Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Jembatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo yang ambruk beberapa waktu lalu lantaran diterjang banjir, membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Apalagi, jembatan itu merupakan jalur ekonomi masyarakat, karena menghubungkan dengan pasar pulubala. Kondisi ini mendapat perhatian Pani Gold Project, proyek tambang emas di Kabupaten Pohuwato yang dilakukan Merdeka Copper Gold. Perusahaan tambang itu, memfasilitasi perbaikan sementara jembatan dengan bantuan jembatan bailey yang mereka miliki.
Hal ini disampaikan Chief External Affairs PT Merdeka Copper Gold Boyke Poerbaya Abidin, saat berkunjung ke Gorontalo Post, Selasa (22/4). Kata dia, pihaknya menerima surat permintaan dari pemerintah daerah, bahkan tim teknis dari Dinas PUPR Gorontalo telah melakukan peninjauan kondisi jembatan yang hendak dipindahkan ke Pulubala. Termasuk rombongan Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo juga telah melakukan hal yang sama.
“Ada rombongan komisi III DPRD, dipimpin Ketua Komisi dan ada wakil ketua pak Anas Jusuf, meninjau projec. Termasuk kaitanya, kami punya jembatan bailey yang kami akan pinjamkan ke Kabupaten Gorontalo untuk penanganan dampak musibah banjir,”ujar Boyke Abidin.
Kata dia, jembatan itu memiliki panjang 40 meter, dan bisa dibongkar pasang. Saat ini Pani Gold Project telah membangun jembatan permanen sebagai ganti jembatan bailey tersebut. “Tetap masih kami gunakan untuk project lain, tapi begitu ada surat permintaan dari Pemda, ternyata jembatan ini akan digunakan membantu lalu lintas, orang banyak. Ini lebih darurat,”paparnya.
Pani Gold Project kata dia langsung merespon, dan berniat baik untuk meminjamkan jembatan tersebut. “Itu adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk masyarakat, jadi bukan hanya di Pohuwato. Tapi kami juga harus berdampak baik bagi seluruh masyarakat Gorontalo,”terangnya.
Selama ini, lanjut Boyke Abidin, Pani Gold Project juga terlibat aktif dalam membantu program pemerintah, seperti penyaluran makan bergizi gratis bagi sebagian siswa di Pohuwato. “Setiap hari 300 paket MBG disalurkan, sudah berjalan delapan bulan ini,”paparnya. Termasuk pemberdayaan UMKM di, dan membantu penanganan infrastruktur daerah. “Saat ini kami masih tahap konstruksi, rencananya awal tahun 2026 itu sudah mulai tahap produksi,”tandasnya. (tro)












Discussion about this post