logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Kongres Bali

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 5 August 2025
in Disway
0
Dalam pidato penutupan Kongres VI PDIP di Bali, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa PDIP tidak akan berada di barisan oposisi maupun koalisi pemerintahan Prabowo Subianto.--Dok PDIP

Dalam pidato penutupan Kongres VI PDIP di Bali, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa PDIP tidak akan berada di barisan oposisi maupun koalisi pemerintahan Prabowo Subianto.--Dok PDIP

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

TAYANGANTayangan gambar “banteng ketaton” sempat mendominasi kanan-kiri panggung perhelatan besar PDI-Perjuangan di Sanur, Bali. Pekan lalu. Itu memang menggambarkan kondisi riil partai itu.

“Banteng terluka” yang di kanan bisa mewakili peristiwa luka yang menimpa sekjen partai, Hasto Kristiyanto. Gambar di kiri bisa mewakili luka yang ditimbulkan oleh proses pencalonan presiden di pilpres tahun lalu.

Related Post

Abu Putih

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

Sebenarnya kurang satu lagi “banteng terluka”-nya: mewakili luka yang lebih luas. Yakni masuknya secara total keluarga Jokowi ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai yang kini berlambang kepala gajah itu akan otomatis mengganggu banteng secara serius.

Memang tetap akan jadi perdebatan: siapa yang sebenarnya lebih terluka. Bisa saja Jokowi dan keluarga yang merasa lebih terluka: dipecat dari PDI-Perjuangan. Bisa juga PDI-Perjuangan yang terluka karena merasa dikhianati Presiden Jokowi.

Semua itu kini sudah menjadi masa lalu.

Masing-masing terlihat sudah mulai membenahi masa depan.

PSI sudah berkongres. Pun PDI-Perjuangan. Perhelatan di Sanur langsung pindah menyeberangi Benoa ke Nusa Dua.

Dari acara bimbingan teknis di Sanur ke kongres dadakan di Nusa Dua. Dua-duanya bersentral di figur. Jokowi di PSI dan Megawati di PDI-Perjuangan.

Kalau pun massa nasionalis akan terpecah ke kedua partai kita akan bisa dengan mudah menggambarkannya. PDI-Perjuangan akan lebih didominasi oleh marhaenis ideologis. Sedangkan marhaenis yang pragmatis akan ikut Jokowi ke PSI.

Dua-duanya tidak mudah. Waini jualan ideologi tidak begitu laku lagi. Sedangkan yang pragmatis bisa seperti kutu loncat: tidak bisa dipegang ekornya.

Kelihatannya PDI-Perjuangan akan kembali ke lapangan perjuangan: lebih mengandalkan kader-kader militan. Seperti di awal kebangkitan PDI-Perjuangan dulu.

Waktu itu Megawati adalah “banteng ketaton”. Lukanya lebar menganga. Tanpa punya biaya untuk membeli perban. Waktu itu bantengnya masih muda berotot. Maka berhasil memenangkan pertarungan.

PDI-Perjuangan pun berkuasa.

Luka menganga itu pun sudah lama hilang. Bantengnya punya waktu untuk tumbuh lebih gemuk. Subur. Makmur.

Sepuluh tahun menjadi pemerintah banyak yang berubah.

Kenyataan besarnya: ketika kini benteng itu terluka lagi, zaman sudah berubah. Kader-kader militan di masa lalu sudah menua. Banyak juga yang sudah “realistis”. Banyak yang pindah kandang.

Sedangkan “militan baru” belum lagi lahir. Partai ini seperti agak jauh dari anak muda.

Memang masih ada yang tetap terlihat militan. Misalnya Adian Napitupulu –baru saja diangkat sebagai wakil sekjen bidang komunikasi.

Masih ada juga orang hebat seperti Said Abdullah dari Sumenep. Said baru saja diangkat jadi ketua bidang sumber daya. Tapi sudah ada yang jauh dari garis itu. Misalnya: banyak. Salah satunya, Cak Basuki dari Surabaya.

Rasanya perhelatan besar di Bali sejak Sabtu lalu banyak membahas kenyataan itu: mungkinkah PDI-Perjuangan kembali ke khitah-nya. Yakni jadi partai militan ideologis.

Ini sungguh tantangan yang amat besar. Terutama di saat usia Megawati sudah 74 tahun.

Tokoh militan seperti Bambang Wuryanto –lebih dikenal sebagai Bambang Pacul— ternyata masih dianggap tergolong militan. Masih didudukkan sebagai ketua bidang pemenangan Pemilu.

Padahal Bambang disebut-sebut kurang militan lagi di saat Pilgub Jateng: calon gubernur PDI-Perjuangan, Jenderal Andika Perkasa kalah telak.

Usia Bambang Pacul juga sudah tidak muda lagi. Tahun depan sudah 70 tahun. Maka jabatan pemenangan Pemilu tidak sepenuhnya di tangan Bambang Pacul. Khusus untuk pemenangan di pilkada ada wakil ketua umum sendiri: Deddy Sitorus.

Ahok, Ganjar Prabowo, Azwar Anas, Bu Risma, Ribka Ciptaning juga masuk di jajaran wakil ketua umum. Ribca adalah produk militan lama. Selebihnya adalah militan yang lebih belakangan.

Memang ada Puan dan Prananda yang militan lebih muda. Kabar baiknya: keduanya sudah terlihat berangkulan. Tapi mereka belum jadi simbol pejuang militan –yang dalam istilah lama disebut “pasukan bawah tanah”.

Sulit membayangkan dua tokoh itu bisa kembali ke bawah tanah: menghadapi penderitaan hidup –secara fisik maupun ekonomi.

Tentu Puan masih ingat derita yang dialami Mega –ibunyi. Zaman itu saya beberapa kali satu mobil dengan Puan –yang masih terlihat remaja, berada di mobil bagian belakang konvoi  Megawati.

Dia tahu persis penderitaan ibunyi. Tapi itu sudah lama sekali. Apakah Puan masih bisa kembali ke masa nan lalu seperti itu.

PDI-Perjuangan rupanya lagi memerlukan identitas baru. “Banteng Ketaton” rupanya akan jadi identitas baru itu.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Abu Putih

Abu Putih

Monday, 27 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Next Post
Ilustrasi--

Isu Munsalub Golkar Bergulir, Dekat Jokowi, Bahlil Digoyang

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 27 Juli 2026

Rekomendasi

Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

Monday, 27 July 2026
Basri Amin

Kota yang Terluka

Monday, 27 July 2026
DAW Perkenalkan New Honda Vario Evo 160, Segera Datangi Dealer Honda di Seluruh Gorontalo

DAW Perkenalkan New Honda Vario Evo 160, Segera Datangi Dealer Honda di Seluruh Gorontalo

Monday, 27 July 2026
Perkuat Distribusi B50 di Sulawesi, Pertamina Operasikan Ship to Ship Kolonodale

Perkuat Distribusi B50 di Sulawesi, Pertamina Operasikan Ship to Ship Kolonodale

Monday, 27 July 2026

Pos Populer

  • Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

    Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Kota yang Terluka

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.