Gorontalopost.co.id, POHUWATO – Seorang nelayan di Kabupaten Pohuwato, dinyatakan hilang selama kurang lebih tiga hari lamanya, saat pergi memancing di laut. Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, korban yang dikenal dengan nama Aba Nage (56), dilaporkan hilang sejak Sabtu (20/7) sore.
Menurut keterangan dari pemilik rakit, pada hari itu sekitar pukul 17.00 Wita, korban bersama tiga rekannya berangkat memancing menggunakan rakit di perairan Teluk Tomini. Saat dua rekannya mengajak pulang sekitar pukul 20.00 WITA, korban menolak dan memilih untuk tetap memancing seorang diri.
Keesokan harinya, Minggu (21/7) sekitar pukul 18.00 Wita, salah satu temannya kembali ke lokasi untuk mengambil ikan, namun mendapati rakit tersebut sudah tidak berada di tempat. Upaya pencarian sempat dilakukan secara mandiri mengikuti arah arus laut, namun belum membuahkan hasil.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh pemilik rakit kepada Kepala Pos SAR Marisa dan diteruskan ke Kantor SAR Gorontalo. Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Gorontalo, Heriyanto, S.Adm., langsung menginstruksikan operasi pencarian dan penyelamatan.
Sebanyak 9 personel dari Pos SAR Marisa diterjunkan ke lokasi, terbagi dalam dua regu. Regu pertama melakukan pencarian laut menggunakan perahu RIB 03 Gorontalo, sedangkan regu kedua melakukan penyisiran informasi di darat menggunakan kendaraan taktis. “Pencarian dilakukan dari titik terakhir rakit terlihat, hingga meluas ke perairan Kecamatan Moutong, Sulawesi Tengah,” ujar Heriyanto.
Usaha keras Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Pada Selasa (22/7), korban ditemukan dalam kondisi selamat, masih berada di atas rakit di koordinat 0°15’59.10″N – 121°19’17.46″E atau sekitar 14 mil laut dari lokasi awal dinyatakan hilang.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan RIB 03 dan diserahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan selamat. Keberhasilan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama dalam penanganan situasi darurat di laut.
Sementara itu, Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K,M.H menyampaikan, agar masyarakat nelayan bisa waspada dan berhati-hati saat melakukan aktifitas sehari-hari. Apabila ada masalah saat melakukan aktifitas, kiranya bisa dilaporkan kepada masyarakat sekitar atau peteugas kepolisian terdekat, sehingga bisa dilakukan upaya atau tindakan selanjutnya.
“Korban yang merupakan masyarakat Kecamatan Lemito alhamdulillah ditemukan selamat oleh tim SAR. Kami pun berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari,” harapnya. (tha/kif)










Discussion about this post