logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Ekonomi Bisnis

Musim Pengujan, Produksi Beras Terancam, Pemerintah Diharap Carikan Solusi

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 30 June 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Gabah yang baru saja dijemur tapi sudah harus ditutup kembali karena telah turun hujan

Gabah yang baru saja dijemur tapi sudah harus ditutup kembali karena telah turun hujan

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, BONE BOLANGO – Musim hujan yang melanda daerah Gorontalo, termasuk wilayah Bone Bolango, mengancam produksi beras. Mengapa tidak? Cuaca yang kurang bagus ini membuat proses penjemuran gabah terganggu, di mana tahapan ini cukup krusial dalam menghasilkan beras berkualitas tinggi.

Akibatnya, para petani dan pemilik gilingan gabah menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas hasil panen mereka. Kerugian ekonomi pun tak dapat dihindari, mengancam kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.

Salah satu yang merasakan dampak langsung dari cuaca buruk ini adalah Ibu Neni (58), pemilik sebuah gilingan gabah di Bone Bolango. Ibu Neni, dengan pengalaman puluhan tahun di bidang pengolahan gabah mengungkapkan, proses penjemuran gabah yang ideal biasanya hanya membutuhkan waktu satu setengah hari, asalkan cuaca cerah dan matahari bersinar terik. Namun, dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini, proses penjemuran menjadi jauh lebih lama dan penuh risiko, bahkan mengancam kualitas gabah hingga membusuk.

“Penjemuran gabah membutuhkan waktu satu setengah hari jika matahari stabil. Sekarang cuaca setiap hari hujan, kami sendiri belum bisa memprediksi berapa hari keringnya, tergantung cuaca. Baru saja mau menjemur gabah, sebentar kemudian sudah hujan lagi. Kalau besok dibuka lagi, hanya bisa dijemur sejam, jadi belum tentu kering. Butuh waktu sekitar 2-4 hari. Jika tidak kering dalam 2-4 hari, gabah masih bisa diselamatkan jika kadar airnya sudah turun. Tapi kalau langsung dari sawah dan 2-4 hari tidak terkena matahari, gabahnya rusak dan busuk,” jelasnya.

Related Post

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon, PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

Moela Kambungu, Cita Rasa Khas Daerah yang Disajikan Dalam Kebersamaan, Kini Bisa Dinikmati di Aston Gorontalo

BRI Sosialisasikan Produk Perbankan, Pererat Kemitraan Gelar Acara Bersama SRC

Kondisi ini memaksa Ibu Neni dan para petani lainnya untuk bekerja lebih keras dan lebih lama dalam mengawasi proses penjemuran, menambah beban kerja dan mengurangi waktu istirahat.

Dampak dari cuaca buruk ini tidak hanya memperlambat proses produksi, tetapi juga menurunkan kualitas beras yang dihasilkan secara signifikan. Beras yang tidak dijemur dengan sempurna memiliki kadar air yang lebih tinggi, sehingga rentan terhadap kerusakan dan pembusukan, berujung pada penurunan nilai jual.

“Perbedaan harga jual beras yang penjemurannya stabil dan yang tidak sangat berbeda. Sekarang harga standar Rp 680.000 per kuintal itu sudah yang paling bagus. Tapi yang kualitasnya di bawah standar, harganya hanya Rp 600 ribu hingga Rp 620 ribu per kuintal,” paparnya.

Selisih harga ini merupakan pukulan telak bagi para petani yang sudah bekerja keras. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para petani dan pemilik gilingan gabah di Bone Bolango. Mereka berharap agar cuaca segera membaik sehingga proses penjemuran gabah dapat berjalan normal dan produksi beras dapat kembali meningkat.

Kehilangan hasil panen akibat cuaca buruk ini dapat berdampak luas pada perekonomian masyarakat Bone Bolango yang sebagian besar menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. “Pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkrit untuk membantu para petani menghadapi situasi ini,” harapnya. (Mg-04/ Mg-07)

Tags: berasberita ekonomiEkonomi BisnisEkonomi GorontaloProduksi Beras Terancam

Related Posts

Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon, PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon, PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

Friday, 5 June 2026
Moela Kambungu, Cita Rasa Khas Daerah yang Disajikan Dalam Kebersamaan, Kini Bisa Dinikmati di Aston Gorontalo

Moela Kambungu, Cita Rasa Khas Daerah yang Disajikan Dalam Kebersamaan, Kini Bisa Dinikmati di Aston Gorontalo

Friday, 5 June 2026
PERERAT KEMITRAAN- Acara bersama BRI dan SRC dalam rangkat HUT PT HM Sampoena yang diisi dengan sosialisasi produk perbankan oleh BRI Gorontalo. (Foto: istimewa)

BRI Sosialisasikan Produk Perbankan, Pererat Kemitraan Gelar Acara Bersama SRC

Thursday, 4 June 2026
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo terkait NTP Gorontalo yang dipublikasikan pada 2 Juni 2026. (foto: tangkapan layar)

NTP Gorontalo Turun 3,06 Persen, Terdalam Diantara Provinsi di KTI

Thursday, 4 June 2026
Pembekalan Ujian Komprehensif CBT dan Lisan, FEBI IAIN Gorontalo Siapkan Lulusan Unggul Hadapi Dunia Kerja

Pembekalan Ujian Komprehensif CBT dan Lisan, FEBI IAIN Gorontalo Siapkan Lulusan Unggul Hadapi Dunia Kerja

Wednesday, 3 June 2026
Next Post
Suzuki selalu peduli dengan prioritas kebutuhan pelanggan, salah satunya adalah dengan memastikan seluruh varian dari Suzuki Fronx dilengkapi perangkat keselamatan. (foto : dok/disway)

Suzuki Fronx, Fitur Keselamatan Beri Perlindungan Sepanjang Perjalanan

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.