Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pengemis Sultan bernama Luthfi yang beberapa kali sempat viral di media sosial kembali berulah. Kali ini pria yang berasal dari Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo itu nyaris diamuk warga usai makan gratis di salah satu warung makan yang ada di pasar mingguan Telaga Kabupaten Gorontalo, Ahad (3/8/2025).
Dari vidio yang beredar, nampak Luthfi dikejar seorang ibu yang tak lain adalah pemilik warung makan yang ingin menagih bayaran dari makanan yang dimakan Luthfi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 itu praktis mengundang perhatian para pedagang di pasar Telaga dan ikut menghentikan pelarian Luthfi.
Karena sudah terkepung, Luthfi terpaksa mengalah dan meminta maaf terhadap apa yang dilakukannya. Salah seorang warga telah menangkap kerah baju Luthfi dan menginterogasinya, untung saja ada warga lain yang langsung mengamankan kejadian itu hingga Luthfi langsung dilepaskan lagi. Merasa ketakutan, Luthfi pulang sudah tidak menggunakan sendal atau alas kaki lagi.
“Bu saya minta maaf, lepaskan saya,” ujar Luthfi memohon agar dirinya dilepaskan dan tidak dipukuli. Warga lantas menyuruh Luthfi untuk enyah dari tempat tersebut dan meminta pria brewok itu tidak akan pernah kembali lagi ke pasar telaga karena sudah meresahkan.
“Jangan pernah muncul lagi di sini ngana. Awas kalau Torang dapa lia. So tabiasa nganan bagini, nanti ini nganan baku dapa dengan orang pasar,” ujar Rahman salah seorang pengemudi bentor yang juga pria perekam vidio tersebut.
Kepada wartawan koran ini Rahman mengaku bahwa Luthfi pengemis Sultan itu tidak pernah kapok atau jera meskipun sudah beberapa kali diamankan warga bahkan hingga Satpol PP Kota Gorontalo. Bahkan, saat diamankan petugas Satpol beberapa waktu lalu, tas kresek yang dibawanya ternyata bersisi uang sebesar Rp 5,7 juta yang diklaim sebagai hasil mengemis.
Sebelumnya sempat terungkap bahwa Luthfi memiliki sejumlah rekening bank yang saldonya bernilai ratusan juta rupiah hasil mengemis. Hal tersebut membuat nama Luthfi menjadi viral dengan sebutan pengemis Sultan.
“Padahal belum lama ini dia (Luthfi, red), sudah memberikan surat pernyataan supaya tidak melakukan hal yang sama lagi di wilayah Kota Gorontalo. Ternyata dia malah beraksi di Pasar Telaga, Kabupaten Gorontalo. Perlu ada tindakan tegas dari aparat terkait perbuatan yang bersangkutan. Jika tidak, maka hal ini akan terus berulang,” tandas Rahman. (roy)











Discussion about this post