awal ini akan menjadi dasar kami dalam merancang model pendampingan yang sesuai dengan kondisi riil sekolah, sehingga Program Sekolah Rakyat benar-benar memberi dampak pada peningkatan kualitas belajar siswa,” tambahnya.
Melalui langkah tersebut, KGTK berharap guru mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat sekaligus agen perubahan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi peserta didik abad ke-21. (Tr-76)













Discussion about this post