Gorontalopost.co.id — Iptu Nasrullah, Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, baru saja menyelesaikan perjalanan yang kelak tidak akan pernah ia lupakan. Sebuah misi penyelamatan anak berusia empat tahun, Bilqis, yang diculik di Taman Pakui Sayang Makassar, membawanya ribuan kilometer menembus hutan pedalaman di Provinsi Jambi.
Tak ada yang menyangka, pencarian yang bermula dari rekaman CCTV di Taman Pakui, akan berakhir di jantung Suku Anak Dalam, kelompok terpencil yang hidup jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
“Awalnya kita melakukan penyelidikan di Taman Pakui. Setelah itu kita mendapatkan informasi dari CCTV, lalu kita telusuri,” ujar Nasrullah saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Senin (10/11/2025).
Dari potongan video itulah, mereka menemukan titik terang pertama, sosok perempuan yang menjemput Bilqis.
Penyelidikan mengarah ke pelaku pertama, SY, dan dari sanalah benang kusut mulai terurai. “Kita temukan pelaku pertama itu (SY), terus kita kembangkan lagi, ternyata anak itu dijemput oleh wanita dari Jakarta,” sebutnya.
Jejak berikutnya membawa tim ke Sukoharjo, Jawa Tengah. Di sana, mereka berhasil mengamankan pelaku lain yang mengaku Bilqis telah dibawa ke Jambi. Tanpa menunggu waktu lama, Nasrullah bersama tim segera bergerak.
“Kami langsung berangkat ke Jambi dan berkoordinasi dengan teman-teman kepolisian di sana. Di sana luar biasa bantuannya,” ucapnya.
Dari Jambi, perjalanan darat sejauh 12 jam menuju Kerinci menanti. Jalanan berliku, licin, dan nyaris tanpa sinyal. “Karena hubungan emosional sudah terjalin antara mereka. Bilqis sempat merontak karena menganggap itu bapaknya. Saking dekatnya,” ungkap Supriadi. Tak ada imbalan, tak ada permintaan uang. Hanya empati dan kemanusiaan yang berbicara.
“Kami memberikan pengertian, ‘Posisikan diri anda kalau anak anda yang diculik’. Akhirnya mereka luluh,” kenangnya. Setelah menempuh lebih dari 16 jam perjalanan darat dan negosiasi berhari-hari, Bilqis akhirnya dipeluk kembali oleh para penyelamatnya.
Untuk diketahui, dalam operasi penyelamatan ini, Iptu Nasrullah dan IPDA Supriadi Gaffar, didampingi dua anggota Jatanras bernama Bripka Megawan Parante dan Briptu Muh Arif. (fajar)












Discussion about this post