Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Keseriusan Pemerintah Kota Gorontalo dalam memberantas buta huruf Al Qur’an tengah digenjot Walikota Adhan Dambea. Kali ini orang nomor satu di Kota Gorontalo tersebut menyasar anak-anak usia dini yang diwajibkan mengantongi sertifikat mampu baca Al Qur’an sebagai salah satu persyaratan untuk mendaftar jenjang SMP dimulai tahun ajaran 2026/2027.
Penegasan ini disampaikan langsung Walikota Adhan Dambea pada seleksi tilawatil Quran dan Hadist (STQH) Kota Gorontalo pada 27/4/2025. Berbagai upaya terus digencarkan dan semua elemen masyarakat diminta untuk dapat ambil bagian.
Ketua LPQ Al Yasiir Gorontalo Lutfia Martiany Tagoi mengungkapkan, kebijakan Pemkot wajibkan sertifikat mampu baca Al Qur’an untuk dikantongi siswa lulusan SD sejalan dengan visi-misi LPQ yang dipimpinnya saat ini yakni melahirkan generasi tuntas buta huruf Al Qur’an sejak usia dini.
Menurutnya langkah strategis LPQ Al Yasiir jemput bola dengan “Program Kolaborasi Ekskul TPQ Masuk Sekolah” bertujuan untuk mempermudah jangkauan pembelajaran Al Qur’an di luar jam pelajaran sebab siswa tidak perlu mencari TPA/TPQ dan bisa langsung mengaji ditempatnya bersekolah usai pulang sekolah,”jelas Lutfia.
Menurutnya langkah tersebut sangat strategis mengingat fakta dilapangan anak-anak kesulitan konsisten belajar mengaji sebab terkendala untuk menjangkau lokasi TPA/TPQ serta kesibukan orang tua untuk antar jemput.
Penerapan perdana program kolaborasi ekskul TPQ masuk SD ini, LPQ Al Yasiir jelas Lutfia tengah menggandeng SDN 70 Kota Tengah Kota Gorontalo sebagai percontohan dan akan melakukan penandatanganan kerjasama pada 23 Oktober nanti.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kota (Sekot) Gorontalo Ismail Majid mengucapkan Terima kasih dan mengapresiasi partisipasi masyarakat khususnya LPQ Al Yasiir telah berkontribusi mewujudkan generasi Qur’ani di kota Gorontalo. Lebih lanjut diungkapkan Sekot Ismail, pemerintah terus mendorong dengan berbagai upaya tidak terkecuali kebijakan agar anak-anak harus bisa baca Al Qur’an.
Inovasi LPQ Al Yasiir Ini tentunya menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi pemerintah sekaligus masyarakat, artinya LPQ Al Yasiir sudah mengisi ruang-ruang yang mungkin bisa berpartisipasi untuk mengajar anak-anak mengaji dan menguasai hukum bacaan Al Qur’an.
“Intinya kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas peran dan partisipasi Yayasan Al Yasiir, mudah-mudahan langkah ini diikuti oleh yayasan-yayasan lain atau TPA/TPQ lain sehingga kita tentunya harus berlomba-lomba melahirkan generasi bebas buta huruf Al Qur’an diserambi madinah ini sebagai petunjuk dan pedoman hidup kita sehingga sudah semestinya menjadi kewajiban bagi kita untuk terus mendorong semua lapisan masyarakat dalam mendukung program-program yang mewujudkan keseriusan dalam mempelajari Al Qur’an “tandas Ismail Majid. (roy)













Discussion about this post