Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Daya beli petani di Gorontalo terus menguat, ini dibuktikan dengan nilai tukar petani (NTP) yang mengalami peningkatan siginifikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Desember 2025 NTP Gorontalo naik sebesar 5,60 persen, angka ini menempatkan Gorontalo sebagai daerah dengan peningkatan NTP tertinggi di kawasan timur Indonesia.
Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo Dwi Alwi Astuti mengungkapkan, NTP secara nasional mencapai 125,35 persen. “NTP Gorontalo pada Desember 2025 tercatat sebesar 120,89 persen, angka ini meningkat signifikan dari NTP November 2025 yang berada di angka 114,48 persen,”kata Dwi Alwi Astuti dalam rilis resmi, Senin,(5/1).
Menurut Dwi Alwi, kenaikan NTP ini dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga yang diterima oleh petani terutama pada subsektor tanaman hortikultura yang melonjak naik mencapai 96,72 persen dan subsektor tanaman pangan yang juga mengalami peningkatan sebesar 0,59 persen.
Untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat, subsektor peternakan dan subsektor perikanan tercatat tidak mengalami kenaikan pada periode yang sama.
BPS juga mencatat inflasi tahunan (year-on-year) diakhir tahun. Pada Desember 2025 Provinsi Gorontalo mengalami inflasi yang cukup terkendali, berada di angka 2,52 persen.
Data BPS menunjukkan, kelompok makanan minuman dan tembakau menyumbang andil inflasi terbesar mencapai 1,56 persen. Diurutan kedua kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,67 persen serta transportasi menyumbang andil inflasi 0,17 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario mengatakan bahwa tingginya NTP ini menjadi cerminan dari tingkat daya beli petani.
“Semakin tinggi nilai NTP, semakin besar kemampuan petani dalam membeli barang konsumsi dan sarana produksi dengan pendapatan yang diperoleh dari hasil pertanian,” terang Muljadi, Senin (5/1) kemarin.
Muljadi menambahkan bahwa secara konsep, jika NTP berada di atas angka 100, itu menandakan pendapatan petani mengalami peningkatan. Kenaikan harga hasil pertanian relatif lebih tinggi dibandingkan harga barang dan jasa yang harus dibeli petani, sehingga daya beli mereka menjadi lebih baik.
“Di angka 120,89 maka ini bisa diartikan bahwa ini merupakan cerminan dari tingkat kesejahteraan petani Gorontalo yang terus meningkat. Ini artinya keseriusan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie untuk program agromaritim sudah on the track, karena data ini dari BPS sendiri,” jelas Muljadi.
Pemerintah menjadikan NTP sebagai salah satu acuan utama dalam perumusan kebijakan sektor pertanian. Dengan tingginya NTP Gorontalo, kebijakan yang berpihak pada petani dinilai berjalan efektif, baik melalui pengendalian harga, peningkatan produksi, maupun dukungan sarana dan prasarana pertanian.
“Ke depan, capaian ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mendorong kesejahteraan petani yang berkelanjutan di Provinsi Gorontalo,” pungkasnya. (lyd/tro)













Discussion about this post